Kamis (23/1/20) hadir Prof. Muchtaridi, Ph.D., Apt. dari Universitas Padjajaran menyampaikan kuliah umum dengan tema Computer-Aided Drug Design.  Muchtaridi  adalah ahli molecular docking ahli penerapan metode yang dapat memprediksi interaksi antar molekul dengan menggunakan aplikasi berbasis computer. Acara yang dimulai pukul 13.00 tersebut dihadiri oleh dosen dari Jurusan Kimia dan Farmasi serta beberapa orang laboran. Kuliah umum tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk membuka wawasan baru terkait dengan peran komputasi untuk pengembangan obat di dunia kefarmasiaan. Komputasi untuk pengembangan obat sangat relevan dengan keterpaduan bidang kimia dan farmasi. Menurut Muchtardi pengembangan obat dapat dilakukan dengan tiga tahapan yaitu target selection and validation, discovery dan development. Kebanyakan peneliti di Indonesia masih selesai di tahapan discovery, belum sampai pada sampai tahapan uji pra klinik atau clinical trial yang diujikan untuk pasien manusia.
Target selection dilakukan dengan cara menentukan kebutuhan medis disuatu tempat. Misalkan untuk orang-orang di Jawa lebih mudah untuk memasarkan obat-obat yang berhubungan dengan penyakit asam urat dibandingkan dengan Alzheimer. Riset kolaborasi sangat dibutuhkan oleh mengembangkan obat misalnya antara peneliti kimia dan peneliti farmasi. Peneliti kimia melakukan riset terkait dengan penemuan senyawa baru, adapun dari farmasi dapat membuktikan uji aktivitas dari senyawa tertentu. Sebenarnya tidak hanya dari kimia dan farmasi saja yang dilibatkan dalam hal pengembangan obat misalnya peneliti atau dosen dengan bidang kedokteran.
Menurut Prof. Riyanto selaku Dekan bahwa acara ini sangat penting bagi dosen-dosen di lingkungan FMIPA UII, hal tersebut dapat dijadikan wawasan bagi dosen untuk melakukan riset bersama dengan memanfaatkan teknologi pemodelan molekul. “Riset tentang pengembangan obat dapat dilakukan secara kolaborasi oleh dosen di jurusan statistika, kimia dan farmasi” tambah Riyanto usai mengikuti kuliah umum.