FMIPA JALIN KERJASAMA DENGAN PRINCE OF SONGKLA UNIVERSITY THAILAND

Di era sekarang ini, tidak bisa lagi berfikir secara nasional, namun sudah harus secara global. Perguruan tinggi sudah harus mengarah pada global kompetitif untuk menghadapi dampak dari MEA. Untuk itu Fakultas MIPA UII terus meningkatkan net-working dengan perguruan tinggi luar negeri, demikian sambutan Dekan Fakultas MIPA UII, Drs. Allwar, M.Sc. Ph.D. dalam acara penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement) dengan Fakultas Science, Prince of Songkla University (PSU), bertempat di PSU, Hat Yai, Thailand, (18/5)

Lebih lanjut Allwar menjelaskan bahwa dalam MoA tersebut kedua fakultas sepakat untuk bekerjasama dalam bidang joint research (penelitian), pengiriman dosen, pertukaran mahasiswa, seminar, workshop dan pengembangan budaya.

Oleh karena itu dalam waktu dengan, menurut Allwar, akan segera ditindaklanjut dengan program-program yang riil, yang melibatkan program studi di lingkungan Fakultas MIPA UII dan tidak menutup kemungkinan melibatkan program studi di lingkungan UII.

Hadir dalam cara tersebut dari FMIPA UII, Drs. Allwar, M.Sc.Ph.D. (Dekan), Dr. Is Fatimah, M.Si. (Kaprodi Kimia), Dr. Riyanto, M.Si. (Kaprodi Pendidikan Kimia), Thorikul Huda, M.Si. (Kaprodi D3 Analis Kimia), Ayundiyah Kesumawati, M.Si. (Sekprodi Statistika), Sunaryo Md. (Ka.Unit Humas dan Promosi)

Sementara itu dari Fakultas Science PSU Thailand, Prof. Dr. Wilaiwan Chotigeat (Dekan Fakultas Science PSU), dan didampingi dosen PSU-Thailand Prof. Dr. Anchana Prathep, Prof. Dr. Wiphada Wettayaprasit, Prof. Dr. Kanda Panthong, dan staf internasional program PSU-Thailand Mrs Jittima Phosena, serta pengajar.

 

KUNJUNGAN UNIVERSITAS TULANG BAWANG LAMPUNG KE PRODI FARMASI FMIPA UII

Pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2016, Mahasiswa Universitas Tulang Bawang Lampung  mengadakan kunjungan ke Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia yang diikuti 80 Mahasiswa dan 6 Dosen Pendamping, dalam rangkaian acara Studi Banding. Kunjungan ini dilaksanakan mengingat besarnya minat dan rasa ingin tahu mahasiswa/i tentang bagaimana proses pembelajaran di Prodi Farmasi Fakultas MIPA UII serta mahasiswa dapat dipandu untuk memetik ilmu teknologi dan praktek di Prodi Farmasi FMIPA UII.

Berlokasi di Auditorium Fakultas MIPA UII 80Mahasiswa dan 6 Pendamping diterima oleh Dekan Fakultas MIPA Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. Pada sambutannya Drs. Allwar menyampaikan terimakasih atas kunjungan dari Universitas Tulang Bawang Lampung. Dan memaparkan bahwa UII merupakan perguruan tinggi swasta nasional tertua di Indonesia yang lahir di Jakarta pada tanggal 8 Juli 1945 (40 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia), dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI).1

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan penayangan slide profil Prodi Farmasi FMIPA UII kemudian paparan proses pembelajaran dan praktikum yang di sampaikan oleh Kaprodi Farmasi Pinus Jumaryatno, M. Phil., Ph.D., Apt, mendapatka antusias yang sangat baik dari mahasiswa dan dosen pendamping. Beberapa pertanyaan bergulir dalam rangkaian tanya jawab.

3

Diakhir acara tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak antara FMIPA UII  Universitas Tulang Bawang Lampung.

4

5

Acara ditutup dengan kunjungan para mahasiswa/I dan dosen pembimbing Universitas Tulang Bawang Lampung ke laboratorium-laboratorium Prodi Farmasi yang didampingi mahasiswa/I dari Prodi Farmasi FMIPA UII  untuk mendapatkan penjelasan cara kerja alat-alat tersebut.6

DR. IS FATIMAH MENJADI YANG TERPRODUKTIF DOSEN UII DAN RUNNER UP DOSEN BERPRESTASI UII 2016

Di tahun 2016 ini, kembali Prodi Kimia meraih prestasi, kali ini prestasi disumbangkan oleh dosen tetap Prodi Kimia FMIPA UII yaitu Dr. Is Fatimah. Prestasi yang diraih oleh Dr. Is Fatimah kali ini adalah menjadi Dosen Terproduktif dan menjadi Runner up Dosen Berprestasi tingkat Universitas Islam Indonesia. Capaian yang ditorehkan oleh ibu tiga anak ini, mengulang pada tahun-tahun sebelumnya. untuk kategori Dosen Terproduktif, beliau meraihnya di tahun 2004, 2019, 2010, 2011, 2013 yang lalu. Sedangkan untuk kategori Dosen terproduktif beliau memulainnya di tahun 2004, dulu masih bernama kategori Dosen Teladan, bahkan pada tahun 2011, Kaprodi Kimia periode 2014-2018 ini, meraih Dosen Berprestasi Tingkat Nasional dan termasuk 15 dosen Berprestasi seluruh indonesia. Dan pada tahun 2016 ini beliau meraih juara ke dua dosen berprestasi tingkat UII. Prestasi ini diraih bertepatan pada acara pidato Milad ke-73 UII, ketika diumumkan, hasil penjurian beliau hanya berbeda 2 poin saja dengan juara pertama.

13124511_10207029673124161_3401482167148111566_n

13151982_10207029672724151_6240438739951173390_n

73 TAHUN, UII TURUT BERPERAN MEMBANGUN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali memperingati hari kelahirannya, yang kali ini telah memasuki uisa ke-73 tahun. Bertempat di Auditorium Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII pada Rabu (4/5), acara peringatan berlangsung dengan khidmat. Peringatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kiprah panjang UII turut serta membangun ranah pendidikan di Indonesia.
Turut hadir diantaranya, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Ainun Na’im, Ph.D, Koordinator Kopertis Wilayah V, Dr. Bambang Supriyadi, CES, DEA., Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf  UII, Dr. Ir. Luthfi Hasan, MS., para Guru Besar dan Anggota Senat UII, serta Tenaga Edukatif dan Tenaga Kependidikan di lingkungan UII.
Pada peringatan milad UII ke-73 dipilih tema “Meneguhkan Nilai Islam menuju Universitas yang Berdaya Saing Global”.  Tema ini seperti disampaikan Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dalam pidatonya, pemilihan tema guna meneguhkan kembali nilai-nilai Islam sebagai motor penggerak menuju UII yang berdaya saing global.
Disampaikan Dr. Harsoyo, tantangan dalam dunia pendidikan tinggi semakin meningkat setelah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diberlakukan. Di sisi lain, upaya UII untuk meraih keunggulan sampai saat ini juga dinilai masih belum tampak sebagai suatu hasil pengimplementasian nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran, etos kerja, pengembangan sistem, karakter mahasiswa dan alumni maupun reputasi institusi.
Lebih lanjut disampaikan Dr. Harsoyo, UII diharapakan dapat membangun keunggulan dalam keislaman, pembelajaran, etos kerja, sistem dan infrastruktur, mahasiswa berkarakter, alumni dan keunggulan profil institusi. ”Oleh karena itu, peneguhan kembali nilai-nilai Islam sebagai motor penggerak dan daya saing UII dalam menghadapi kompetisi global mutlak diperlukan,” tandasnya.
Disampaikan Dr. Luthfi Hasan, di usia 73 tahun UII telah berada pada posisi on the right track menuju tujuan harapan dan cita-cita para founding fathers dan para pemimpin bangsa saat didirikannya. Namun demikian menurutnya, UII yang memiliki latar belakang ideologis harus segera melakukan akselerasi dalam dua hal. Pertama akselerasi untuk menguatkan eksistensi UII, baik dalam lingkungan lokal, regional maupun global. ”Peran UII sebagai universitas yang memiliki banyak potensi keilmuan sangat dinanti dan ditunggu oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai universitas Islam terbesar di Indonesia, disampaikan Dr. Luthfi Hasan, peran UII dalam islam global community akan sangat bermanfaat dalam menuguhkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamin. Sementara akselerasi kedua menurut Dr. Luthfi Hasan,  perlunya melakukan peningkatan kualitas lulusan, baik dari aspek keilmuan, profesionalisme juga akhlakul karimah. Dimana hal ini juga menjadi tangtangan yang cukup berat bagi perguruan tinggi di Indonesia saat ini. ”Perguruan tinggi harus  dapat menyiapkan lulusannya untuk dapat berkompetisi, minimal dalam ranah ASEAN Comunity,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan Dr. Luthfi Hasan, untuk melakukan akselerasi kedua hal tersebut diperlukan persamaan visi seluruh warga UII dibawah koordinasi pimpinan universitas. Kebijakan dan kemudahan yang ditentukan oleh Kemntrian Riset Dikti menurutnya harus dapat disikapi dengan arif. Dicontohkan, kebijakan tentang rasio dosen dan mahasiswa yang telah berdampak pada bertambahnya ratusan jumlah dosen di UII.
”Hal ini tidak sederhana, akan menyangkut banyak aspek universitas dan dengan dukungan yayasan harus segera melakukan penataan baik dalam pengaturan tugas dosen, pembinaan kompensasi dan penguatan komitmen dosen,” tuturnya.
Sementara itu, Prof. Ainun Na’im, dalam kesempatannya menyampaikan, terdapat banyak keterbatasan yang dijumpai olehnya, seperti perlunya integrasi kebijakan nasional dan peningkatan pengeluaran untuk research dan pengembangan  agar dapat memberikan insentif pada peniliti dan inovator serta pengusaha. Dalam kancah seperti ini, menurutnya peran UII sangat penting.
”Dengan misi sebagai lembaga yang rahmatan lilalamin, pengalaman 73 tahun  dalam penyebaran dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  serta inovasi  telah menjadi pondasi UII untuk mengantarkan bangsa ini menjadi negara yang sejahtera serta menjadi negara yang maju dan damai,” tuturnya.
Pada peringatan milad UII ke-73 juga ini juga berlangsung penyerahan penghargaan bagi tenaga edukatif dan tenaga kependidikan UII serta pembacaan orasi ilmiah oleh dosen Program Studi Akuntansi UII, Hendi Yogi Prabowo, SE, MForAccy, PhD. Adapun tema orasi ilmiah yang diangkat yakni “ Memaknai Integritas dan Akuntabilitas sebagai “Universal Currencies of Highest Value” dalam Era Modernisasi dan Globalisasi”.

MAHASISWA FAKULTAS MIPA UII KEMBANGKAN PESTISIDA ALAMI DARI LIMBAH INDUSTRI ROKOK

Limbah industri rokok yang berupa sisa-sisa tembakau ternyata masih memiliki nilai guna yang dapat dimanfaatkan. Di tangan sekelompok mahasiswa UII yang kreatif, limbah tersebut justru dimanfaatkan sebagai bahan untuk mengembangkan pestisida alami yang ramah lingkungan. Lewat penelitian intensif, mereka berupaya menggali manfaat limbah sisa tembakau untuk membantu petani tanaman cabai dalam menghadapi hama ulat grayak. Serangan hama ulat grayak seringkali menjadi momok bagi petani cabai karena sifatnya yang meluas dan merusak.

Selama ini, para petani masih mengandalkan penggunaan pestisida sintesis untuk membasmi hama tersebut. Padahal penggunaan pestisida sintesis yang berkepanjangan berpotensi merusak keseimbangan ekosistem dan mencemari lingkungan. Pengenalan kembali pestisida alami diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani untuk menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan aman dikonsumsi.

Sebagaimana disampaikan oleh Indrasti Dwi Pujilestari, salah seorang mahasiswa Fakultas MIPA UII yang terlibat aktif dalam penelitian ini. Ia melakukan penelitian bersama tiga orang rekannya yang berasal dari Prodi Kimia UII, yakni Cahyati, Rizqy Nurlestari, dan Marlina.

“Limbah industri rokok yang kami manfaatkan berupa sisa daun dan tangkai tembakau, di mana jumlahnya sangat melimpah. Kedua bagian itu jika diekstrak memiliki kandungan zat alkaloid nikotin yang tinggi. Itu sejenis neurotoksin yang sangat ampuh jika digunakan pada serangga”, ungkapnya. Ia menjelaskan cara kerja pestisida alami ini adalah dengan mengganggu sistem saraf pusat serangga yang terpapar oleh zat nikotin. Meski demikian, residu dari pestisida ini akan lebih mudah terurai di alam sehingga tidak merusak lingkungan.

Ditambahkan oleh Rizqy Nurlestari, untuk mengekstrak kandungan zat dari limbah tembakau dibutuhkan beberapa proses. Pertama-tama, limbah tembakau dihaluskan terlebih dahulu dan direndam dalam larutan metanol. “Selanjutnya, ekstrak yang diperoleh kemudian disaring dan pelarut metanolnya diuapkan untuk memperoleh ekstrak kasar. Ekstrak kasar ini kemudian diolah hingga menghasilkan senyawa alkaloid yang siap digunakan sebagai larutan pestisida”, ujar mahasiswi asal Singkawang itu.

Indrasti mengungkapkan pengujian pestisida alami dilakukannya baik di dalam laboratorium dan secara langsung pada tanaman cabai yang dihinggapi ulat grayak. Dalam laboratorium, ulat grayak diberi makanan daun cabai yang sebelumnya telah disemprot dengan pestisida alami dan dioven. Hasilnya, setelah beberapa waktu ulat grayak yang mengkonsumsi daun tersebut nampak lemas dan beberapa di antaranya mati.

Meski demikian, Indrasti menilai masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui kombinasi larutan ekstrak limbah tembakau yang paling efektif sebagai pestisida alami. Selain itu, ia juga masih berupaya mengembangkan metode pembuatan pestisida itu yang mudah diaplikasikan oleh para petani cabai di lapangan.

119 APOTEKER BARU DARI UII IKUTI PROSESI PENGAMBILAN SUMPAH OLEH KFN

Sebanyak 119 orang apoteker baru lulusan Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia hari ini menjalani prosesi pengambilan sumpah apoteker di Gedung K.H. Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII.

Prosesi pengambilan sumpah tersebut dilakukan langsung oleh Komite Farmasi Nasional yang diwakili oleh Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt. Dan disaksikan oleh Rektor Universitas Islam Indonesia Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. Pengambilan sumpah tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa apoteker lulusan UII telah siap untuk terjun dan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan bagi kemaslahatan dan kesehatan masyarakat.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada pelaksanaan sumpah apoteker kali ini berhasil diraih oleh Agustia Darmayanti, dengan IPK 3,88 (tiga koma delapan puluh delapan). Hingga angkatan ke XXVI tersebut, tercatat 2.651 apoteker telah diluluskan dan diambil sumpahnya oleh UII.

Selanjutnya Dekan Fakultas MIPA UII Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. menyerahkan sebanyak 119 apoteker baru kepada Moch. Saiful Bachri, Ph.D., Apt. Ketua Pengurus Daerah Propinsi DIY Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Pemerintah melalui Dinas KEsehatan Propinsi DIY yang diterima oleh Drs. Elvy Effendi, M.Si., Apt. untuk berkontribusi dalam dunia kesehatan.

Dr. Harsoyo menyampaikan bahwa UII berharap dengan semakin banyaknya apoteker yang diluluskan oleh UII maka dapat berkontribusi bagi dunia kesehatan di Indonesia. ”Semakin banyaknya apoteker yang diluluskan oleh UII menunjukkan bahwa UII turut serta mewujudkan terciptanya kesehatan nasional melalui kontribusi tenaga apoteker yang berkualitas. Terlebih lagi dengan semakin beratnya tantangan ke depan di bidang kefarmasian yang akan dihadapi oleh para penyandang profesi apoteker di tanah air, tak terkeculai para apoteker lulusan UII.” Ujar Dr. Harsoyo.

Dr. Harsoyo juga menyoroti permasalahan terkait obat-obatan yang hingga saat ini belum terselesaikan yaitu permasalahan peredaran obat palsu serta penyalahgunaan obat terlarang atau narkoba. ”Peredaran obat palsu serta penyalahgunaan narkoba tidak mungkin dapat teratasi jika tidak terjalin sinergi yang baik antara pemerintah dengan para tenaga apoteker dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta menindak secara tegas para penjual obat-obatan palsu dan ilegal. Kami juga menitipkan nama baik universitas ini di pundak saudara sekalian. Dengan menjaga diri saudara-saudara sekalian dari penggunaan narkoba, serta tidak terlibat korupsi sekecil apapun.” Papar Dr. Harsoyo.

Sedangkan Drs. Nurul Falah menjelaskan bahwa pengaturan pemberian informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai harga obat kepada masyarakat merupakan tantangan bagi para apoteker. ”Merupakan tantangan bagi Apoteker untuk memberikan informasi yang lebih profesional. Tentunya dengan membekali diri dengan informasi yang akuntable.” Ujar Dr. Nurul Falah.

”Pemberian obat yang efektif, aman, dan dengan harga yang wajar adalah hal prioritas untuk diupayakan. Pemerintah terus berupaya untuk menjamin ketersediaan dan Pemerataan, Keamanan dan Mutu, serta Keterjangkaunya harga obat.” Tegasnya.

KUNJUNGAN SMAN 1 PARIGI PANGANDARAN JAWA BARAT

Pada hari Senin tanggal 29 Januari 2016, sebanyak 90 siswa dan guru dari SMAN 1 Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat mengadakan kunjungan ke Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia.

Berlokasi di Auditorium Fakultas MIPA UII sebanyak 90 siswa dan guru diterima oleh  Bp. Thorikul Huda, M.Sc yang mewakili Dekan FMIPA UII dan juga selaku Kaprodi dari d3 Analis Kimia menyampaikan terimakasih atas kunjungan dari SMAN 1 Parigi. Dalam kesempatan ini Bp. Thorikhul Huda memaparkan bahwa UII merupakan perguruan tinggi swasta nasional tertua di Indonesia yang lahir di Jakarta pada tanggal 8 Juli 1945 (40 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia), dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI). Sekolah Tinggi Islam (STI) dibidani oleh tokoh-tokoh nasional seperti Dr. Mohammad Hatta (Proklamator dan mantan Wakil Presiden RI), Moh. Natsir, Prof. KHA. Muzakkir, Mohamad Roem, KH. Wahid Hasjim, dll, menjadikan STI sebagai basis pengembangan pendidikan yang bercorak nasional dan Islamis serta menjadi tumpuan harapan seluruh anak bangsa.

1

Selain sejarah berdirinya UII, siswa-siswi SMAN 1 Parigi juga mendapatkan informasi tentang berbagai karir alumni, prestasi mahasiswa, posisi UII dengan perguruan tinggi lain, pengakuan lembaga secara nasiona maupun internasional.  Berbagai macam skema beasiswa baik secara internal maupun eksternal yang secara rutin dipaparkan kepada siswa SMAN 1Parigi.

Masih dalam pembahasasn yang sama Bp. Thorik juga menjelaskan tentang system penerimaan mahasiswa baru di lingkungan UII, dalam penjelasannya beliau memaparkan bahwa ada jenis PMB yang dilaksanakan di UII yaitu computer based test (CBT), paper based test (PBT) dan penelusuran siswa berprestasi. Untuk informasi lebih lanjut tentang PMB UII dapat diakses di website pmb.uii.ac.id “tutur Bp. Thorik.

2

Diakhir acara tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak antara FMIPA UII dengan SMAN 1 Parigi

3

FMIPA TUAN RUMAH PERTEMUAN IKATAN KELUARGA IBU-IBU (IKI) UII

Pertemuan Ikatan Keluarga Ibu-Ibu (IKI) UII merupakan media yang sangat bermanfaat bagi keluarga ibu-ibu UII, betapa tidak, seperti pertemuan IKI UII pada Jum’at 26 Februari 2016 di Gedung GKU UII Kampus Terpadu, dikemas begitu padat dan penuh ilmu serta penuh keakraban.

Pagi itu IKI UII punya acara dan sebagai tuan rumah adalah IKI Fakultas MIPA, maka kemasan materi nya  tidak jauh-jauh dari science. Menurut Yuli Rochyami, M.Sc. Ketua Panitia menjelaskan rangkaian acara diisi dengan ceramah dan aneka kreasi serta pemeriksaan kesehatan secara gratis.

DAGUSIBU

Materi ini disampaikan oleh Yulianto, S.Farm.Apt. dosen Farmasi FMIPA mengambil tema Dagusibu, Dagusibu merupakan singkatan DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang. Dagusibu merupakan slogan yang diperkenalkan oleh IAI (Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dengan tujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang mendapatkan obat, menggunakan obat, menyimpan obat serta membuah obat dengan cara yang benar.

Harapannya dengan materi ini para ibu-ibu dapat memahami akan pentingnya sebuah informasi tentang mendapatkan, menggunakan, menyimpan serta membuat obat.

3

WONDERFUL FAMILY

Materi Wonderful Family disampaikan oleh Ida Nur Laila, S.Si. Apt. tentang Merajuk Keindahan Keluarga

4

PELAYANAN KESEHATAN

Dalam rangkaian kegiatan IKI UII juga dilaksanakan pelayanan kesehatan secara grasi tentang pemeriksaan gula darah, pemeriksaan tekanan darah serta pemeriksaan gigi.

5

Hadir dalam acara tersebut Endang Tutik Yulianti (istri Bapak Rektor Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.),Dr. Farida Hayati, M.Sc. Wakil Dekan FMIPA, Dr. Yuni Nustini, MAFIS, Ak. (istri Bapak Allwar Dekan FMIPA), Emy Rohayati SH yang juga merupakan isteri Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. serta pengurus IKI UII dan aggota IKI UII.

KUNJUNGAN SMA ISLAM TERPADU AR-RAHMAN BANJARBARU KAL-SEL

Pada hari Kamis, 25 Februari 2016 sebanyak 24 siswa dari SMA Islam Terpadu Ar-Rahman Kabupaten Banjarbaru Kalimantan Selatan berkunjung ke FMIPA, kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Cahaya Ar-Arhman, Mawardi, S.P. M.Sc. dan guru pembimbing Winartiningsih, S.P.

Dalam sambutannya Drs. Allwar, M.Sc. Ph.D. Dekan FMIPA UII memaparkan bahwa UII merupakan perguruan tinggi swasta nasional tertua di Indonesia yang lahir di Jakarta pada tanggal 8 Juli 1945 (40 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia), dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI). Sekolah Tinggi Islam (STI) dibidani oleh tokoh-tokoh nasional seperti Dr. Mohammad Hatta (Proklamator dan mantan Wakil Presiden RI), Moh. Natsir, Prof. KHA. Muzakkir, Mohamad Roem, KH. Wahid Hasjim, dll, menjadikan STI sebagai basis pengembangan pendidikan yang bercorak nasional dan Islamis serta menjadi tumpuan harapan seluruh anak bangsa

5

Sementara Ketua Yayasan Mawardi, S.P. M.Sc. menjelaskan bahwa maksud dan tujuan dari kunjungan SMA Islam Terpadu Ar-Rahman ke Fakultas MIPA yaitu ingin mengenal lebih dekat tentang perguruan tinggi, sehingga diharapkan para siswa ketika akan memasuki perguruan tinggi sudah mempunyaI gambaran yang jelas akan perguruan tinggi yang akan dipilihnya

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan penayangan slide profil Universitas Islam Indonesia kemudian paparan proses penerimaan mahasiswa baru di lingkungan kampus UII yang disampaikan oleh Bp. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D selaku Kaprodi Pendidikan Kimia dan mendapatka antusias yang sangat baik dari siswa dan guru pendamping. Beberapa pertanyaan bergulir dalam rangkaian tanya jawab terkait proses penerimaan mahasiswa baru dengan jalur khusus, salah satunya dalam penerimaan mahasiswa baru jalur beasiswa untuk calon mahasiswa yang Hafidz Qur’an.

3

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak antara FMIPA UII dengan SMA IT AR-RAHMAN BANJARBARU

2

 

DOSEN MENJADI GARDA DEPAN DALAM MENCETAK CENDEKIAWAN

Dalam upaya implementasi Nilai-nilai Ke-Islaman dalam kuliah perlunya komitmen pada diri para dosen untuk memahami akan strategi yang harus diterapkan, sehingga apa yang akan dilakukan dapat diterima oleh mahasiswa, demikian disampaikan Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) dalam acara Workshop Pembekalan Dosen Baru Fakultas MIPA UII, di kampus Fakultas MIPA UII Jalan Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta (24/2/2016).

rektor

Oleh karenanya penerapan syari’at Islam dan pengembangan ilmu, para dosen menjadi garda depan untuk mengkomunikasikan tentang visi dan misi UII, yaitu UII sebagai Rahmatan Lil ‘alamin, memiliki pada kesempurnaan, serta bertujuan membentuk cendekiawan muslim berakhlak mulia, berilmu amaliah dan beramal ilmiah.
Harsoyo yang menyampaikan materi Komitmen dan internalisasi Nilai-nilai ke-Islaman, Urgensi dan Motivasi Penerapan Syariat Islam baik di Perkuliahan maupun dalam keseharian
Workshop ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan fokus pengembangan UII sebagai excellent teaching university pada 2015 – 2022, salah satu aspek yang harus dipersiapkan adalah peningkatan kualitas pembelajaran, dan workshop pembekalan dosen baru FMIPA bertujuan untuk memberikan motivasi, urgensi kepada dosen baru FMIPA tentang internalisasi nilai-nilai ke-Islaman dalam perkuliahan dan peran aktif dalam dakwah, serta memberikan bekal kepada dosen baru tentang tupoksi dosen dalam catur dharma dan mengasah ketrampilan dasar mengajar.
Selan Rektor sebagai pembicara, dalam workshop yang dikemas selama satu hari ini menghadirkan pembicara Drs. Allwar, M.Sc. Ph.D.

dekan

Dengan materi Tugas dan Fungsi Dosen Dalam Pelaksanaan Catur Dharma serta Pengurusan Jabatan Akademik dan penilaian CCP; Riyanto, M.Si.Ph.D. dengan materi Ketrampilan Dasar Mengajar, adapun Praktek Mengajar disampaikan oleh Dr. Farida Hayati, M.Si., dan Dr. Jaka Nugraha, M.Si.
Hadir sebanyak 25 dosen baru FMIPA dari Prodi Kimia, Pendidikan Kimia, Statistika dan Farmasi.