Kondisi pandemic covid-19 yang sudah berlangsung hampir sepuluh bulan telah berdampak secara ekonomi pada pelaku usaha konvensional. Namun demikian di masa seperti ini sebenarnya ada peluang yang sangat besar bagi mereka yang mampu menangkapnya dengan memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu Fakultas MIPA UII pada harus Sabtu (2/12/20) mengadakan kegiatan Workshop Digital Entrepreneur yang dilakukan secara daring. Acara yang menghadirkan pelaku usaha bisnis digital tersebut dibuka oleh Thorkul Huda selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas MIPA.

Dalam sambutannya Thorik menuturkan bahwa acara tersebut adalah bagian dari usahan Fakultas MIPA dalam mempersiapkan calon pengusaha muda dengan memanfaatkan teknologi digital. Thorik menambahkan bahwa saat ini persentase Entrepreneur di Indonesia baru ada sekitar 3,01% jauh lebih kecil dibandingkan Singapura an Malaysia. “Untuk menjadi negara maju minimal jumlah pengusaha atau Entrepreneur sebanyak 5% dari jumlah penduduk”, ungkap Thorik.  Disisi lain jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 196 Juta orang yang merupakan potensi sangat besar bagi para pelaku usaha digital.

Narasumber pertama kegiatan workshop adalah Dimas Bayu Aji Pamungkas yang merupakan Cofounder & CMO Waktukita.com, sedangkan untuk pembicara kedua adalah Syihabuddin Zankie, S.T yang juga Manajer Pengembangan Inovasi IBISMA UII. Adapun sebagai moderator adalah Ardjun Wibowo, S.Stat yang saat ini sebagai Founder & CEO ELCI Digital Indonesia yang juga alumni dari Prodi Statistika Fakultas MIPA UII.  Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 mendapat respon yang sangat positif dari peserta dengan banyaknya komentar dan pertanyaan untuk para narasumber.

Jum’at (4/12/20) Fakultas MIPA UII menyelenggarakan Sosialisasi Jabatan Akademik bagi dosen. Tercatat lebih dari 80 peserta yang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara daring. Acara yang tepat dimulai pada pukul 08.00 tersebut dibuka secara langsung oleh Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA. Dalam sambutannya Riyanto menyampaikan masih ada dosen yang memiliki jabatan asisten ahli dan beberapa belum memiliki jabatan fungsional. Dosen-dosen tersebut kebanyakan adalah dosen muda yang belum lama bergabung dengan Fakultas MIPA. “Ada 27 dosen yang harus naik jabatan akademiknya” ungkap Riyanto.  Riyanto berharap untuk dosen yang sudah saatnya untuk naik jabatan akademik harus segera mengajukan dan minta bantuan dari Divisi Administrasi Umum untuk membantu dalam penyusunan PAK. Keberadaan jabatan akademik dosen akan sangat membantu institusi, misalkan dalam hal pencapaian akreditasi.

Narasumber dalam kegiatan sosialisasi adalah Prof. Hadri Kusuma yang merupakan Ketua Tim Penilai angka kredit dosen di LLDIKTI V yang juga saat ini sebagai salah satu dosen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UII. Narasumber lain pada sosialisasi PAK adalah Dr. Sri Kusuma Dewi yang telah mengembangkan pengukuran penilaian angka kredit dosen dengan aplikasi excel.  Prof. Hadri menyampaikan kepada peserta sosialisasi akan ada kemungkinan perubahan persentase pada komponen PAK. Kebutuhan pendiidikan dan penelitian kemungkinan akan ada penyamaan persentase untuk setiap jabatan akademik yaitu masing-masing sebesar 40% dan 30%. Menurut Prof. Hadri adanya perubahan tersebut akan sangat menguntungkan untuk yang akan naik jabatan akademik ke Lektor Kepala. Diakhir pemaparannya Prof Hadri menyampaikan jika seseorang sudah memilih profesi sebagai dosen maka harus diuapayakan untuk mencapai pendidikan dan jabatan akademik tertinggi (red. doctor dan guru besar)

Pada sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Sri Kusuma Dewi yang memberikan materi terkait dengan instrumen pengukuran PAK berbasis excel. Menurut Bu Cici panggilan akrab Dr. Sri Kusuma Dewi, instrument yang dikembangkan tersebut adalah permintaan Direktur Sumber Daya Manusia UII. Instrumen PAK yang sudah ada tersebut diharapkan dapat membantu dosen pada saat mengajukan jabatan akademik.

Sosialisasi PAK yang disampaikan oleh Prof. Hadri Kusuma dan Dr. Sri Kusuma Dewi mendapatkan respon yang sangat baik dari para peserta, terbukti banyak dari peserta yang merespon dengan memberikan pertanyaan kepada kedua narasumber tersebut. Di akhir acara diadakan kuis secara online dan pemenang memperoleh hadiah berupa saldo go pay.

Satu lagi program studi yang ada di Fakultas MIPA UII mendapatkan akreditasi A yaitu Statistika. Capain tersebut tertuang di dalam Sertifikat Akreditasi BAN-PT No. 3909/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2020. Sebagai  prodi yang sudah sangat mapan, maka statistika UII sangat layak mendapatkan peringkat tertinggi untuk raihan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Saat ini Statistika UII sendiri memiliki Data Science, Aktuaria, Bisnis dan Sosial, Industri serta Manajemen Kebencanaan. Banyak dari prodi sejenis yang ada di Indonesia menjadi Statistika UII sebagai benchmark untuk mengembangan keilmuan statistika di Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan seringnya prodi statistika UII menerima kunjungan studi banding dari perguruan tingi atau universitas lain.

Proses visitasi lapangan prodi statistika di laksanakan pada tanggal 6 – 7 Juli 2020 dan dilakukan secara daring (dalam jaringan/online) dengan asesor Ban-PT adalah . Kegiatan asesmen dimulai dari konfirmasi Borang 3B atau borang fakultas yang dipimpin langsung oleh Dekan FMIPA UII. Usia dengan fakultas diteruskan dengan Prodi dan dosen di Statistika dan dilanjutkan dengan mahasiswa, alumni, pengguna dan orang tua mahasiswa. Terungkap dari salah satu orang tua yang merasa sangat bangga karena anaknya dapat kuliah di Statistika UII. Salah satu kebanggaan orang tua atau wali yaitu ketika melihat anaknya yang saat ini sedang melaksanakan kuliah daring di rumah melihat secara langsung proses pembelajaran dan bahkan di setiap perkuliahan diadakan pembacaan Al qur’an secara bersama-sama.

Akreditasi A Statistika UII semakin menambah jumlah prodi yang terakreditasi A di FMIPA UII. Sebelumnya sudah ada prodi yang terakreditasi A seperti Kimia, Farmasi dan Profesi Apoteker. Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA UII merasa sangat bahagia dengan raihan akreditasi A dari Prodi Statistika. Dikatakan Riyanto bahwa dengan diperolehnya akreditasi A di prodi Statistika menunjukkan bahwa proses akademik dan non akademik yang diselenggarakan di FMIPA UII pada umumnya telah berjalan dengan baik. Terlebih saat ini FMIPA UII telah mendapatkan hibah untuk akreditasi internasional untuk empat prodi dari Kemendikbud yang salah satunya adalah Statistika. “Insya Allah akreditasi A dari Statistika ini akan semakin mempermudah proses menuju akreditasi internasional dari ASIIN”, ungkap Dekan FMIPA UII.

Riyanto berharap paska diperolehnya akreditasi A tersebut maka pengembangan akademik Statistika akan mengalami akselerasi dalam bentuk pendirian S2 Statistika. “Fakultas akan selalu mendorong kepada semua prodi untuk melakukan pengembangan misalnay dengan inisiasi pembentukan program paska sarjana”, tutur Riyanto ketika ditemui di kantornya. Sebagaimana diketahui saat ini juga telah dibentuk tim untuk merancang S2 Statistika serta didukung oleh dua pusat studi yang telah ada yaitu Pusat Studi kecerdasan buatan (artificial intelegent) dan Pusat Studi Bioinformatika.

Prodi D3 Analisis Kimia FMIPA UII telah menerbitkan jurnal dengan nama Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA). Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 85/M/KPT/2020 tanggal 01 April 2020, IJCA merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang terakreditasi dengan peringkat Sinta 4. Keberhasilan IJCA sebagai jurnal ilmiah yang terakreditasi merupakan suatu capaian yang sangat tinggi mengingat IJCA tergolong jurnal baru yang ada di lingkungan Universitas Islam Indonesia. Sebelum terakreditasi dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, IJCA sudah terindeks pada berbagai lembaga seperti Crossref, Google Scholar, ISSN Portal, Portal Garuda, Index Copernicus, Worldcat dan Base.

Keberhasilan IJCA sebagai jurnal ilmiah yang terakreditasi menambah jumlah jurnal di FMIPA UII yang terakreditasi oleh Kemenristek. Jurnal Ilmiah yang sudah terkareditasi lainnya adalah Jurnal Eksakta dan Jurnal Ilmiah Farmasi (JIF) dan International Journal of Chemistry Education Research (IJCER). Sehingga berdasarkan data yang ada semua Jurnal Ilmiah yang ada di FMIPA UII saat ini sudah terakreditasi oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

 Dikutip dari laman IJCA (https://journal.uii.ac.id/IJCA), ruang lingkup dari IJCA diantaranya adalah:

  1. Metode Pengambilan Sampel dan preparasi
  2. Pemisahan (kromatografi, adsorpsi, ekstraksi fase padat, teknik, atau bahan pengembangan untuk tujuan pemisahan)
  3. Pengukuran (pengembangan metode (konvensional, elektrokimia, spektroskopi)
  4. Identifikasi (identifikasi sumber daya alam (dalam / sumber daya alam organik) dll)
  5. Validasi Metode

Program Studi Kimia FMIPA UII berhasil memperoleh peringkat tertinggi dengan Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN-PT. Peringkat tersebut tertuang di dalam Keputusan BAN-PT No. 3400/SK/BAN-PT/Akred-Itnl/S/VI/2020 yang ditandatangani oleh Prof. T. Basarudin selaku Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT. Keberhasilan Prodi Kimia memperoleh Akreditasi Unggul tidak terlepas dari pengakuan melalui perolehan akreditasi intrenasional dari Royal Society of Chemistry (RSC) yang bermarkas di London Inggris. Kimia UII merupakan prodi di perguruan tinggi swasta pertama yang memperoleh akreditasi internasional dari RSC. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa sertifikat akreditasi internasional sudah diberikan secara langsung oleh  Hilary White selaku perwakilan RSC kepada Rektor UII pada 11 Maret 2019 yang diserahkan di Ruang Auditorium FMIPA UII.

Untuk memperoleh status Akreditasi Unggul dari BAN-PT bukanlah hal yang mudah karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Hal yang cukup menonjol untuk mendapatkan Akreditasi Unggul adalah luaran atau produk yang dihasilkan oleh suatu program studi seperti karya yang dipublikasikan pada jurnal internasional yang bereputasi serta paten yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswanya. Di internal UII sendiri, Prodi Kimia termasuk yang paling produktif menghasilkan karya-karya tersebut. Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA merasa sangat bangga dengan capaian akreditasi tertinggi dari Prodi Kimia. Menurut Riyanto, perolehan akreditasi Prodi Kimia akan menjadi pemicu prodi-prodi lain yang ada di FMIPA untuk segera menyusulnya. “Salah satu jalur untuk memperoleh akreditasi unggul adalah melalui capaian akreditasi internasional”, ungkap Dekan periode 2018-2022. Riyanto menambahkan bahwa saat ini prodi-prodi yang ada di FMIPA UII sedang berjuang memperoleh akreditasi internasional. Usaha yang dilakukan FMIPA yaitu dengan mengusulkan hibah akreditasi internasional dari Kemendikbud. “Alhamdulillah FMIPA berhasil lolos memperoleh hibah akreditasi internasional yang diselengarakan di bulan Juni 2020 ini”, tutur Guru Besar bidang elektrokimia itu.

Ketua Tim pengusulan Hibah Akreditasi Internasional dari FMIPA UII adalah Prof. Is Fatimah. Dengan pengalaman Prof. Is Fatimah sebagai kaprodi Kimia saat pengajuan akreditasi dari RSC diharapkan nantinya prodi-prodi di FMIPA UII akan lebih cepat memperoleh akreditasi internasional. Empat prodi di FMIPA yang lolos untuk memperoleh hibah akreditasi internasional adalah Statistika, Farmasi, Pendidikan Kimia dan D3 Analisis Kimia. “Rencananya prodi di FMIPA yang saat ini lolos hibah akreditasi internasional akan diusulkan untuk memperoleh akreditasi dari ASIIN jerman”, tambah Prof. Riyanto saat ditemui di kantornya.

Berdasarkan hasil seleksi panitia Seleksi Kompetisi Nasional MIPA (KN MIPA), maka berikut disampaikan nama-nama yang berhasil lolos untuk mewakili Universitas Islam Indonesia khususnya Bidang Matematika dan Kimia. Adapun nama-nama yang lolos adalah sebagai berikut.

Bidang Matematika

Nama mahasiswa

NIM

Prodi

Peringkat

R. Nabila Alya Hartarie

18611133

Statistika

1

Ilham Aksan Maulana

17612101

Kimia

2

Istina Alya Rosyada

18611129

Statistika

3

Afdhah Nur Riadhoh

18611148

Statistika

4

Syifa Najmiatu Sa’adah

19612116

Kimia

5

Bimasuci Basiludin

19611170

Statistika

6

 

Bidang Kimia

Nama mahasiswa

NIM

Prodi

Peringkat

Khoirunisa

18612122

Kimia

1

Bella Gustidiningrat

18612082

Kimia

2

Yuvia Rafi Kusuma

18612125

Kimia

3

Adytia Wijayana

18612076

Kimia

4

Marlina

19612157

Kimia

5

Hafizh Royhan

18612095

Kimia

6

 

Berdasarkan Surat Keputusan Dekan FMIPA UII No. 15/SK/-Dek/MIPA/III/2020 telah diputuskan penerima Beasiswa Apresiasi Prestasi Semester Genap Tahun Akademik 2019-2020.

Unduh SK Penerima Beasiswa Apresiasi Prestasi

Sensus penduduk tahun 2020 yang dilaksanakan secara online sudah dimulai sejak tanggal 15 Februari sampai dengan 31 Desember 2020. Untuk mensukseskan sensus penduduk tersebut maka Badan Pusat Statistika (BPS) telah menjalin kerjasama dengan Forum Pendidikan Tinggi Statistika (Forstat) dengan membentuk komunitas Sahabat Sensus. Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan atau program studi statistka ditunjuk sebagai koordinator Sahabat Sensus termasuk Universitas Islam Indonesia. Secara keseluruhan terdapat 48 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi koordinator sahabat sensus. Sahabat sensus UII dikukuhkan oleh Dr. Heru Margono, M.Sc selaku Kepala BPS Provinsi D.I. Yogyakarta. Pengukuhan dilaksanakan di Auditorium Moh. Hatta (red. Gedung Perpustakaan Pusat UII) pada hari Kamis (12/03/20).

Hadir juga pada acara pengukuhan adalah Dekan FMIPA UII, Ketua Jurusan Statistika dan dosen dan mahasiswa yang tergabung di dalam Sahabat Sensus. Suasana pengukuhan lebih cair dengan sambutan Prof. Riyanto selaku Dekan yang menyampaikan dengan joke menyegarkan. Dekan FMIPA UII juga ditunjuk sebagai Koordinator Umum Sahabat Sensus di Universitas Islam Indonesia dengan Koordinator pelaksananya adalah Mujiati Dwi Kartikasari, S.Si., M.Sc. yang juga sebagai salah satu dosen di Jurusan Statistika. Menurut Dr. Edy Widodo selaku Ketua Jurusan Statistika menyebutkan terdapat 20 orang dosen dari UII yang menjadi sahabata sensus dengan membawahi 5 (lima) orang mahasiswa yang bertugas di lapangan, sehingga terdapat 100 mahasiswa yang terlibat secara langsung dalam kegiatan sensus di tahun 2020 ini.

Edy Widodo menambahkan bahwa tugas mahasiswa adalah mendampingi sebanyak 30 orang responden yang diminta untuk mengisi sensus secara online. “Akan ada 3000 ribu responden yang akan mengisi sensus dengan pendampingan dari mahasiswa UII”, ungkap Edy Widodo saat ditemui di ruang kerjanya.  Ketua Jurusan Statistika tersebut juga menuturkan bahwa proses untuk yang pertama ini juga bagian dari sertifikasi kepada mahasiswa, sehingga jika lolos maka mahasiswa yang tergabung di dalam sahabat Sensus akan diminta kembali untuk menjadi Sahabat Sensus periode April 2020.

Diakhir pembicaraan Edy Widodo mengungkapkan bahwa ada beberapa benefit yang diperoleh mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan sahabat sensus diantaranya:

  1. Mahasiswa dapat mengetahui dan mempraktikkan secara langsung proses pengambilan data di dunia nyara
  2. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam kegiatan wawancara dengan masyarakat
  3. Mahasiswa mempunyai kemampuan untuk melakukan pengolahan data hasil dari responden

Adapun keuntungan bagi dosen, menurut Edy Widodo adalah adanya peningkatan kemampuan manajerial dosen dalam mengelola mahasiswa yang melakukan kegiatan survey, terlebih kegiatan ini hanya dilakukan untuk setiap 10 tahun sekali 

Mulai semester genap tahun akademik 2019/2020 Fakultas MIPA menganjurkan kepada semua dosen yang mengajar di depan kelas terlebih dahulu membaca Al Qur’an. Kebijakan fakultas tersebut tercantum di dalam surat edaran Dekan No. 131/Dek/40/Div.UM&RT/II/2020 yang mewajibkan dosen dan mahasiswa untuk tilawah Al Qur’an atau membaca Asmaul Husna kurang lebih 5 sampai 10 menit. Sampai dengan minggu ketiga diawal perkuliahn terlihat semua dosen yang mengajar di jam pertama atau jam 07.00 semuanya telah melaksanakan surat edaran dekan. Menurut Riyanto tujuan surat edaran agar dosen dan mahasiswa di Fakultas MIPA UII selalu dekat dengan Al Qur’an. Riyanto menambahkan dengan membaca Al qur’an di awal perkualiahan Insya Allah hati menjadi lebih tenang dan proses kegiatan belajar mengajar menjadi lebih mudah.

Dekan FMIPA UII yang telah memantau beberapa kali di ruang perkuliahan merasa sangat senang karena dosen dan mahasiswa yang kuliah di jam pertama sudah mempraktikkan baca Al Qur’an atau asmaul husna secara bersama-sama.  Upaya tersebut dilakukan juga dalam rangka untuk membentuk mahasiswa dan lulusan FMIPA UII yang mencintai Al qur’an sebagai pedoman hidupnya. Kecintaan terhadap Al qur’an dapat membentuk karakter mahasiswa dan lulusan FMIPA UII yang memiliki kepribadian berakhlaqul karimah sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Riyanto mengungkapkan, meskipun yang dipelajari bukan pendidikan agama, namun jika dekat dengan Al qur’an maka dapat menginspirasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang eksakta seperti yang di pelajari Fakultas MIPA UII.  Riyanto dengan kapasitasnya sebagai dekan berharap bahwa kebiasaan membaca Al qur’an di awal perkuliahan kedepan menjadi kultur sekaligus ciri khas yang dimiliki oleh Fakultas MIPA UII untuk dapat melahirkan saintis-saintis yang memiliki jiwa qur’ani.