Prodi D3 Analisis Kimia FMIPA UII telah menerbitkan jurnal dengan nama Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA). Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 85/M/KPT/2020 tanggal 01 April 2020, IJCA merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang terakreditasi dengan peringkat Sinta 4. Keberhasilan IJCA sebagai jurnal ilmiah yang terakreditasi merupakan suatu capaian yang sangat tinggi mengingat IJCA tergolong jurnal baru yang ada di lingkungan Universitas Islam Indonesia. Sebelum terakreditasi dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, IJCA sudah terindeks pada berbagai lembaga seperti Crossref, Google Scholar, ISSN Portal, Portal Garuda, Index Copernicus, Worldcat dan Base.

Keberhasilan IJCA sebagai jurnal ilmiah yang terakreditasi menambah jumlah jurnal di FMIPA UII yang terakreditasi oleh Kemenristek. Jurnal Ilmiah yang sudah terkareditasi lainnya adalah Jurnal Eksakta dan Jurnal Ilmiah Farmasi (JIF) dan International Journal of Chemistry Education Research (IJCER). Sehingga berdasarkan data yang ada semua Jurnal Ilmiah yang ada di FMIPA UII saat ini sudah terakreditasi oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

 Dikutip dari laman IJCA (https://journal.uii.ac.id/IJCA), ruang lingkup dari IJCA diantaranya adalah:

  1. Metode Pengambilan Sampel dan preparasi
  2. Pemisahan (kromatografi, adsorpsi, ekstraksi fase padat, teknik, atau bahan pengembangan untuk tujuan pemisahan)
  3. Pengukuran (pengembangan metode (konvensional, elektrokimia, spektroskopi)
  4. Identifikasi (identifikasi sumber daya alam (dalam / sumber daya alam organik) dll)
  5. Validasi Metode

Program Studi Kimia FMIPA UII berhasil memperoleh peringkat tertinggi dengan Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN-PT. Peringkat tersebut tertuang di dalam Keputusan BAN-PT No. 3400/SK/BAN-PT/Akred-Itnl/S/VI/2020 yang ditandatangani oleh Prof. T. Basarudin selaku Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT. Keberhasilan Prodi Kimia memperoleh Akreditasi Unggul tidak terlepas dari pengakuan melalui perolehan akreditasi intrenasional dari Royal Society of Chemistry (RSC) yang bermarkas di London Inggris. Kimia UII merupakan prodi di perguruan tinggi swasta pertama yang memperoleh akreditasi internasional dari RSC. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa sertifikat akreditasi internasional sudah diberikan secara langsung oleh  Hilary White selaku perwakilan RSC kepada Rektor UII pada 11 Maret 2019 yang diserahkan di Ruang Auditorium FMIPA UII.

Untuk memperoleh status Akreditasi Unggul dari BAN-PT bukanlah hal yang mudah karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Hal yang cukup menonjol untuk mendapatkan Akreditasi Unggul adalah luaran atau produk yang dihasilkan oleh suatu program studi seperti karya yang dipublikasikan pada jurnal internasional yang bereputasi serta paten yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswanya. Di internal UII sendiri, Prodi Kimia termasuk yang paling produktif menghasilkan karya-karya tersebut. Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA merasa sangat bangga dengan capaian akreditasi tertinggi dari Prodi Kimia. Menurut Riyanto, perolehan akreditasi Prodi Kimia akan menjadi pemicu prodi-prodi lain yang ada di FMIPA untuk segera menyusulnya. “Salah satu jalur untuk memperoleh akreditasi unggul adalah melalui capaian akreditasi internasional”, ungkap Dekan periode 2018-2022. Riyanto menambahkan bahwa saat ini prodi-prodi yang ada di FMIPA UII sedang berjuang memperoleh akreditasi internasional. Usaha yang dilakukan FMIPA yaitu dengan mengusulkan hibah akreditasi internasional dari Kemendikbud. “Alhamdulillah FMIPA berhasil lolos memperoleh hibah akreditasi internasional yang diselengarakan di bulan Juni 2020 ini”, tutur Guru Besar bidang elektrokimia itu.

Ketua Tim pengusulan Hibah Akreditasi Internasional dari FMIPA UII adalah Prof. Is Fatimah. Dengan pengalaman Prof. Is Fatimah sebagai kaprodi Kimia saat pengajuan akreditasi dari RSC diharapkan nantinya prodi-prodi di FMIPA UII akan lebih cepat memperoleh akreditasi internasional. Empat prodi di FMIPA yang lolos untuk memperoleh hibah akreditasi internasional adalah Statistika, Farmasi, Pendidikan Kimia dan D3 Analisis Kimia. “Rencananya prodi di FMIPA yang saat ini lolos hibah akreditasi internasional akan diusulkan untuk memperoleh akreditasi dari ASIIN jerman”, tambah Prof. Riyanto saat ditemui di kantornya.

Berdasarkan hasil seleksi panitia Seleksi Kompetisi Nasional MIPA (KN MIPA), maka berikut disampaikan nama-nama yang berhasil lolos untuk mewakili Universitas Islam Indonesia khususnya Bidang Matematika dan Kimia. Adapun nama-nama yang lolos adalah sebagai berikut.

Bidang Matematika

Nama mahasiswa

NIM

Prodi

Peringkat

R. Nabila Alya Hartarie

18611133

Statistika

1

Ilham Aksan Maulana

17612101

Kimia

2

Istina Alya Rosyada

18611129

Statistika

3

Afdhah Nur Riadhoh

18611148

Statistika

4

Syifa Najmiatu Sa’adah

19612116

Kimia

5

Bimasuci Basiludin

19611170

Statistika

6

 

Bidang Kimia

Nama mahasiswa

NIM

Prodi

Peringkat

Khoirunisa

18612122

Kimia

1

Bella Gustidiningrat

18612082

Kimia

2

Yuvia Rafi Kusuma

18612125

Kimia

3

Adytia Wijayana

18612076

Kimia

4

Marlina

19612157

Kimia

5

Hafizh Royhan

18612095

Kimia

6

 

Berdasarkan Surat Keputusan Dekan FMIPA UII No. 15/SK/-Dek/MIPA/III/2020 telah diputuskan penerima Beasiswa Apresiasi Prestasi Semester Genap Tahun Akademik 2019-2020.

Unduh SK Penerima Beasiswa Apresiasi Prestasi

Sensus penduduk tahun 2020 yang dilaksanakan secara online sudah dimulai sejak tanggal 15 Februari sampai dengan 31 Desember 2020. Untuk mensukseskan sensus penduduk tersebut maka Badan Pusat Statistika (BPS) telah menjalin kerjasama dengan Forum Pendidikan Tinggi Statistika (Forstat) dengan membentuk komunitas Sahabat Sensus. Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan atau program studi statistka ditunjuk sebagai koordinator Sahabat Sensus termasuk Universitas Islam Indonesia. Secara keseluruhan terdapat 48 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi koordinator sahabat sensus. Sahabat sensus UII dikukuhkan oleh Dr. Heru Margono, M.Sc selaku Kepala BPS Provinsi D.I. Yogyakarta. Pengukuhan dilaksanakan di Auditorium Moh. Hatta (red. Gedung Perpustakaan Pusat UII) pada hari Kamis (12/03/20).

Hadir juga pada acara pengukuhan adalah Dekan FMIPA UII, Ketua Jurusan Statistika dan dosen dan mahasiswa yang tergabung di dalam Sahabat Sensus. Suasana pengukuhan lebih cair dengan sambutan Prof. Riyanto selaku Dekan yang menyampaikan dengan joke menyegarkan. Dekan FMIPA UII juga ditunjuk sebagai Koordinator Umum Sahabat Sensus di Universitas Islam Indonesia dengan Koordinator pelaksananya adalah Mujiati Dwi Kartikasari, S.Si., M.Sc. yang juga sebagai salah satu dosen di Jurusan Statistika. Menurut Dr. Edy Widodo selaku Ketua Jurusan Statistika menyebutkan terdapat 20 orang dosen dari UII yang menjadi sahabata sensus dengan membawahi 5 (lima) orang mahasiswa yang bertugas di lapangan, sehingga terdapat 100 mahasiswa yang terlibat secara langsung dalam kegiatan sensus di tahun 2020 ini.

Edy Widodo menambahkan bahwa tugas mahasiswa adalah mendampingi sebanyak 30 orang responden yang diminta untuk mengisi sensus secara online. “Akan ada 3000 ribu responden yang akan mengisi sensus dengan pendampingan dari mahasiswa UII”, ungkap Edy Widodo saat ditemui di ruang kerjanya.  Ketua Jurusan Statistika tersebut juga menuturkan bahwa proses untuk yang pertama ini juga bagian dari sertifikasi kepada mahasiswa, sehingga jika lolos maka mahasiswa yang tergabung di dalam sahabat Sensus akan diminta kembali untuk menjadi Sahabat Sensus periode April 2020.

Diakhir pembicaraan Edy Widodo mengungkapkan bahwa ada beberapa benefit yang diperoleh mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan sahabat sensus diantaranya:

  1. Mahasiswa dapat mengetahui dan mempraktikkan secara langsung proses pengambilan data di dunia nyara
  2. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam kegiatan wawancara dengan masyarakat
  3. Mahasiswa mempunyai kemampuan untuk melakukan pengolahan data hasil dari responden

Adapun keuntungan bagi dosen, menurut Edy Widodo adalah adanya peningkatan kemampuan manajerial dosen dalam mengelola mahasiswa yang melakukan kegiatan survey, terlebih kegiatan ini hanya dilakukan untuk setiap 10 tahun sekali 

Mulai semester genap tahun akademik 2019/2020 Fakultas MIPA menganjurkan kepada semua dosen yang mengajar di depan kelas terlebih dahulu membaca Al Qur’an. Kebijakan fakultas tersebut tercantum di dalam surat edaran Dekan No. 131/Dek/40/Div.UM&RT/II/2020 yang mewajibkan dosen dan mahasiswa untuk tilawah Al Qur’an atau membaca Asmaul Husna kurang lebih 5 sampai 10 menit. Sampai dengan minggu ketiga diawal perkuliahn terlihat semua dosen yang mengajar di jam pertama atau jam 07.00 semuanya telah melaksanakan surat edaran dekan. Menurut Riyanto tujuan surat edaran agar dosen dan mahasiswa di Fakultas MIPA UII selalu dekat dengan Al Qur’an. Riyanto menambahkan dengan membaca Al qur’an di awal perkualiahan Insya Allah hati menjadi lebih tenang dan proses kegiatan belajar mengajar menjadi lebih mudah.

Dekan FMIPA UII yang telah memantau beberapa kali di ruang perkuliahan merasa sangat senang karena dosen dan mahasiswa yang kuliah di jam pertama sudah mempraktikkan baca Al Qur’an atau asmaul husna secara bersama-sama.  Upaya tersebut dilakukan juga dalam rangka untuk membentuk mahasiswa dan lulusan FMIPA UII yang mencintai Al qur’an sebagai pedoman hidupnya. Kecintaan terhadap Al qur’an dapat membentuk karakter mahasiswa dan lulusan FMIPA UII yang memiliki kepribadian berakhlaqul karimah sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Riyanto mengungkapkan, meskipun yang dipelajari bukan pendidikan agama, namun jika dekat dengan Al qur’an maka dapat menginspirasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang eksakta seperti yang di pelajari Fakultas MIPA UII.  Riyanto dengan kapasitasnya sebagai dekan berharap bahwa kebiasaan membaca Al qur’an di awal perkuliahan kedepan menjadi kultur sekaligus ciri khas yang dimiliki oleh Fakultas MIPA UII untuk dapat melahirkan saintis-saintis yang memiliki jiwa qur’ani.

Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FMIPA UII mengadakan kegiatan diskusi publik dengan mengambil topik terkait dengan wabah corona yang saat ini menjadi perhatian masyarakat dunia. Acara yang diadakan pada hari Sabu (7/02/20) menghadirkan dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc. dan Mutiara Herawati, M.Sc., Apt. yang keduanya masing-masing merupakan dosen dari Prodi Kedokteran dan Farmasi UII. Hadir juga pada kesempatan tersebut Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA UII. Diskusi yang diadakan di Hall FMIPA UII tersebut dimoderatori oleh Muhammad Reza Putra Mahardika yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Umum LEM FMIPA.

Kesempatan pertama untuk menyampaikan pengantar diskusi adalah dr. Sani yang menyoroti awal mula wabah Covid-19 yang terjadi di Kota Wuhan Provinsi Hubei China. Gejala terinfeksi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 mirip dengan seseorang terkena flu yaitu demam dan batuk. Menurut sani virus Corona dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan dan dapat berakibat pada komplikasi untuk penderita diabetes dan hipertensi atau darah tinggi. Sani menuturkan bahwa akan sulit membayangkan jika penyebaran virus Corona ini terjadi di Negara-negara yang tingkat kesadaran kesehatan maupun fasilitasnya belum memadai sepert negaran di benua afrika yang masih sangat minim fasilitas kesehatannya. “China mampu membangun fasilitas rumah sakit untuk isolasi penderita terinfeksi corona dalam waktu satu minggu”, ungkap Sani.

Sani juga menambahkan bahwa diawal wabah Covid-19 China belum bisa terbuka kepada masyarakat internasional ternasuk juga kepada world health organization (WHO). Adanya penyebaran virus corona tersebut dan yang paling banyak terjadi di China, maka negera tersebut akan dengan sigap melakukan riset untuk menemukan vaksin Covid-19. “Bisa jadi setelah Covid-19 mereda, China akan menjual vaksin corona keberbagai Negara dan secara ekonomi China dapat pulih dengan cepat karena berhasil mematenkan vaksin corona tersebut”, tutur Sani saat mengomentari pertanyaan dari mahasiswa FMIPA. Sani juga tidak yakin kalau penyebaran virus Corona adalah bagian dari konspirasi baik yang terjadi di dalam negeri China sendiri maupun Negara di luar China.

Usai dr. Sani menyampaikan paparan dan diskusinya dilanjutkan oleh Mutiara yang banyak mengupas tentang strategi untuk menghindari dan mencegah penyebaran virus corona. Menurut mutiara cara yang jitu untuk menghindari penyebaran virus corona yaitu dengan berperilaku sehat seperti sering mencuci tangan, mengkonsumsi buah-buahan dan vitamin serta rajin berolah raga. Pada kesempatan tersebut juga diperagakan teknik mencuci tangan dengan hand sanitizer yang dipandu langsung oleh Mutiara.

Prof. Riyanto sebagai Dekan pada kesempatan tersebut menyampaikan hal-hal terkait dengan kebijakan yang diambil oleh FMIPA UII untuk menyikapi perkembangan virus corona. Menurut Riyanto ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh FMIPA untuk mencegah virus corona di kalangan civitas akademika diantaranya dengan menyediakan hand sanitizer di setiap ruang kelas, menyebarluaskan surat edaran rector terkait dengan perkembangan virus corona melalui website dan media lainnya, melarang tamu dari luar negeri khususnya Negara-negara yang saat ini menjadi wabah penyebaran virus corona. “Saat ini ada mahasiswa dari Malaysia yang akan belajar selama enam bulan di FMIPA kami minta untuk tidak ke kampus terlebih dulu dan kami monitoring selama 14 hari”, tambah Riyanto saat menyampaikan hal-hal yang terkait dengan upaya FMIPA untuk mencegah penyebarluasan virus Corona.

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…..

Sebagaimana kita ketahui bersama, penyebaran Coronavirus Disease (Covid-2019) telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan, sehingga World Health Organization (WHO) meminta semua negara untuk melakukan tindakan pro-aktif melindungi diri terhadap penyebaran penyakit tersebut. Menanggapi situasi ini maka kami meminta seluruh sivitas akademika Universitas Islam Indonesia (UII) untuk melakukan tindakan preventif melalui pengendalian dua hal, yakni mobilitas intemasional dan kebersihan lingkungan, dengan arahan sebagai berikut:

1. Mobilitas internasional
UII memiliki mitra di banyak negara yang berimplikasi pada kegiatan yang melibatkan mobilitas intemasional. Sivitas akademika diminta untuk:

  • Melakukan edukasi diri tentang Covid-2019 sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan intemasional, termasuk sebelum memberikan izin kepada staf untuk melakukan perjalanan intemasional tersebut. Salah satu sumber terpercaya yang memberikan informasi holistik dan mudah dipahami, serta diperbarui secara kontinu, adalah informasi yang dimuat di situs WHO pada tautan berikut: http://tiny.cc/infocovid19 atau http://tiny.cc/videocovid19
  • Menunda perjalanan ke negara-negara berisiko tinggi. Informasi tentang negara-negara tersebut dapat dilihat perkembangannya di situs WHO di atas. UII tidak dalam posisi menetapkan negara-negara mana saja yang menjadi target penundaan, karena informasi dapat berubah dari hari ke hari. Penundaan perjalanan dilakukan atas dasar informasi tentang pembatasan mobilitas ke negara tersebut, yang dibuat oleh otoritas setempat atau pemerintah Indonesia, bukan atas dasar asumsi pribadi (kecuali jika kondisi kesehatan pelaku perjalanan memang tidak memungkinkan untuk bepergian). Penundaan perjalanan dinas dilakukan melalui konsultasi dengan pemberi tugas, untuk membahas implikasi yang mungkin terjadi.
  • Sivitas akademika UII yang akan atau sedang melakukan perjalanan intemasional (termasuk perjalanan pribadi) diminta berkoordinasi dengan atasan, dan melakukan antisipasi terkait perlindungan terhadap penyebaran Covid-2019 jika diperlukan, termasuk diantaranya meluangkan waktu untuk mengikuti karantina yang dilakukan otoritas jika memang diminta; dan melakukan isolasi diri sepulang dari perjalanan, jika ada indikasi yang mengarah ke gejala infeksi Covid-2019 seperti demam, batuk, dan pilek. Apabila ada gejala tersebiit maka selain isolasi diri, pelaku perjalanan diminta melakiikan pemeriksaan kesehatan ke RS Dr. Sardjito (atau rumah sakit rujukan lainnya). Selama mengikuti karantina atau melakukan isolasi diri, sivitas akademika UII diminta momenuhi tanggung jawab pekerjaannya secara daring, melalui koordinasi dengan atasan (pengiirus program studi dan mahasiswa). Jangka waktu isolasi diri menyesuaikan arahan dokter atau maksimal 14 hari.

2. Kebersihan lingkungan
Tindakan preventif Iain yang wajib dilakukan seiiiruh sivitas akademika UII adalah meiiingkatkan kualitas perawatan kebersihan fasilitas pendidikan. Pengurus fakultas dan unit yang mengelola fasilitas publik seperti toilet, kamar mandi, dan dapur, diminta meningkatkan pengawasan terhadap kineija petugas kebersihan. Setiap fasilitas cuci tangan dan cuci peralatan makan wajib dilengkapi dengan sabun dan pengering tangan atau tisii sekali pakai.
Surat ini dibuat untiik dijadikan sebagai rujukan. Apabila diperlukan penambahan substansi rujukan, maka akan diterbitkan surat bam untuk melengkapi.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…..

Lampiran :

Dua orang mahasiswa Prodi Statistika yaitu Kamaludin Simamora dan  Muthia Dishanur Izzati berhasil memperoleh juara 2 pada ajang Gebyar Matematika ke-35 yang diselenggarakan di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Kamal dan Muthia keduanya merupakan mahasiswa Prodi Statistika FMIPA UII angkatan 2017 atau tepatnya sedang menempuh semester 6. Prestasi yang sangat membanggakan tersebut tidak hanya diperuntukkan keduanya tetapi juga merupakan capaian prestasi bagi Program Studi Statistika, Fakultas MIPA maupun Universitas Islam Indonesia.

Cabang lomba yang diikuiti oleh mahasiswa statistika tersebut pada Gebyar Matematika ke 35 adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat mahasiswa. Arum Handini yang juga dosen di Prodi Statistika menjadi pembimbing untuk menyusun makalah yang dilombakan pada tanggal 10 Februari 2020 bertempat di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati.

Menurut Prof. Riyanto selaku menyampaikan bahwa prestasi yang diraih oleh mahasiswa Prodi Statistika tersebut semakin menambah sederetan prestasi lain dari mahasiswa FMIPA UII. Fakultas MIPA senantiasa mendorong kepada mahasiswa, kelompok mahasiswa maupun organisasi kemahasiswaan untuk mempunyai prestasi baik akademik maupun non akademik. “Alhamdulillah prestasi ini semakin membuktikan bahwa mahasiswa FMIPA UII khususnya dari Prodi Statistika dapat bersaing dengan mahasiswa dari kampus-kampus lain di Indonesia”, tutur Riyanto saat ditemui di kantornya.