Diskusi Publik Pimpinan FMIPA dengan Mahasiswa

Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FMIPA UII mengundang seluruh pimpinan Fakultas MIPA untuk melaksanakan diskusi publik pada hari Sabtu, 16 Maret 2019. Diskusi yang dilaksanakan di Hall FMIPA tersebut dimulai pada pukul 08.30 atau mundur 30 menit dari jadwal yang direncanakan. Hadir pada kesempatan tersebut seluruh pimpinan FMIPA UII yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni (KKA). Acara diawali dengan sama-sama membaca QS Ali Imran ayat 1 sampai 5. Setelah pembacaan Alqur,an langsung dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dengan tiga pokok yaitu tentang perubahan kalender akademik, dispensasi kuliah serta fasilitas yang ada di FMIPA. Tiga yang disampaikan oleh mahasiswa langsung ditanggapi oleh Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA UII.

Riyanto menyebutkan bahwa pada semester genap tahun akademik 2018/2019, FMIPA UII berharap sebelum liburan bersama hari raya idul fitri 1440 H seluruh kegiatan pembelajaran termasuk ujian akhir semester telah berakhir. Hal tersebut dilandasi adanya efektifitas sekaligus kelancaran proses pembelajaran. Dekan FMIPA menerangkan jika usai lebaran masih ada perkuliahan dikhawatirkan masih banyak mahasiswa yang belum kembali dari kampong halaman sehingga mengganggu kegiatan perkuliahan. Oleh karena itu FMIPA pada awalnya mencoba merancang jadwal kalender akademik sendiri dan sebagian besar mahasiwa ternyata merespon dengan baik. Namun demikian, desain kalender akademik yang disusun oleh FMIPA sedikit berbeda dengan kalender yang sudah ada, dan perlu adanyy penyesuaian dengan beberapa kebijakan yang sudah diputuskan di universitas seperti pembayaran SPP dan masa key ini mata kuliah.

Terkait dengan dispsasi SPP, Riyanto mengutarakan bahwa pembayaran angsurang ganjil merupakan keharusan yang harus dibayarkan oleh mahasiswa, karena hal tersebut berhubungan dengan system yang telah terintegrasi antara Sistem Akademik dengan Sistem keuangan yang terkoneksi dengan bank. Angsuran ganjil digunakan untuk menentukan status mahasiswa, apakah yang bersangkutan itu aktif atau cuti akademik. Adapun sehubungan dengan fasilitas dan layanan di FMIPA, Riyanto menjelaskan bahwa FMIPA UII berusaha terus untuk melengkapi fasilitas untuk digunakan oleh mahasiwa termasuk tempat diskusi mahasiswa yang dibuat disekitar taman agar memberikan suasana yang lebih nyaman. Selain itu juga FMIPA terus berusaha untuk memberikan kepuasan layanan mahasiswa misalnya dengan konsep five minutes services untuk mengurus surat keterangan mahasiswa aktif ataupun surat keterangan lainnya.

Wakil Dekan Bidang Sumberdaya FMIPA berharap agar mahasiswa segera membuat kajian kebutuhan runag lembaga mahasiswa dalam waktu satu pekan. Karena hal tersebut dapat dijadikan pijakan fakultas dalam memfasilitasi ruang lembaga kemahasiswaan yang ada di FMIPA termasuk gedung dan fasilitas yang ada di dalamnya. Adapun Wakil Dekan Bidang KKA menanggapi terkait dengan subsidi dana kemahasiswaan, sigersitas kegiatan dan kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan out door juga penggunaan ruang auditorium dan ruang lain yang ada di FMIPA.

FMIPA Gelar Pengajian Keluarga

Ahad, 17 Maret 2019 Fakultas MIPA UII mengadakan hajatan pengajian keluarga yang dilaksanakan di Hall kampus FMIPA dengan mengundang Dr. Alimatul Qibtiyah dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyarkara. Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk memperingati MILAD UII yang ke-76. Acara yang dimulai pukul 08.00 tersebut dibuka langsung oleh Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA. Dalam sambutannya Dekan FMIPA menyampaikan bahwa acara pengajian keluarga dimaksudkan untuk saling mengenal antar keluarga di FMIPA termasuk suami atau istri maupun anak-anak dari dosen dan karyawan FMIPA UII. “Keluarga berpengaruh dalam kesuskesan atau kinerja seseoarang”, ungkap Riyanto. Dekan FMIPA menambahkan bahwa dibalik suami yang sukses pasti ada istri yang baik dan sebaliknya dan dapat berdampak pada pembentukan keluarga, lingkungan serta neraga dan bangsa yang baik. Diakhir sambutannya Dekan FMIPA mengapresasi keluarga dosen dan karyawan di FMIPA UII yang bersedia untuk menghadiri pengajian keluarga perdana tahun 2019 di FMIPA UII.

Usia sambutan Dekan FMIPA dilanjutkan dengan penyampaian materi pengajian oleh Dr. Alimatul Qibtiyah dengan tema Menuju Kelurga Sakinah. Upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk keluarga yang sakinah dimulai dari adanya kesetaraan hak maupun kewajiban antara pasangan suami dan istri. Di zaman feodal cara pandang masyarakat masih sangat paternalistic sehingga tugas-tugas rumah tangga mencuci, masak, memandikan anakan lebih banyak dibebankan pada seorang istri. Alimatul menyampaikan bahwa distribusi tugas mengurus keluarga yang berimbang antara suami dan istri mampu membangun keharmonisan keluarga. Berdasarkan pengalaman yang pribadi Alimatul, bahwa tidak harus yang bekerja untuk memenuhi biaya hidup rumah tangga dibebankan kepada suami, yang terpenting adalah adanya komitmen bersama dalam membangun rumah tangga meskipun penghasilan istri lebih besar dibandingkan dengan suami.

Salah satu penyebab konflik rumah tangga yang berujung pada perceraian adalah tidak adanya pemahaman yang utuh terkait penghasilan keluarga. Di masyarakat masih memiliki anggapan bahwa penghasilan yang diperoleh suami merupakan hak dari suami dan istri, sedangkan penghasilan dari istri hanya dimiliki oleh istri. Seorang istri yang memiliki penghasilan yang lebih besar dibandingkan suami dapat menimbulkan sikap kurang menghargai suami,sehingga suami menjadi tersinggung dan dikhawatirkan berujung pada tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Ujung dari konflk rumah tangga yaitu dapat menimbulkan perceraian. Oleh karena, sikap pemahaman bersama melalui komunikasi yang baik antara suami dan istri termasuk jika istri memiliki penghasiln yang lebih dibandingkan suami dan beranggapan bahwa penghasilannya merupakan hasil bersama akan dapat membentuk keluarga yang sakinah. Kesetaraan dalam banyak aspek menjadi penting untuk saling dipahami antara suami dan istri untuk memunculkan kebahagiaan yang sempurna. Sesi akhir dari pengajian keluarga perdana tahun 2019 FMIPA UII diakhir dengan tanya jawab jamaah dengan Dr. Alimatul Qibtiyah.

Peluang Magang Bersertifikat di PT Biofarma

Selasa 12 Maret 2019 Dekan FMIPA UII mendapatkan undangan untuk menandatangani kerjasama antara FMIPA UII dengan PT Biofarma di Kota Bandung. Ruang lingkup kerjasama adalah program magang bersertifikat bagi mahasiswa di PT Biofarma selama 6 (enam) bulan. Menurut Disril Revolin Putra selaku Direktur SDM dan Umum PT Biofarma menyampaikan bahwa konsep permagangan mahasiswa sudah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu dengan menggandeng Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dengan maksud adanya keselarasan antara kurikulum yang ada di dunia pendidikan dengan industry. Program magang bersertifikat membuka peluang lulusan dari perguruan tinggi untuk berkarir di salah satu BUMN yang memproduksi berbagai vaksin yang sudah diekspor ke berbagai Negara di dunia. Disamping itu juga program magang bersertifikat juga dapat dijadikan jembatan bagi perguruan untuk bersama-sama dengan PT Biofarma melakukan riset. Salah satu riset yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan produk local baik teknologi maupun bahan baku sehingga bisa low cost production yang dapat berdampak pada harga vaksin yang lebih murah bagi masyarakat.

Pada dasarnya program magang di PT Biofarma ada dua jenis yaitu melalui program magang regular dan magang bersertifikat. Tipe magang regular terbagi menjadi tiga macam terdiri dari observasi, PKL atau magang model A ,dan magang model B dengan peserta magang diperuntukkan mahasiswa diberbagai tingkatan seperti diploma, sarjana maupun paska sarjana. Hal yang sama juga untuk program magang bersertifkat diperuntukkan mahasiswa dengan berbagai jenjang. Khusus untuk program magang tipe B dan magang bersertifikat dilakukan melalui seleksi, dan yang terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut akan mandapatkan uang makan, uang saku dan kesehatan poliklinik. Mahasiswa yang tidak lolos seleksi magang tipe B dan magang bersertifikat dapat mengikuti magang tipe A atau observasi dengan durasi waktu antara satu sampai enam bulan.

Pada kesempatan tersebut Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA UII sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh PT Biofarma karena UII merupakan salah perguruan tinggi yang terpilih untuk melakukan program magang bersertifikat di PT Biofarma. Dekan FMIPA menyampaikan bahwa di FMIPA UII sudah ada Program Studi D3 Analisis Kimia telah mendesain kurikulum yang memungkinkan mahasiswa untuk magang selama enam bulan di semester akhir. Adapun prodi lain di FMIPA UII yang relevan untuk melakukan riset dengan PT Biofarma adalah Farmasi, Profesi Apoteker, dan Kimia dan tidak menutup kemungkinan juga bidang Statistika. FMIPA UII juga saat ini berencana untuk mendirikan Prodi baru yang relevan dengan pengembangan vaksin yaitu Prodi Bioteknologi dan akan diinisiasi mulai tahun 2019.

TAKLIM PERDANA SEBAGAI AWAL KEGIATAN PENGEMBANGAN NILAI QUR’ANI

Mahasiswa UII termasuk dari Fakultas MIPA wajib mengikuti kegiatan Pengembangan Diri Qur’ani (PDQ) selama 4 semester. Kegiatan PDQ yang dikenal juga dengan nama ta’lim pada semester genap tahun akademik 2018/2019 dimulai Rabu 20 Februari 2019 dengan diadakan kegiatan Ta’lim Perdana. Peserta Ta’lim Perdana adalah mahasiswa FMIPA UII angkatan 2017 dan 2018 dengan jumlah kurang lebih sebanyak 900 mahasiswa. Hadir pada acara tersebut adalah Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA, Dr. Aunur Rohim Faqih selaku Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII. Acara Ta’lim Perdana juga dijadikan media untuk memberikan motivasi kepada peserta ta’lim dengan menghadirkan Drs. Imam Mujiono, MA yang juga dosen di Fakultas Agama Islam UII sekaligus motivator tingkat internasional.

Dr. Aunur Rohim Faqih dalam sambutannya menyambut positif kegiatan Ta’lim Perdana yang diselenggarakan di FMIPA dan berharap dapat juga di duplikasi oleh fakultas lain yang ada di UII. Pada kesempatan tersebut Aunur Rohim juga menyampaikan bahwa pola pembinaan model Ta’lim hanya ada di UII dan belum ada kampus lain menyelenggarakan kegiatan yang sama. Usia sambutan Direktur DPPAI dilanjutkan sambutan oleh Prof. Riyanto. Dekan FMIPA menyampaikan bahwa Mu’alim di beberapa prodi di FMIPA merupakan Dosen Pembimbing Akademik (DPA), hal tersebut menjadi hal yang sangat positif karena DPA dapat langsung berinteraksi dengan bimbingannya setiap sepekan sekali. Dekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ta’lim di FMIPA sudah dialokasikan waktunya yaitu setiap Rabu jam 15.30.

Motivasi kepada mahasiwa oleh Drs. Imam Mujiono dilaksanakan setelah sambutan Dekan FMIPA. Imam Mujiono banyak memberikan inspirasi untuk menjadi pribadi yang sukses. Menurutnya orang Islam yang sukses adalah mereka yang dapat masuk surga-Nya Allah SWT. Pribadi yang dapat masuk surga adalah yang termasuk golongan orang yang bertaqwa kepada Allah SWT dengan ciri-ciri sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-quran seperti mengimani kepada yang ghaib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezekinya. Imam berharap bahwa mahasiswa FMIPA UII yang mengikuti kegiatan taklim di semester genap tahun akademik 2018/2019 dapat menjadi pribadi yang baik dan dapat meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Di akhir acara setelah Imam Mujiono memaparkan motivasi dilanjutkan dengan penjelasan teknis terkait pelaksanaan taklim oleh Muhammad Arsyik Kurniawan S. yang bertindak sebagai coordinator taklim di FMIPA UII. Terdapat beberapa perubahan skenarion sehubungan dengan taklim semester genap 2018/2019 dibandingkan dengan semester sebelumnya. Perbedaan tersebut yaitu pada penguji, dimana berdasarkan kebijakan dari DPPAI bahwa penguji akan diadakan saling silang antar mua’alim.

Pembekalan Calon Wisudawan FMIPA dari Disnaker Sleman

Calon wisudawan harus mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja, sehingga mereka membutuhkan bekal untuk informasi yang memadai untuk mampu berkompetisi dan menangkap peluang karir yang tersedia. Oleh karena itu Fakultas MIPA UII pada hari Senin (21/1/19) mengadakan kegiatan pembekalan kepada calon wisudawan dengan menghadirkan Drs. Untoro Budiharjo, MM selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman. Acara yang diadakan di Ruang Auditorium FMIPA tersebut dibuka secara langsung oleh Prof. Riyanto yang juga merupakan Dekan FMIPA. Dalam sambutannya, Prof. Riyanto berharap kepada semua calon wisudawan apabila sudah diterima bekerja untuk bisa disiplin, siap bekerja di bawah tekanan, inovatif dan menikmati pekerjaannya dengan tidak mudah untuk cepat keluar dari tempat pekerjaannya.

Usai sambutan Dekan FMIPA dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kepala Disnaker Kab. Sleman. Untorio dalam mengawali penyampaikan materinya menjelaskan beberapa permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia diantaranya adalah tidak sebandingnya penawaran dan permintaan, lulusan Sekolah belum siap untuk bekerja dan peningkatan keterampilan, kurang efektifnya Informasi Pasar Kerja bagi para pencari kerja, rendahnya gaji dan upah, jaminan sosial yang kecil, kurang minat untuk berwirausaha. Profil kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sampai dengan Agustus 2017 terlihat bahwa pekerja di Indonesia yang memiliki pendidikan antara SD sampai SMP sebanyak 60,08%.

Pada kesempatan tersebut juga Untoro memberikan motivasi kepada calon wisudawan dari FMIPA UII untuk tidak menganggur setelah lulus, sehingga mereka harus bekerja dan tetap untuk bekerja sehingga dalam kurun waktu tertentu akan dapat hidup lebih sejahtera. Untoro menambahkan bahwa saat ini Dinas Tenaga Kerja di semua Kabupaten dan Kota dapat digunakan untuk mengakses informasi lowongan atau peluang pekerjaan di seluruh Indonesia. Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja muda di Indonesia kementerian Tenaga Kerja diantaranya 1) Mendayagunakan Tenaga Kerja Sarjana (TKS), yaitu para sarjana yang baru lulus dan masih menganggur, untuk menjadi pendamping kegiatan pemberdayaan masyarakat, 2) Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bagi angkatan kerja muda di BLK seluruh Indonesia dengan subsidi Kemenaker, 3) Program Pemagangan ke luar negeri seperti Jepang dan Korea Selatan dan 4) Pemberdayaan tenaga kerja muda melalui pelatihan wirausaha dan pemberian Bantuan Sarana Usaha (BSU). Di akhir sesi dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja oleh Dekan FMIPA UII.

Prodi Statistika UII dan Unair Kerjasama Tingkatkan Mutu

Program Studi (Prodi) Statistika, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berencana menjalin kerjasama untuk meningkatkan mutu lulusan. Rencana tersebut muncul saat rombongan Prodi Statistika Unair yang dipimpin Drs Eko Cahyono MSi melakukan kunjungan ke UII, Jumat (7/12/2018).

Dijelaskan Dekan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII, Prof Riyanto PhD, saat ini banyak muncul ilmu statistik di antaranya ada big data, data mining, dan lain-lain. Karena itu, kerjasama UII dan Unair ditujukan untuk peningkatan mutu lulusan.

“Kunjungan ini terbalik. Seharusnya Prodi Statistika UII yang berkunjung ke Unair Surabaya. Karena UII perguruan tinggi swasta (PTS), sedangkan Prodi Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Unair merupakan perguruan tinggi negeri (PTN),” kata Riyanto.

Bila dilihat sejarah berdirinya, lanjut Riyanto, Prodi Statistika UII berdiri tahun 1995. Sedangkan Prodi Statistika Unair Surabaya baru berdiri tahun 2011 dan perkembangannya dibimbing Prof Akhmad Fauzy, SSi, MSi, PhD dari Prodi Statistika UII.

Ilmu Statistika, jelas Riyanto, saat ini banyak diminati calon mahasiswa. Menyusul banyak penggunaan data dari internet sehingga ahli statistik sangat dibutuhkan di berbagai perusahaan. Hal ini yang membuat minat calon mahasiswa masuk Prodi Statistika semakin meningkat.

“Tahun ajaran 2018/2019, ada 135 mahasiswa dari Prodi Statistika. Sebetulnya, kita membatasi 120 mahasiswa, namun karena banyak peminat sehingga ditambah,” kata Riyanto.

Sedang Ketua Jurusan Statistika, Dr Edy Widodo mengatakan Prodi Statistika UII memiliki visi yaitu terkemuka dalam menghasilkan Analis Data yang berintegritas dan antusias serta memajukan masyarakat. Sedang tujuannya, menghasilkan Analisis Data yang menguasai teori dan metodologi. Analis Data bersiap menjadi analisis kebijakan, analis kebencanaan, saintis data atau aktuaris. “Prodi Statistik UII memiliki motto Gengam Data Kuasai Dunia,” tandas Edy Widodo.

Dosen Prodi Statistik UII, Dr Raden Bagus Fajriya Hakim mengatakan banyak Data Scientist di berbagai perusahaan Indonesia berasal dari Singapura, India dan lain-lain. Karena itu, peningkatan mutu calon Data Scientist perlu ditingkatkan agar lulusan Prodi Statistik Indonesia tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi luar negeri.

“Pengembangan kurikulum Prodi Statistik mutlak dilakukan. Sebab ini tidak hanya menyangkut kampus, mahasiswa, dan dosen. Tetapi menyangkut pengembangan masarakat secara keseluruhan,” kata Fajriya.

Sementara Eko Cahyono mengungkapkan Prodi Statistik Unair Surabaya mendapatkan bimbingan dari Prof Ahmad Fauzy. Kini Prodi Statistika Unair Surabaya sudah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) A. “Diharapkan kunjungan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas akademik kedua Prodi Statistika Unair dan UII,” kata Eko.

Tim DIII Analisis Kimia UII Juara OSML

Tim Program Studi (Prodi) DIII Analisis Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII), Ayu Annisa, Anisah Asma Nadia, dan Annisa Dwi Fahmi keluar sebagai Juara I Olimpiade Sistem Manajemen Laboratorium (OSML) 2018, Sabtu (1/12/2018). Sedang tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) Juara I diraih tim SMK Depok 2 Sleman, Dhian Ayu Susanti, Angelica Maria Otakena Tyasuci, dan Dewi Meiliyan Ningrum.


Dijelaskan Ketua Panitia OSML, Kuntari MSc, peserta tingkat mahasiswa diikuti perguruan tinggi dari Surabaya, Solo, Semarang, Palembang, dan Yogyakarta. Ada 24 tim yang mengajukan proposal perguruan tinggi. Sedang tingkat SMA/K ada 11 proposal.
“Ada empat fungsi utama manajemen laboratorium yaitu merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Namun, kurangnya pengetahuan dan pengalaman dari personil yang terlibat dalam laboratorium sering menjadi penghambat dalam manajemen laboratorium. Lomba ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan personil laboratorium,” kata Kuntari kepada wartawan di sela-sela penyerahan hadiah, Sabtu (1/12/2018).
Lebih lanjut Kuntari mengatakan penilian Olimpiade ini melalui beberapa tahap. Pertama, penilaian terhadap ringkasan makalah yang telah disusun. Kedua, penilaian makalah yang dikirimkan ke panitia. Ketiga, presentasi makalah yang telah disusun. Kelima, adu cepat dan tepat untuk menyelesaikan masalah.
Peserta dari perguruan tinggi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan Yogyakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisanga Semarang, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), UII Yogyakarta. Selain itu, Politeknik Perkapalan Negeri (PPN) Surabaya, Universitas Kristen Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Akademi Minyak dan Gas (Migas) Palembang.

Juara II katagori perguruan tinggi di raih Tim Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan, Joanne Salres Ramadhani, Fazlur Ansyari dan Said Wigo Ardiyanto. Juara III, tim UNS yaitu Lusy Rizkya Miliyartha, Aulia Rahmah, dan Istin Krisnawati. Sedang Juara Harapan I diraih tim UIN Walisongo yaitu Setyo Wati, Laely Faizatun Fuadah, dan Nela Fitriatul Hikmah. Juara Harapan II diraih tim UMS yaitu Jumini Khaerunnisa, Ika Rahma Maulida, dan Anisa Cahyani Aprilia.
Sedang katagori SMA/K Juara II diraih tim SMKN 1 Cangkringan yaitu Habib Aulia Hakim, Yuliana Farhani, dan Rafika Fajar Ismawati. Juara III juga diraih tim SMKN 1 Cangkringan yang terdiri dari Maulid Fajar Nugroho, Nugi Triyovi Yanto, dan Budi Stiyawan. Juara Harapan I tim SMKN 1 Cangkringan yaitu Nira Dwi Ariska, Dwi Novida, dan Qoirul Amanati. Juara Harapan II tim SMKN 1 Cangkringan terdiri dari Fajar Agus Saputro, Fitria Puspitawati, dan Yuniantin.

Ketua Prodi DIII Analisis Kimia FMIPA UII, Dr Tri Esti Purbaningtyas mengatakan Prodi D III Analisis Kimia merupakan program pendidikan profesional yang diharapkan dapat melahirkan profesional muda setingkat ahli madya yang kompeten sebagai penguji laboratorium di bidang analisis kimia. Karena itu, kurikulumnya berorientasi pada keterampilan kerja di laboratorium.
“OSML dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman manajemen laboratorium. Selama ini, baru dua kali dilakukan OSML. Pertama, tahun 2016 dilakukan Laboratorium Mania di Jakarta. Kedua, dilaksanakan Prodi DIII Analisis Kimia UII,” kata Tri Esti Purbaningtyas.
Sementara guru SMKN 1 Cangkringan, Sriyati SPd mengatakan sangat menyambut baik OSML. Sebab olimpiade ini bisa memberikan pengetahuan dan wawasan manajemen laboratorium.

“Saat ini, untuk tingkat SMA/K manajemen laboratorium belum sesuai dengan ISO yang internasional. Insya Allah kami akan membekali anak-anak agar bisa mengelola laboratorium lebih baik lagi,” kata Sriyati, guru pendamping siswa mengikuti lomba.
(By: Heri Purwata)

Prodi Kimia UII Mendapatkan Visiting Profesor

Program Studi (Prodi) Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) mendapat visiting profesor selama sepekan, Senin-Sabtu (26/11-1/12/2018). Associate Profesor Juliana Jumal yang berasal dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) mengajar tentang kimia organik sintesis menggunakan bahan alam yang berguna sebagai bahan anti kanker dan anti oksidan.

“Visiting Professor ini bagian dari kurikulum Program Studi Kimia. Bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa diajar oleh dosen asing yang minimal bergelar profesor. Kuliah yang diajar oleh dosen dari luar negeri ini agar mahasiswa mempunyai nuansa diajar dosen asing dengan pengantar Bahasa Inggris,” kata Dr Dwiarso Rubiyanto, MSi, Ketua Program Studi Kimia kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/11/2018).

Lebih lanjut Dwiarso mengatakan mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang sama tentang ilmu kimia yang disampaikan dosen asing. Prodi Kimia UII sudah terakreditasi Royal Society of Chemistry (RSC) sejak tahun 2015, sehingga visiting professor menjadi keharusan.

“Untuk satu semester, minimal satu orang profesor mengajar di UII. Mengajar di kelas, kuliah tamu atau stadium general, diskusi yang bersifat kolaborasi untuk menjalin kerjasama dan tukar pengetahuan. Beliau memiliki indek yang tinggi dan pengalaman publikasi banyak,” kata Dwiarso.

Prof Juliana Jumal saat memberikan kuliah kepada mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UII Yogyakarta, Senin (26/11/2018). (foto : istimewa)

Selain Juliana Jumal, terang Dwiarso, ada satu lagi dosen dari USIM untuk mengikuti workshop minyak atsiri yaitu Dr Teuku Shafazila, Kamis-Sabtu (29/11-1/12/2018). Ia akan belajar minyak atsiri dan sharing riset yang telah dilakukan tentang minyak atsiri. Periode ini ada dua orang yang berbeda tujuan, tetapi dalam satu kesatuan dengan acara visiting professor.

Menurut Dwiarso, visiting professor ini sudah sering dilakukan sehingga mahasiswa sudah terbiasa mendengarkan kuliah dengan pengantar Bahasa Inggris. Kuliah ini juga dimaksudkan untuk memantapkan kebiasaan mahasiswa mendengarkan kuliah dengan Bahasa Inggris.

Mahasiswa juga didorong untuk aktif di dalam kelas dengan bertanya atau mengemukakan pendapatnya dalam bahasa Inggris. “Anak-anak itu lebih suka bertanya dengan bahasa Inggris. Penguasaan Bahasa Inggris juga menjadi persyaratan lulus,” ujarnya.

Dwiarso menilai ada beberapa keuntungan mendatangkan profesor dari luar negeri. Pertama, mahasiswa tidak mengalami kesulitan ketika melanjutkan studi di luar negeri. Kedua, kepercayaan diri mahasiswa menggunakan Bahasa Inggris meningkat. Sehingga setelah lulus, mereka bisa bersaing dengan tenaga asing.

108 Lulusan FMIPA UII Dibekali Softskill

Sebanyak 108 calon wisudawan-wisudawati Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII), mendapat pembekalan softkill di Auditorium, Senin (19/11/2018). Hal ini dimaksudkan agar lulusan FMIPA UII memiliki bekal kepercayaan diri untuk masuk dunia kerja.

Demikian diungkapkan Dekan FMIPA UII, Prof Riyanto PhD kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (19/11/2018). Pembekalan diberikan Dr Phil Emi Zulaifah MSc, dosen Psikologi UII Yogyakarta.

Lebih lanjut Riyanto mengatakan pembekalan ini memberikan materi tentang mempersiapkan lulusan untuk memperoleh pekerjaan sesuai yang diinginkan. Isinya, bagaimana cara membuat surat lamaran yang baik, bagaimana menghadapi interview yang baik, bagaimana mereka bisa bekerja secara tim.

Dari sisi hardskill atau keilmuan, kata Riyanto, Ilmu Farmasi, Statistik, Kimia Analis, Pendidikan Kimia, itu sudah mumpuni. Karena pembelajaran sudah sesuai dengan transkip yang telah dimiliki masing-masing wisudawan.

Namun, ujar Riyanto, kemampuan softskill ini masih kelewatan, seperti kemampuan berbicara di depan umum, team work, disiplin, kerja keras, under pressure, tidak didapatkan ketika kuliah. “Persiapan ini digunakan untuk menambah kemampuan softskill wisudawan-wisudawati agar memperlancar untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Riyanto.

Sementara Emi Zulaifah mengatakan saat ini ada 20,8 persen penduduk dunia menguasai 97 persen kekayaan. Sehingga kondisi di berbagai negara terjadi ‘sikut-sikutan’ agar bisa merebut kekayaan.

Namun era disrupsi atau era industri 4.0 ini justru menguntungkan generasi muda. Sebab banyak peluang kerja yang bisa diciptakan dan bisa memberikan penghasilan lebih banyak. “Di era disrupsi lapangan kerja tidak hanya ada di Indonesia saja. Tetapi lapangan pekerjaan itu ada di berbagai negara. Hanya saja diperlukan penguasaan bahasa dan budaya,” kata Emi.

Lebih lanjut Emi, mengatakan di masa depan 65 persen anak sekolah akan menghadapi pekerjaan baru dan pekerjaan itu belum ada di masa 5-10 tahun yang lalu. Namun sayang, skill dimiliki seseorang mengalami ketidakpastian atau skill instability. Sehingga seseorang dituntut agar terus melakukan reskilling atau upskilling (peningkatan kemampuan) secara kontinyu.

“Pekerja di masa datang harus menjadi orang yang lincah dan terus belajar. Merasa nyaman beradaptasi di tempat baru, dan memiliki keinginan untuk berpindah-pindah perusahaan,” kata Emi.

Politeknik Statistika STIS Studi Banding ke UII

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Politeknik Statistika STIS, Kamis (15/11/2018) melakukan studi banding ke Jurusan Statistika, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII). Politeknik Statistika STIS yang merupakan perguruan tinggi kedinasan Badan Pusat Statistik (BPS) ingin mengetahui pembelajaran yang dilakukan di Jurusan Statistika FMIPA UII.

Dijelaskan Humas FMIPA UII, Tuti Purwaningsih SStat, MSi, rombongan PPPM Politeknik Statistika STIS diterima Ketua Jurusan Statistika FMIPA UII, Dr Edy Widodo, MSi yang didampingi Dr RB Fajriya Hakim MSi. Rombongan mendapat penjelasan tentang perkembangan Data Science dari industri yang sedang dikembangkan Prodi Statistik UII oleh Fajriya Hakim.

Selain itu, kata Tuti, rombongan PPPM Politeknik Statistika STIS mendapat tentang big data dan kiprah alumni Jurusan Statistik UII yang sudah bekerja di berbagai perusahaan.

Edy Widodo sedang memaparkan tentang  Prodi Statistik FMIPA UII Yogyakarta, Kamis(15/11/2018).Sementara Fajriya Hakim menjelaskan di era industri 4.0, seluruh perusahaan memiliki website sendiri. Setiap hari, data website perusahaan-perusahaan besar terus bertambah besar.

“Data besar atau Big Data membutuhkan pengelolaan yang profesional sehingga data tersebut dapat digunakan untuk kemajuan perusahaan. Karena itu, dibutuhkan Data Scientist atau Statistikawan yang handal untuk mengolah Big Data,” kata Fajriya.

Kompetensi seorang Data Scientist, kata Fajriya, harus bisa merencanakan, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, mengintepretasikan hasil analisisnya, dan mempresentasikan data. Saat ini, sudah banyak metode baru untuk menganalisa big data tersebut. Di antaranya, mesin learning, random forex, dan banyak metode baru lainnya.

Untuk menciptakan Data Scientist yang handal, jelas Hakim, Prodi Statistika FMIPA UII telah menerapkan kurikulum tahun 2017 yaitu Enthusiasme Statistik. Kurikulum baru ini sudah mengacu kepada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia,red).

“Saat ini, kebutuhan Data Scientist di perusahaan-perusahaan besar sangat tinggi. Sedang ketersediaan Statistikawan relatif masih sedikit dan pemenuhan kebutuhan baru sekitar 10-20 persen. Sehingga terjadi saling membajak Data Scientist atau Statistikawan,” katanya.

(Red : Heri Purwata)