Magister Farmasi gandeng Pusat  Studi Herbal UII edukasi masyarakat cara hidup sehat.

FMIPA UII — Program Studi Magister Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia bekerja sama dengan Pusat Studi Obat Herbal (PSOH) Universitas Islam Indonesia baru baru ini menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk SEHATI (Sehat dengan Herbal Tradisional dan Senam Aktif) pada Minggu 25 Jumadil Awal 1447 H/ 16 November 2025 di Desa Donolayan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Kegiatan yang dilaksanakan sehari ini diawali dengan olah raga bersama warga melalui senam sehat dan dilanjutkan dengan kegiatan edukasi dan juga pelatihan pembuatan jamu yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Puluhan warga sejak pagi berkumpul di lapangan desa untuk mengikuti senam sehat bersama yang berlangsung sekitar satu jam. Warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini selain dikemas dengan sangat menarik, Tim juga menyediakan jamu kunyit asem dan beras kencur yang bisa dinikmati seluruh peserta. Setelah senam dan minum jamu bersama kegiatan berlanjut dengan sesi penyuluhan yang membahas berbagai jenis obat tradisional. Pada sesi ini warga juga diperkenalkan dengan beragam tanaman obat yang umum dijumpai, manfaat kesehatannya, serta cara mengolahnya secara benar dan aman. Banyak peserta terlihat antusias mencatat informasi karena sebagian besar tanaman tersebut tumbuh di sekitar rumah mereka kemudian sesi ditutup dengan praktek membuat jamu.

Ketua Dusun Donolayan, Arif Irnawan, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Kami sangat terbantu. Selain mengajak warga bergerak, pelatihan jamu ini bisa menjadi bekal bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan cara alami. Bahkan mungkin bisa dikembangkan menjadi produk rumahan,” ujarnya. Sementara perwakilan Jurusan Farmasi UII, Pinus Jumaryatno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, laboran, dan mahasiswa magister maupun sarjana. “Kami ingin ilmu yang dipelajari di kampus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Apalagi masyarakat saat ini semakin terbuka terhadap penggunaan herbal sebagai pendukung kesehatan,” ungkapnya.