Pembekalan Calon Wisudawan FMIPA dari Disnaker Sleman

Calon wisudawan harus mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja, sehingga mereka membutuhkan bekal untuk informasi yang memadai untuk mampu berkompetisi dan menangkap peluang karir yang tersedia. Oleh karena itu Fakultas MIPA UII pada hari Senin (21/1/19) mengadakan kegiatan pembekalan kepada calon wisudawan dengan menghadirkan Drs. Untoro Budiharjo, MM selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman. Acara yang diadakan di Ruang Auditorium FMIPA tersebut dibuka secara langsung oleh Prof. Riyanto yang juga merupakan Dekan FMIPA. Dalam sambutannya, Prof. Riyanto berharap kepada semua calon wisudawan apabila sudah diterima bekerja untuk bisa disiplin, siap bekerja di bawah tekanan, inovatif dan menikmati pekerjaannya dengan tidak mudah untuk cepat keluar dari tempat pekerjaannya.

Usai sambutan Dekan FMIPA dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kepala Disnaker Kab. Sleman. Untorio dalam mengawali penyampaikan materinya menjelaskan beberapa permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia diantaranya adalah tidak sebandingnya penawaran dan permintaan, lulusan Sekolah belum siap untuk bekerja dan peningkatan keterampilan, kurang efektifnya Informasi Pasar Kerja bagi para pencari kerja, rendahnya gaji dan upah, jaminan sosial yang kecil, kurang minat untuk berwirausaha. Profil kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sampai dengan Agustus 2017 terlihat bahwa pekerja di Indonesia yang memiliki pendidikan antara SD sampai SMP sebanyak 60,08%.

Pada kesempatan tersebut juga Untoro memberikan motivasi kepada calon wisudawan dari FMIPA UII untuk tidak menganggur setelah lulus, sehingga mereka harus bekerja dan tetap untuk bekerja sehingga dalam kurun waktu tertentu akan dapat hidup lebih sejahtera. Untoro menambahkan bahwa saat ini Dinas Tenaga Kerja di semua Kabupaten dan Kota dapat digunakan untuk mengakses informasi lowongan atau peluang pekerjaan di seluruh Indonesia. Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja muda di Indonesia kementerian Tenaga Kerja diantaranya 1) Mendayagunakan Tenaga Kerja Sarjana (TKS), yaitu para sarjana yang baru lulus dan masih menganggur, untuk menjadi pendamping kegiatan pemberdayaan masyarakat, 2) Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bagi angkatan kerja muda di BLK seluruh Indonesia dengan subsidi Kemenaker, 3) Program Pemagangan ke luar negeri seperti Jepang dan Korea Selatan dan 4) Pemberdayaan tenaga kerja muda melalui pelatihan wirausaha dan pemberian Bantuan Sarana Usaha (BSU). Di akhir sesi dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja oleh Dekan FMIPA UII.

Prodi Statistika UII dan Unair Kerjasama Tingkatkan Mutu

Program Studi (Prodi) Statistika, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berencana menjalin kerjasama untuk meningkatkan mutu lulusan. Rencana tersebut muncul saat rombongan Prodi Statistika Unair yang dipimpin Drs Eko Cahyono MSi melakukan kunjungan ke UII, Jumat (7/12/2018).

Dijelaskan Dekan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII, Prof Riyanto PhD, saat ini banyak muncul ilmu statistik di antaranya ada big data, data mining, dan lain-lain. Karena itu, kerjasama UII dan Unair ditujukan untuk peningkatan mutu lulusan.

“Kunjungan ini terbalik. Seharusnya Prodi Statistika UII yang berkunjung ke Unair Surabaya. Karena UII perguruan tinggi swasta (PTS), sedangkan Prodi Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Unair merupakan perguruan tinggi negeri (PTN),” kata Riyanto.

Bila dilihat sejarah berdirinya, lanjut Riyanto, Prodi Statistika UII berdiri tahun 1995. Sedangkan Prodi Statistika Unair Surabaya baru berdiri tahun 2011 dan perkembangannya dibimbing Prof Akhmad Fauzy, SSi, MSi, PhD dari Prodi Statistika UII.

Ilmu Statistika, jelas Riyanto, saat ini banyak diminati calon mahasiswa. Menyusul banyak penggunaan data dari internet sehingga ahli statistik sangat dibutuhkan di berbagai perusahaan. Hal ini yang membuat minat calon mahasiswa masuk Prodi Statistika semakin meningkat.

“Tahun ajaran 2018/2019, ada 135 mahasiswa dari Prodi Statistika. Sebetulnya, kita membatasi 120 mahasiswa, namun karena banyak peminat sehingga ditambah,” kata Riyanto.

Sedang Ketua Jurusan Statistika, Dr Edy Widodo mengatakan Prodi Statistika UII memiliki visi yaitu terkemuka dalam menghasilkan Analis Data yang berintegritas dan antusias serta memajukan masyarakat. Sedang tujuannya, menghasilkan Analisis Data yang menguasai teori dan metodologi. Analis Data bersiap menjadi analisis kebijakan, analis kebencanaan, saintis data atau aktuaris. “Prodi Statistik UII memiliki motto Gengam Data Kuasai Dunia,” tandas Edy Widodo.

Dosen Prodi Statistik UII, Dr Raden Bagus Fajriya Hakim mengatakan banyak Data Scientist di berbagai perusahaan Indonesia berasal dari Singapura, India dan lain-lain. Karena itu, peningkatan mutu calon Data Scientist perlu ditingkatkan agar lulusan Prodi Statistik Indonesia tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi luar negeri.

“Pengembangan kurikulum Prodi Statistik mutlak dilakukan. Sebab ini tidak hanya menyangkut kampus, mahasiswa, dan dosen. Tetapi menyangkut pengembangan masarakat secara keseluruhan,” kata Fajriya.

Sementara Eko Cahyono mengungkapkan Prodi Statistik Unair Surabaya mendapatkan bimbingan dari Prof Ahmad Fauzy. Kini Prodi Statistika Unair Surabaya sudah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) A. “Diharapkan kunjungan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas akademik kedua Prodi Statistika Unair dan UII,” kata Eko.

Tim DIII Analisis Kimia UII Juara OSML

Tim Program Studi (Prodi) DIII Analisis Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII), Ayu Annisa, Anisah Asma Nadia, dan Annisa Dwi Fahmi keluar sebagai Juara I Olimpiade Sistem Manajemen Laboratorium (OSML) 2018, Sabtu (1/12/2018). Sedang tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) Juara I diraih tim SMK Depok 2 Sleman, Dhian Ayu Susanti, Angelica Maria Otakena Tyasuci, dan Dewi Meiliyan Ningrum.


Dijelaskan Ketua Panitia OSML, Kuntari MSc, peserta tingkat mahasiswa diikuti perguruan tinggi dari Surabaya, Solo, Semarang, Palembang, dan Yogyakarta. Ada 24 tim yang mengajukan proposal perguruan tinggi. Sedang tingkat SMA/K ada 11 proposal.
“Ada empat fungsi utama manajemen laboratorium yaitu merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Namun, kurangnya pengetahuan dan pengalaman dari personil yang terlibat dalam laboratorium sering menjadi penghambat dalam manajemen laboratorium. Lomba ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan personil laboratorium,” kata Kuntari kepada wartawan di sela-sela penyerahan hadiah, Sabtu (1/12/2018).
Lebih lanjut Kuntari mengatakan penilian Olimpiade ini melalui beberapa tahap. Pertama, penilaian terhadap ringkasan makalah yang telah disusun. Kedua, penilaian makalah yang dikirimkan ke panitia. Ketiga, presentasi makalah yang telah disusun. Kelima, adu cepat dan tepat untuk menyelesaikan masalah.
Peserta dari perguruan tinggi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan Yogyakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisanga Semarang, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), UII Yogyakarta. Selain itu, Politeknik Perkapalan Negeri (PPN) Surabaya, Universitas Kristen Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Akademi Minyak dan Gas (Migas) Palembang.

Juara II katagori perguruan tinggi di raih Tim Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan, Joanne Salres Ramadhani, Fazlur Ansyari dan Said Wigo Ardiyanto. Juara III, tim UNS yaitu Lusy Rizkya Miliyartha, Aulia Rahmah, dan Istin Krisnawati. Sedang Juara Harapan I diraih tim UIN Walisongo yaitu Setyo Wati, Laely Faizatun Fuadah, dan Nela Fitriatul Hikmah. Juara Harapan II diraih tim UMS yaitu Jumini Khaerunnisa, Ika Rahma Maulida, dan Anisa Cahyani Aprilia.
Sedang katagori SMA/K Juara II diraih tim SMKN 1 Cangkringan yaitu Habib Aulia Hakim, Yuliana Farhani, dan Rafika Fajar Ismawati. Juara III juga diraih tim SMKN 1 Cangkringan yang terdiri dari Maulid Fajar Nugroho, Nugi Triyovi Yanto, dan Budi Stiyawan. Juara Harapan I tim SMKN 1 Cangkringan yaitu Nira Dwi Ariska, Dwi Novida, dan Qoirul Amanati. Juara Harapan II tim SMKN 1 Cangkringan terdiri dari Fajar Agus Saputro, Fitria Puspitawati, dan Yuniantin.

Ketua Prodi DIII Analisis Kimia FMIPA UII, Dr Tri Esti Purbaningtyas mengatakan Prodi D III Analisis Kimia merupakan program pendidikan profesional yang diharapkan dapat melahirkan profesional muda setingkat ahli madya yang kompeten sebagai penguji laboratorium di bidang analisis kimia. Karena itu, kurikulumnya berorientasi pada keterampilan kerja di laboratorium.
“OSML dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman manajemen laboratorium. Selama ini, baru dua kali dilakukan OSML. Pertama, tahun 2016 dilakukan Laboratorium Mania di Jakarta. Kedua, dilaksanakan Prodi DIII Analisis Kimia UII,” kata Tri Esti Purbaningtyas.
Sementara guru SMKN 1 Cangkringan, Sriyati SPd mengatakan sangat menyambut baik OSML. Sebab olimpiade ini bisa memberikan pengetahuan dan wawasan manajemen laboratorium.

“Saat ini, untuk tingkat SMA/K manajemen laboratorium belum sesuai dengan ISO yang internasional. Insya Allah kami akan membekali anak-anak agar bisa mengelola laboratorium lebih baik lagi,” kata Sriyati, guru pendamping siswa mengikuti lomba.
(By: Heri Purwata)

Prodi Kimia UII Mendapatkan Visiting Profesor

Program Studi (Prodi) Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) mendapat visiting profesor selama sepekan, Senin-Sabtu (26/11-1/12/2018). Associate Profesor Juliana Jumal yang berasal dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) mengajar tentang kimia organik sintesis menggunakan bahan alam yang berguna sebagai bahan anti kanker dan anti oksidan.

“Visiting Professor ini bagian dari kurikulum Program Studi Kimia. Bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa diajar oleh dosen asing yang minimal bergelar profesor. Kuliah yang diajar oleh dosen dari luar negeri ini agar mahasiswa mempunyai nuansa diajar dosen asing dengan pengantar Bahasa Inggris,” kata Dr Dwiarso Rubiyanto, MSi, Ketua Program Studi Kimia kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/11/2018).

Lebih lanjut Dwiarso mengatakan mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang sama tentang ilmu kimia yang disampaikan dosen asing. Prodi Kimia UII sudah terakreditasi Royal Society of Chemistry (RSC) sejak tahun 2015, sehingga visiting professor menjadi keharusan.

“Untuk satu semester, minimal satu orang profesor mengajar di UII. Mengajar di kelas, kuliah tamu atau stadium general, diskusi yang bersifat kolaborasi untuk menjalin kerjasama dan tukar pengetahuan. Beliau memiliki indek yang tinggi dan pengalaman publikasi banyak,” kata Dwiarso.

Prof Juliana Jumal saat memberikan kuliah kepada mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UII Yogyakarta, Senin (26/11/2018). (foto : istimewa)

Selain Juliana Jumal, terang Dwiarso, ada satu lagi dosen dari USIM untuk mengikuti workshop minyak atsiri yaitu Dr Teuku Shafazila, Kamis-Sabtu (29/11-1/12/2018). Ia akan belajar minyak atsiri dan sharing riset yang telah dilakukan tentang minyak atsiri. Periode ini ada dua orang yang berbeda tujuan, tetapi dalam satu kesatuan dengan acara visiting professor.

Menurut Dwiarso, visiting professor ini sudah sering dilakukan sehingga mahasiswa sudah terbiasa mendengarkan kuliah dengan pengantar Bahasa Inggris. Kuliah ini juga dimaksudkan untuk memantapkan kebiasaan mahasiswa mendengarkan kuliah dengan Bahasa Inggris.

Mahasiswa juga didorong untuk aktif di dalam kelas dengan bertanya atau mengemukakan pendapatnya dalam bahasa Inggris. “Anak-anak itu lebih suka bertanya dengan bahasa Inggris. Penguasaan Bahasa Inggris juga menjadi persyaratan lulus,” ujarnya.

Dwiarso menilai ada beberapa keuntungan mendatangkan profesor dari luar negeri. Pertama, mahasiswa tidak mengalami kesulitan ketika melanjutkan studi di luar negeri. Kedua, kepercayaan diri mahasiswa menggunakan Bahasa Inggris meningkat. Sehingga setelah lulus, mereka bisa bersaing dengan tenaga asing.

108 Lulusan FMIPA UII Dibekali Softskill

Sebanyak 108 calon wisudawan-wisudawati Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII), mendapat pembekalan softkill di Auditorium, Senin (19/11/2018). Hal ini dimaksudkan agar lulusan FMIPA UII memiliki bekal kepercayaan diri untuk masuk dunia kerja.

Demikian diungkapkan Dekan FMIPA UII, Prof Riyanto PhD kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (19/11/2018). Pembekalan diberikan Dr Phil Emi Zulaifah MSc, dosen Psikologi UII Yogyakarta.

Lebih lanjut Riyanto mengatakan pembekalan ini memberikan materi tentang mempersiapkan lulusan untuk memperoleh pekerjaan sesuai yang diinginkan. Isinya, bagaimana cara membuat surat lamaran yang baik, bagaimana menghadapi interview yang baik, bagaimana mereka bisa bekerja secara tim.

Dari sisi hardskill atau keilmuan, kata Riyanto, Ilmu Farmasi, Statistik, Kimia Analis, Pendidikan Kimia, itu sudah mumpuni. Karena pembelajaran sudah sesuai dengan transkip yang telah dimiliki masing-masing wisudawan.

Namun, ujar Riyanto, kemampuan softskill ini masih kelewatan, seperti kemampuan berbicara di depan umum, team work, disiplin, kerja keras, under pressure, tidak didapatkan ketika kuliah. “Persiapan ini digunakan untuk menambah kemampuan softskill wisudawan-wisudawati agar memperlancar untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Riyanto.

Sementara Emi Zulaifah mengatakan saat ini ada 20,8 persen penduduk dunia menguasai 97 persen kekayaan. Sehingga kondisi di berbagai negara terjadi ‘sikut-sikutan’ agar bisa merebut kekayaan.

Namun era disrupsi atau era industri 4.0 ini justru menguntungkan generasi muda. Sebab banyak peluang kerja yang bisa diciptakan dan bisa memberikan penghasilan lebih banyak. “Di era disrupsi lapangan kerja tidak hanya ada di Indonesia saja. Tetapi lapangan pekerjaan itu ada di berbagai negara. Hanya saja diperlukan penguasaan bahasa dan budaya,” kata Emi.

Lebih lanjut Emi, mengatakan di masa depan 65 persen anak sekolah akan menghadapi pekerjaan baru dan pekerjaan itu belum ada di masa 5-10 tahun yang lalu. Namun sayang, skill dimiliki seseorang mengalami ketidakpastian atau skill instability. Sehingga seseorang dituntut agar terus melakukan reskilling atau upskilling (peningkatan kemampuan) secara kontinyu.

“Pekerja di masa datang harus menjadi orang yang lincah dan terus belajar. Merasa nyaman beradaptasi di tempat baru, dan memiliki keinginan untuk berpindah-pindah perusahaan,” kata Emi.

Politeknik Statistika STIS Studi Banding ke UII

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Politeknik Statistika STIS, Kamis (15/11/2018) melakukan studi banding ke Jurusan Statistika, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII). Politeknik Statistika STIS yang merupakan perguruan tinggi kedinasan Badan Pusat Statistik (BPS) ingin mengetahui pembelajaran yang dilakukan di Jurusan Statistika FMIPA UII.

Dijelaskan Humas FMIPA UII, Tuti Purwaningsih SStat, MSi, rombongan PPPM Politeknik Statistika STIS diterima Ketua Jurusan Statistika FMIPA UII, Dr Edy Widodo, MSi yang didampingi Dr RB Fajriya Hakim MSi. Rombongan mendapat penjelasan tentang perkembangan Data Science dari industri yang sedang dikembangkan Prodi Statistik UII oleh Fajriya Hakim.

Selain itu, kata Tuti, rombongan PPPM Politeknik Statistika STIS mendapat tentang big data dan kiprah alumni Jurusan Statistik UII yang sudah bekerja di berbagai perusahaan.

Edy Widodo sedang memaparkan tentang  Prodi Statistik FMIPA UII Yogyakarta, Kamis(15/11/2018).Sementara Fajriya Hakim menjelaskan di era industri 4.0, seluruh perusahaan memiliki website sendiri. Setiap hari, data website perusahaan-perusahaan besar terus bertambah besar.

“Data besar atau Big Data membutuhkan pengelolaan yang profesional sehingga data tersebut dapat digunakan untuk kemajuan perusahaan. Karena itu, dibutuhkan Data Scientist atau Statistikawan yang handal untuk mengolah Big Data,” kata Fajriya.

Kompetensi seorang Data Scientist, kata Fajriya, harus bisa merencanakan, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, mengintepretasikan hasil analisisnya, dan mempresentasikan data. Saat ini, sudah banyak metode baru untuk menganalisa big data tersebut. Di antaranya, mesin learning, random forex, dan banyak metode baru lainnya.

Untuk menciptakan Data Scientist yang handal, jelas Hakim, Prodi Statistika FMIPA UII telah menerapkan kurikulum tahun 2017 yaitu Enthusiasme Statistik. Kurikulum baru ini sudah mengacu kepada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia,red).

“Saat ini, kebutuhan Data Scientist di perusahaan-perusahaan besar sangat tinggi. Sedang ketersediaan Statistikawan relatif masih sedikit dan pemenuhan kebutuhan baru sekitar 10-20 persen. Sehingga terjadi saling membajak Data Scientist atau Statistikawan,” katanya.

(Red : Heri Purwata)

Workshop PKM V Bidang di FMIPA

Minggu 15 Oktober 2018 Fakultas MIPA UII menyelenggarakan workshop PKM V Bidang dengan tema “Menuju PIMNAS 32” yang diselenggarakan di ruang Auditorium FMIPA. Acara yang dibuka secara langsung oleh Prof. Riyanto, Ph.D., selaku Dekan tersebut diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa dari berbagai prodi di lingkungan FMIPA UII. Thorikul Huda selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni menuturkan bahwa tujuan diselenggarakan workshop adalah untuk memberikan motivasi sekaligus teknis pengusulan PKM V Bidang yang akan didanai pada tahun 2019. Thorik menambahkan bahwa FMIPA UII selalu mendominasi dalam pengusulan dan perolehan pendanaan PKM untuk setiap tahun khususnya di Universitas Islam Indonesia. “Kita harus selalu mempertahankan dan meningkatkan prestasi mahasiswa pada ini (red. PKM)” ungkap Thorik ketika ditemui usai pembukaan workshop.

Teknis pelaksanaan Workshop PKM tersebut dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang tergabung dalam Laser-C (Islamic Science and Research Club). Laser-C ini merupakan komunitas mahasiswa di FMIPA UII yang concern pada kegiatan-kegiatan ilmiah seperti kajian atau diskusi ilmiah. Luaran dari aktivitas workshop diharapkan semakin meningkat jumlah proposal yang diajukan dari tahun 2018. Tercatat pada tahun 2018 lebih dari 300 proposal diajukan oleh mahasiswa dari FMIPA UII. Pelaksanaan workshop juga dapat dijadikan pemetaan topic sekaligus bidang apa yang kiranya relevan untuk diajukan, misalnya untuk mahasiswa baru lebih baik mengajukan untuk bidang PKM Gagasan Tertulis, sedangkan untuk mahasiswa yang sudah di semester tiga keatas bias mengajukan PKM bidang yang lain karena sudah banyak ilmu yang didapatkan untuk memperkuat pengusulan proposal PKM di tahun 2019.

Workshop PKM V tersebut menghadirkan Beni Suranto, S.T., M.SoftEng. dan mahasiswa FMIPA UII yang berhasil meraih medali perak pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2018 yang dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta. Beni Suranto yan juga Direktur Pembinaan Kemahasiswaan UII banyak  menyampaikan informasi dan penjelasan tentang PKM V Bidang. Menurut Beni sapaan akrab Direktur Pembinaan Kemahasiswaa, UII akan memberikan apresiasi kepada peraih medali di ajang PIMNAS berupa uang pembinaan yang nilainya sampai dengan 20 juta.  Acara workshop diakhir dengan sesi penyampaian motivasi oleh peraih medali PIMNAS sampai dengan jam 12.00.

Mahasiswa UII Ubah Limbah Pertanian Jadi Pestisida

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unit 310-315 Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil mengubah limbah pertanian berupa jerami dan sekam padi menjadi enegi terbarukan dan pestisida. Limbah pertanian, jerami dan sekam padi diubah menjadi briket dan asap cair menggunakan alat pirolisis.

Mereka menyosialisasikan penggunaan pirolisis kepada anggota kelompok tani Desa Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bahkan hasil sulingan yang berupa asap cair telah diujicobakan sebagai pestisida organik bagi tanaman petani dan hasilnya cukup menggembirakan.

Dijelaskan Imam Sahroni, salah satu dosen pembimbing KKN Unit 310-315, selama ini, limbah pertanian yang berupa sekam hanya digunakan sebagai bahan pembakaran batu bata atau dibakar begitu saja. Petani belum memanfaatkan limbah tersebut secara optimal dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Sehingga mahasiswa KKN-PPM Unit 310-315 yang berada di bawah pembimbing utama Lutfia Isna Ardhayanti, berinisiatif mengolah limbah tersebut menjadi briket atau energi terbarukan dan asap cair atau pestisida. Kemudian mahasiswa KKN-PPM UII menyosialisasikan cara pengolahan tersebut kepada anggota kelompok tani.

“Sosialisasi dan pelatihan ini bertujuan memberikan informasi tambahan mengenai pemanfaatan limbah sekam dan jerami yang dapat diubah menjadi energi alternatif dalam bentuk briket dan pestisida alami yang berupa asap cair. Diharapkan temuan ini dapat meningkatkan perekonomian warga,” kata Roni, panggilan akrab Imam Sahroni.

Sosialisasi dan pelatihan, jelas Roni, dilakukan di Desa Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo yang dilaksanakan secara bergantian di setiap perdukuhan atau kelompok tani. Sehingga setiap pedukuhan atau kelompok tani mampu mengolah limbah pertanian menjadi alternatif energi terbarukan dan pestisida alami.

Sosialisasi dan pelatihan tersebut diikuti empat kelompok tani yaitu Kelompok Tani Makmur I, II, III dan IV. Mereka berasal dari Dusun Krajan, Dusun Abean, Dusun Adinegaran dan Dusun Ketundan.

Dalam sosialisasi, mahasiswa tidak hanya memberikan paparan mengenai proses pembuatan briket dan asap cair dari limbah sekam padi. Mereka mengajak warga berpartisipasi dalam membuat produk tersebut melalui simulasi pembuatan produk. Warga diberikan gambaran mengenai pemasaran produk hingga gambaran produksi skala besar.

Prodi Pendidikan Kimia UII Latih Siswa SMAN I Muntilan

Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) menerima 248 siswa kelas XI IPA SMAN I Muntilan, Jawa Tengah. Siswa mendapat pelatihan dari Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII meliputi pembuatan pasta gigi, elektroplating, penyulingan minyak atsiri, Kamis (20/9).

Kepala Program Studi Pendidikan Kimia, Krisna Merdekawati, mengapresiasi jajaran guru SMAN 1 Muntilan atas inisiasi untuk mengajak siswa ke FMIPA UII. Sehingga siswa SMAN I Muntilan dapat mengenal pelajaran kimia secara lebih komprehensif.

Lebih lanjut Krisna mengatakan Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII memiliki komitmen untuk memberikan sumbangsih pada kemajuan pendidikan kimia. Di antaranya, memberian pelatihan-pelatihan kepada siswa, guru, maupun masyarakat.

Sedang Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMAN 1 Muntilan, Subagyo, mengatakan  kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada dunia kampus dan menambah wawasan siswa tentang aplikasi kimia. Selama ini, siswa masih sering menganggap kimia sebagai pelajaran yang sulit dan tidak aplikatif.

“Melalui kunjungan laboratorium siswa secara riil melihat aplikasi kimia dalam dunia industri maupun kehidupan sehari-hari. Siswa juga mengenal instrumen kimia, seperti AAS, spektrofotometeruv-vis, HPLC, GC-MS, FTIR, XRD,” kata Subagyo di sela-sela mendamping siswanya di Kampus FMIPA UII.

Menurut Subagyo, siswa menujukkan respons positif selama kegiatan berlangsung. Siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Siswa menjadi tahu beberapa contoh aplikasi kimia dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga melihat secara langsung beberapa instrumen yang digunakan untuk keperluan analisis kimia.

Sementara Dekan FMIPA UII, Prof Riyanto menyampaikan FMIPA membuka kesempatan kepada sekolah-sekolah untuk mengadakan kunjungan ataupun mengikuti pelatihan di FMIPA UII. “FMIPA UII terbuka bagi sekolah-sekolah yang ingin belajar kimia,” kata Riyanto.

 

(Republika)

Ganjar Fadillah Raih Metrohm Young Chemist Award 2018

Ganjar Fadillah (27), dosen muda Program Studi D3 Analisis Kimia, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) meraih Metrohm Indonesia Young Chemist Award 2018. Ia berhasil menjadi juara pertama dan mengalahkan peserrta dari Universitas Indonesia (UI) dan profesional alumni UI.

Ganjar mendapatkan hadiah berupa piagam dan uang sebesar Rp 30 juta. Ganjar juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Kantor Pusat Metrohm di Swiss bersama dengan pemenang pertama dari berbagai negara.

“Senang mendapat award ini. Semoga ini bisa memotivasi diri sendiri untuk melakukan yang lebih baik lagi dan levelnya lebih tinggi,” kata Ganjar Fadillah kepada wartawan di Kampus FMIPA UII Yogyakarta, Senin (17/9/2018).

Dijelaskan Ganjar, dirinya tertarik untuk mengikuti kompetisi ini karena temanya sangat berkaitan dengan penelitiannya. Kemudian Ganjar mengirimkan summary ke Metrohm Indonesia untuk dilombakan. Ternyata Ganjar mendapat panggilan dan diminta untuk memaparkan hasil penelitian di hadapan juri, Jumat (14/9/2018) lalu.

Juri, kata Ganjar, ada lima yaitu sales, marketing, kepala Metrohm, dan tim laboratorium. Ganjar mempresentasikan hasil penelitiannya tentang ‘Pengembangan Sensor Kimia Berbasis Polimer Bercetakan Molekul untuk Analisis Antioksidan BHA pada Sampel Pangan.’

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan Butil Hidroksi Anisol (BHA) merupakan senyawa aditif yang banyak ditemukan pada produk-produk pangan. Senyawa ini mudah mengalami oksidasi seperti minyak goreng dan mentega.

Penggunaan senyawa ini dalam konsentrasi yang besar dapat mengakibatkan efek karsinogenik sehingga analisis senyawa ini sangat penting. Analisis senyawa ini dapat dilakukan dengan metode elektrokimia seperti voltammetri. Namun untuk meningkatkan tingkat sensitivitas dalam analisis senyawa tersebut diperlukan suatu modifikasi polimer bercetakan molekul di permukaan elektroda.

“Pada penelitian ini, modifikasi tersebut menunjukan kinerja yang baik dengan limit deteksi pengukuran sebesar 0,94 μM dan hasil analisis menujukan hasil yang tidak jauh berbeda dengan metode pembanding seperti HPLC (High Performance Liquid Chromatography,red),” kata Ganjar.

Metrohm Young Chemist Award 2018 merupakan salah satu agenda yang diadakan Perusahaan Metrohm yang bertepatan dengan peringatan 75 tahun. Metrohm didirikan oleh Bertold Suhner, seorang ilmuan muda dan cerdas. Beberapa tema yang diangkat dalam kegiatan ini antara lain elektrokimia, spektroskopi, titrasi dan ion kromatografi.

 

(red: Hery Purwata)