Berikut ini adalah Daftar Kelompok Taklim Mahasiswa FMIPA UII Angkatan 2019.

File Daftar Nama bisa di download disini

Jurusan kimia FMIPA UII mengadakan kegiatan smart outbond yang dilaksanakan di komples Hotel Puri Asri Kota Magelang. Acara yang diadakan hari Sabtu 6 Juli 2019 diikuti oleh sebagian besar dosen dan tenaga kependidikan yang ada di Jurusan Kimia. Malam hari sebelum kegiatan smart outbound terlebih dahulu dibuka oleh Prof. Riyanto selaku Dekan sekaligus dosen di Jurusan Kimia dan dilanjutkan dengan kegiatan training kecerdasan hati yang dibawakan oleh Ustadz Basuki AR. Prof. Riyanto dalam sambutannya berharap kegiatan training kecerdasan hati dapat membentuk pribadi yang baik, khususnya dosen dan tenaga kependidikan yang ada di Jurusan Kimia. Prof. Riyanto mencontohkan bahwa pribadi muslim yang baik salah satu cirinya adalah memiliki kedisplinan yang tinggi terhadap apapun juga termasuk pekerjaan yang ditekuni saat ini.

Usai sambutan langsung disampaikan materi training kecerdasan hati dengan memberikan konsep kecerdasan hati (HI) merupakan gabungan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SI) sehingga dapat dibuat rumus HI = IQ + EI + SI. Ketiga kecerdasan (inteleltual, emosional dan spiritual) yang disinergikan dapat mendorong motivasi yang sangat baik, karena semuanya didorong oleh semangat untuk menggapai ridlo Allah SWT. Kombinasi tiga kecerdasan mampu membentuk pribadi yang tenang, mempunyai kelapangan dada dan keikhlasan dalam menjalan aktivitas kehidupan termasuk pada saat bekerja. Pelatihan kecerdasan hati yang dimulai pukul 20.30 tersebut baru berakhir menjelang pukul 24.00.

Keesokan harinya dilanjutan dengan aktivitas smart outbound dengan menggunakan berbagai permainan. Diawali dengan permainan untuk cepat merespon permasalahan, penyapampaian informasi yang cepat dan tepat dan mengadu kekompakan untuk mencapai satu tujuan bersama. Terlihat semua peserta training smart outbound mengikuti dengan gembira, terbukti banyak canda tawa antar dosen dan tenaga kependidikan yang ada di Jurusan Kimia.

Minggu 16 Juni 2019 bertempat di kompleks Hotel Mambruk Anyer Cilegon telah dilaksanakan kegiatan pelantikan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Prodi D3 Analisis Kimia. Rizky Maulana yang merupakan panitia acara tersebut menjelaskan bahwa pemilihan tempat didasari banyaknya alumni dari D3 Analisis Kimia FMIPA UII yang saat ini bekerja disekitar kawasan Cilegon seperti PT Krakatau Steel, PT Candra Asri dan perusahaan-perusahaan lainnya. Selain itu juga, dengan lokasi di sekitar kawasan wisata Pantai Anyer akan menjadi daya tarik tersendiri bagi alumni untuk hadir di acara tersebut.  Pengurus IKA D3 Analisis Kimia dilantik oleh Totok Purwanto, SH selaku sekretaris yang mewakili Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) IKA UII Yogyakarta. Hadir pada acara pelantikan adalah Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaa dan Alumni (Wadek KKA) FMIPA UII, Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA), Ketua Program Studi (Ka.Prodi) D3 Analisis Kimia.

Totok Purwanto, SH selaku Sekretaris DPW IKA UII Yogyakarta berharap setelah dilaksanakan pelantikan pengurus IKA D3 Analisis Kimia untuk periode 2019 sampai 2023 selanjutnya perlu dirancang program yang nyata dan dapat diimplementasikan. Totok juga menyampaikan bahwa keberadaan alumni harus mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. “Sudah banyak tokoh-tokoh nasional yang merupakan alumni dari UII”, ungkap alumni Fakultas Hukum UII angkatan 1973 itu.  Abdurahman Al Faqih selaku Direktur DPKA UII menyambut baik kegiatan pelantikan IKA D3 Analisis Kimia sekaligus menegaskan bahwa secara kelembagaan Pengurus IKA di tingkat program studi yang ada di UII termasuk D3 Analisis Kimia merupakan bagian dari DPW IKA UII Yogyakarta. Hal tersebut sebagaimana keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA UII beberapa waktu lalu yang dilaksanakan di Bandung. Oleh karena itu secara organisasi maka pengurus IKA D3 Analisis Kimia terikat langsung dengan DPW IKA UII Yogyakarta. Namun demikian sebagai anggota alumni UII maka dapat bergabung dengan IKA di wilayah lain selain Yogyakarta sesuai dengan domisili saat ini.

Thorikul Huda selaku Wadek KKA yang juga mewakili Dekan FMIPA UII dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus IKA yang dilantik untuk periode 2019 – 2023. Banyak hal yang dapat dilakukan alumni D3 Analisis Kimia termasuk membangun jejaraing antar alumni. Tercatat lebih dari 80% lulusan D3 Analisis Kimia yang bekerja di bagian Quality Control ataupun Quality Assurance (QA/QC) diberbagai perusahaan. Tidak sedikit alumni D3 Analisis Kimia yang bekerja di kawasan perindustrian seperti Jakarta dan Banten baik perusahaan BUMN maupun Swasta. “Alumni dapat memberikan masukan kepada Prodi untuk perbaikan system Pembelajaran”, ungkap Thorik saat memberikan sambutan.

Tri Esti Purbanitias, M.Si. yang juga Kaprodi D3 Analisis Kimia juga menyampaikan rasa bahagianya karena IKA D3 Analisis Kimia akhirnya dapat dilantik untuk pertama kalinya. Alumni dapat menjadi mitra yang strategis bagi universitas, fakultas maupun prodi. “Program yang bisa dikembangkan misalnya melalui program kakak asuh dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa dari alumni”, tutur Esti. Diakhir acara dilakukan talk show dengan narasumber Kaprodi D3 Analisis Kimia dan Rohiman selaku Ketua IKA D3 Analisis Kimia yang baru saja dilantik. Topic yang mengemuka pada acara talk show adalah pentingnya program sertifikasi bagi alumni untuk memudahkan dalam mengembangkan karirnya. “Kami berharap aka nada sertifikasi lain seperti K3 yang ada di D3 Analisis Kimia UII”, ucap Rohiman.

Akhir Maret 2019 Universitas Islam Indonesia akan menyelenggarakan wisuda periode keempat di tahun akademik 2018/2019. Tercatat ada sebanyak 92 calon wisudawan dari FMIPA UII yang akan mengikuti ceremony wisuda yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Kahar Muzakir. Setelah selesai mengikuti proses wisuda beberapa diantaranya ada yang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan sebagian besar yang lainnya melamar pekerjaan sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Dalam memasuki dunia kerja, mereka yang baru saja lulus kuliah terkadang mengalami banyak kekhawatiran. Beberapa keraguan dalam menyiapkan diri menghadapi dunia kerja adalah adanya kurang percaya diri karena kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam melamar pekerjaan, membuat daftar riwayat hidup serta nervous pada saat wawancara dengan user atau pengguna lulusan. Oleh karena itu, guna menyiapkan lulusan yang mampu membuat lamaran kerja dan curriculum vitae dengan baik maka perlu bekal yang cukup serta perlu mempersiapkan diri ketika wawancara. Sehingga pada Selasa 26 Maret 2019, Fakultas MIPA UII menyelenggarakan kegiatan pelepasan sekaligus seminar karir bagi calon wisudawan yang akan diwisuda pada hari Sabtu 30 Maret 2019. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA dan narasumber yang menyampaikan materi persiapan karir adalah Ike Agustina, S.Psi., M.Psi yang merupakan praktisi yang sering diminta berbagai perusahaan untuk melakukan tes psikologi bagi calon tenaga kerja.

Prof. Riyanto dalam sambutannya mengapresiasi lulusan FMIPA yang akan di wisuda pada pada akhir pekan ini. Menurut Dekan FMIPA tersebut, setiap tahun sekitar 600 mahasiswa baru bergabung dengan FMIPA UII, adapun jumlah mahasiswa yang diwisuda setiap periode kurang lebih antara 90 sampai 100. Dengan jumlah periode wisuda di UII sebanyak enam kali maka jumlah mahasiswa baru yang masuk dan jumlah lulusan relative sama sehingga student body di FMIPA UII akan dapat terkendali dengan baik. Prof. Riyanto juga merasa bangga karena salah satu lulusan dari FMIPA pada periode ini memperoleh indeks prestasi sempurna yaitu 4,00 dengan masa studi kurang dari 4 tahun. Dekan FMIPA yang juga beberapa kali memperoleh penghargaan dosen berprestasi tersebut memprediksi kalau Pin Emas untuk wisuda period keempat 2018/2019 akan di raih wisudawan dari FMIPA. Kesempatan tersebut juga tidak disia-siakan oleh Prof. Riyanto untuk mempromosikan Program Magister (S2) Kimia yang akan menerima mahasiswa baru untuk kali pertamanya di tahun akademik 2019/2020. Lulusan FMIPA yang bersedia untuk melanjutkan studi S2 Kimia akan diprioritaskan memperoleh keringanan biaya pendidikan selama kuliah.

Usai Prof. Riyanto menyampaikan sambutan dilanjutkan dengan sesi Seminar Karir yang disampaikan Ike Agustina yang saat ini juga sedang memegang amanah sebagai Direktur Sumber Daya Manusia UII. Mengawali materi workshopnya, Ike Agustina melakukan polling kepada calon wisudawan. Satu hal yang sangat menarik dari hasil polling tersebut menyatakan kurang lebih 70% lulusan FMIPA sangat optimis untuk menempuh karir paska kelulusannya. Sebagian besar lulusan FMIPA memilih untuk dapat bekerja di BUMN, sebagai pegawai negeri sipil dan berkarir di perusahaan multi nasional. Namun demikian yang menjadi keresahan lulusan FMIPA adalah kemampuan bahasa inggris yang masih kurang, sehingga takut untuk berkompetisi dengan lulusan dari perguruan tinggi lain. Setelah selesai melakukan evaluasi hasil polling dilanjutkan dengan pemaparan untuk strategi dan teknik membuat lamaran pekerjaan, CV dan wawancara baik pada saat psikotest maupun dengan user. Acara workshop sangat menarik bagi calon wisudawan terbukti banyak hal yang didiskusikan dan baru berakhir pada pukul 12.00.

Selasa 12 Maret 2019 Dekan FMIPA UII mendapatkan undangan untuk menandatangani kerjasama antara FMIPA UII dengan PT Biofarma di Kota Bandung. Ruang lingkup kerjasama adalah program magang bersertifikat bagi mahasiswa di PT Biofarma selama 6 (enam) bulan. Menurut Disril Revolin Putra selaku Direktur SDM dan Umum PT Biofarma menyampaikan bahwa konsep permagangan mahasiswa sudah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu dengan menggandeng Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dengan maksud adanya keselarasan antara kurikulum yang ada di dunia pendidikan dengan industry. Program magang bersertifikat membuka peluang lulusan dari perguruan tinggi untuk berkarir di salah satu BUMN yang memproduksi berbagai vaksin yang sudah diekspor ke berbagai Negara di dunia. Disamping itu juga program magang bersertifikat juga dapat dijadikan jembatan bagi perguruan untuk bersama-sama dengan PT Biofarma melakukan riset. Salah satu riset yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan produk local baik teknologi maupun bahan baku sehingga bisa low cost production yang dapat berdampak pada harga vaksin yang lebih murah bagi masyarakat.

Pada dasarnya program magang di PT Biofarma ada dua jenis yaitu melalui program magang regular dan magang bersertifikat. Tipe magang regular terbagi menjadi tiga macam terdiri dari observasi, PKL atau magang model A ,dan magang model B dengan peserta magang diperuntukkan mahasiswa diberbagai tingkatan seperti diploma, sarjana maupun paska sarjana. Hal yang sama juga untuk program magang bersertifkat diperuntukkan mahasiswa dengan berbagai jenjang. Khusus untuk program magang tipe B dan magang bersertifikat dilakukan melalui seleksi, dan yang terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut akan mandapatkan uang makan, uang saku dan kesehatan poliklinik. Mahasiswa yang tidak lolos seleksi magang tipe B dan magang bersertifikat dapat mengikuti magang tipe A atau observasi dengan durasi waktu antara satu sampai enam bulan.

Pada kesempatan tersebut Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA UII sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh PT Biofarma karena UII merupakan salah perguruan tinggi yang terpilih untuk melakukan program magang bersertifikat di PT Biofarma. Dekan FMIPA menyampaikan bahwa di FMIPA UII sudah ada Program Studi D3 Analisis Kimia telah mendesain kurikulum yang memungkinkan mahasiswa untuk magang selama enam bulan di semester akhir. Adapun prodi lain di FMIPA UII yang relevan untuk melakukan riset dengan PT Biofarma adalah Farmasi, Profesi Apoteker, dan Kimia dan tidak menutup kemungkinan juga bidang Statistika. FMIPA UII juga saat ini berencana untuk mendirikan Prodi baru yang relevan dengan pengembangan vaksin yaitu Prodi Bioteknologi dan akan diinisiasi mulai tahun 2019.

Mahasiswa UII termasuk dari Fakultas MIPA wajib mengikuti kegiatan Pengembangan Diri Qur’ani (PDQ) selama 4 semester. Kegiatan PDQ yang dikenal juga dengan nama ta’lim pada semester genap tahun akademik 2018/2019 dimulai Rabu 20 Februari 2019 dengan diadakan kegiatan Ta’lim Perdana. Peserta Ta’lim Perdana adalah mahasiswa FMIPA UII angkatan 2017 dan 2018 dengan jumlah kurang lebih sebanyak 900 mahasiswa. Hadir pada acara tersebut adalah Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA, Dr. Aunur Rohim Faqih selaku Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII. Acara Ta’lim Perdana juga dijadikan media untuk memberikan motivasi kepada peserta ta’lim dengan menghadirkan Drs. Imam Mujiono, MA yang juga dosen di Fakultas Agama Islam UII sekaligus motivator tingkat internasional.

Dr. Aunur Rohim Faqih dalam sambutannya menyambut positif kegiatan Ta’lim Perdana yang diselenggarakan di FMIPA dan berharap dapat juga di duplikasi oleh fakultas lain yang ada di UII. Pada kesempatan tersebut Aunur Rohim juga menyampaikan bahwa pola pembinaan model Ta’lim hanya ada di UII dan belum ada kampus lain menyelenggarakan kegiatan yang sama. Usia sambutan Direktur DPPAI dilanjutkan sambutan oleh Prof. Riyanto. Dekan FMIPA menyampaikan bahwa Mu’alim di beberapa prodi di FMIPA merupakan Dosen Pembimbing Akademik (DPA), hal tersebut menjadi hal yang sangat positif karena DPA dapat langsung berinteraksi dengan bimbingannya setiap sepekan sekali. Dekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ta’lim di FMIPA sudah dialokasikan waktunya yaitu setiap Rabu jam 15.30.

Motivasi kepada mahasiwa oleh Drs. Imam Mujiono dilaksanakan setelah sambutan Dekan FMIPA. Imam Mujiono banyak memberikan inspirasi untuk menjadi pribadi yang sukses. Menurutnya orang Islam yang sukses adalah mereka yang dapat masuk surga-Nya Allah SWT. Pribadi yang dapat masuk surga adalah yang termasuk golongan orang yang bertaqwa kepada Allah SWT dengan ciri-ciri sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-quran seperti mengimani kepada yang ghaib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezekinya. Imam berharap bahwa mahasiswa FMIPA UII yang mengikuti kegiatan taklim di semester genap tahun akademik 2018/2019 dapat menjadi pribadi yang baik dan dapat meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Di akhir acara setelah Imam Mujiono memaparkan motivasi dilanjutkan dengan penjelasan teknis terkait pelaksanaan taklim oleh Muhammad Arsyik Kurniawan S. yang bertindak sebagai coordinator taklim di FMIPA UII. Terdapat beberapa perubahan skenarion sehubungan dengan taklim semester genap 2018/2019 dibandingkan dengan semester sebelumnya. Perbedaan tersebut yaitu pada penguji, dimana berdasarkan kebijakan dari DPPAI bahwa penguji akan diadakan saling silang antar mua’alim.

Calon wisudawan harus mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja, sehingga mereka membutuhkan bekal untuk informasi yang memadai untuk mampu berkompetisi dan menangkap peluang karir yang tersedia. Oleh karena itu Fakultas MIPA UII pada hari Senin (21/1/19) mengadakan kegiatan pembekalan kepada calon wisudawan dengan menghadirkan Drs. Untoro Budiharjo, MM selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman. Acara yang diadakan di Ruang Auditorium FMIPA tersebut dibuka secara langsung oleh Prof. Riyanto yang juga merupakan Dekan FMIPA. Dalam sambutannya, Prof. Riyanto berharap kepada semua calon wisudawan apabila sudah diterima bekerja untuk bisa disiplin, siap bekerja di bawah tekanan, inovatif dan menikmati pekerjaannya dengan tidak mudah untuk cepat keluar dari tempat pekerjaannya.

Usai sambutan Dekan FMIPA dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kepala Disnaker Kab. Sleman. Untorio dalam mengawali penyampaikan materinya menjelaskan beberapa permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia diantaranya adalah tidak sebandingnya penawaran dan permintaan, lulusan Sekolah belum siap untuk bekerja dan peningkatan keterampilan, kurang efektifnya Informasi Pasar Kerja bagi para pencari kerja, rendahnya gaji dan upah, jaminan sosial yang kecil, kurang minat untuk berwirausaha. Profil kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sampai dengan Agustus 2017 terlihat bahwa pekerja di Indonesia yang memiliki pendidikan antara SD sampai SMP sebanyak 60,08%.

Pada kesempatan tersebut juga Untoro memberikan motivasi kepada calon wisudawan dari FMIPA UII untuk tidak menganggur setelah lulus, sehingga mereka harus bekerja dan tetap untuk bekerja sehingga dalam kurun waktu tertentu akan dapat hidup lebih sejahtera. Untoro menambahkan bahwa saat ini Dinas Tenaga Kerja di semua Kabupaten dan Kota dapat digunakan untuk mengakses informasi lowongan atau peluang pekerjaan di seluruh Indonesia. Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja muda di Indonesia kementerian Tenaga Kerja diantaranya 1) Mendayagunakan Tenaga Kerja Sarjana (TKS), yaitu para sarjana yang baru lulus dan masih menganggur, untuk menjadi pendamping kegiatan pemberdayaan masyarakat, 2) Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bagi angkatan kerja muda di BLK seluruh Indonesia dengan subsidi Kemenaker, 3) Program Pemagangan ke luar negeri seperti Jepang dan Korea Selatan dan 4) Pemberdayaan tenaga kerja muda melalui pelatihan wirausaha dan pemberian Bantuan Sarana Usaha (BSU). Di akhir sesi dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja oleh Dekan FMIPA UII.

Program Studi (Prodi) Statistika, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berencana menjalin kerjasama untuk meningkatkan mutu lulusan. Rencana tersebut muncul saat rombongan Prodi Statistika Unair yang dipimpin Drs Eko Cahyono MSi melakukan kunjungan ke UII, Jumat (7/12/2018).

Dijelaskan Dekan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII, Prof Riyanto PhD, saat ini banyak muncul ilmu statistik di antaranya ada big data, data mining, dan lain-lain. Karena itu, kerjasama UII dan Unair ditujukan untuk peningkatan mutu lulusan.

“Kunjungan ini terbalik. Seharusnya Prodi Statistika UII yang berkunjung ke Unair Surabaya. Karena UII perguruan tinggi swasta (PTS), sedangkan Prodi Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Unair merupakan perguruan tinggi negeri (PTN),” kata Riyanto.

Bila dilihat sejarah berdirinya, lanjut Riyanto, Prodi Statistika UII berdiri tahun 1995. Sedangkan Prodi Statistika Unair Surabaya baru berdiri tahun 2011 dan perkembangannya dibimbing Prof Akhmad Fauzy, SSi, MSi, PhD dari Prodi Statistika UII.

Ilmu Statistika, jelas Riyanto, saat ini banyak diminati calon mahasiswa. Menyusul banyak penggunaan data dari internet sehingga ahli statistik sangat dibutuhkan di berbagai perusahaan. Hal ini yang membuat minat calon mahasiswa masuk Prodi Statistika semakin meningkat.

“Tahun ajaran 2018/2019, ada 135 mahasiswa dari Prodi Statistika. Sebetulnya, kita membatasi 120 mahasiswa, namun karena banyak peminat sehingga ditambah,” kata Riyanto.

Sedang Ketua Jurusan Statistika, Dr Edy Widodo mengatakan Prodi Statistika UII memiliki visi yaitu terkemuka dalam menghasilkan Analis Data yang berintegritas dan antusias serta memajukan masyarakat. Sedang tujuannya, menghasilkan Analisis Data yang menguasai teori dan metodologi. Analis Data bersiap menjadi analisis kebijakan, analis kebencanaan, saintis data atau aktuaris. “Prodi Statistik UII memiliki motto Gengam Data Kuasai Dunia,” tandas Edy Widodo.

Dosen Prodi Statistik UII, Dr Raden Bagus Fajriya Hakim mengatakan banyak Data Scientist di berbagai perusahaan Indonesia berasal dari Singapura, India dan lain-lain. Karena itu, peningkatan mutu calon Data Scientist perlu ditingkatkan agar lulusan Prodi Statistik Indonesia tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi luar negeri.

“Pengembangan kurikulum Prodi Statistik mutlak dilakukan. Sebab ini tidak hanya menyangkut kampus, mahasiswa, dan dosen. Tetapi menyangkut pengembangan masarakat secara keseluruhan,” kata Fajriya.

Sementara Eko Cahyono mengungkapkan Prodi Statistik Unair Surabaya mendapatkan bimbingan dari Prof Ahmad Fauzy. Kini Prodi Statistika Unair Surabaya sudah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) A. “Diharapkan kunjungan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas akademik kedua Prodi Statistika Unair dan UII,” kata Eko.

Tim Program Studi (Prodi) DIII Analisis Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII), Ayu Annisa, Anisah Asma Nadia, dan Annisa Dwi Fahmi keluar sebagai Juara I Olimpiade Sistem Manajemen Laboratorium (OSML) 2018, Sabtu (1/12/2018). Sedang tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) Juara I diraih tim SMK Depok 2 Sleman, Dhian Ayu Susanti, Angelica Maria Otakena Tyasuci, dan Dewi Meiliyan Ningrum.


Dijelaskan Ketua Panitia OSML, Kuntari MSc, peserta tingkat mahasiswa diikuti perguruan tinggi dari Surabaya, Solo, Semarang, Palembang, dan Yogyakarta. Ada 24 tim yang mengajukan proposal perguruan tinggi. Sedang tingkat SMA/K ada 11 proposal.
“Ada empat fungsi utama manajemen laboratorium yaitu merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Namun, kurangnya pengetahuan dan pengalaman dari personil yang terlibat dalam laboratorium sering menjadi penghambat dalam manajemen laboratorium. Lomba ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan personil laboratorium,” kata Kuntari kepada wartawan di sela-sela penyerahan hadiah, Sabtu (1/12/2018).
Lebih lanjut Kuntari mengatakan penilian Olimpiade ini melalui beberapa tahap. Pertama, penilaian terhadap ringkasan makalah yang telah disusun. Kedua, penilaian makalah yang dikirimkan ke panitia. Ketiga, presentasi makalah yang telah disusun. Kelima, adu cepat dan tepat untuk menyelesaikan masalah.
Peserta dari perguruan tinggi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan Yogyakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisanga Semarang, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), UII Yogyakarta. Selain itu, Politeknik Perkapalan Negeri (PPN) Surabaya, Universitas Kristen Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Akademi Minyak dan Gas (Migas) Palembang.

Juara II katagori perguruan tinggi di raih Tim Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan, Joanne Salres Ramadhani, Fazlur Ansyari dan Said Wigo Ardiyanto. Juara III, tim UNS yaitu Lusy Rizkya Miliyartha, Aulia Rahmah, dan Istin Krisnawati. Sedang Juara Harapan I diraih tim UIN Walisongo yaitu Setyo Wati, Laely Faizatun Fuadah, dan Nela Fitriatul Hikmah. Juara Harapan II diraih tim UMS yaitu Jumini Khaerunnisa, Ika Rahma Maulida, dan Anisa Cahyani Aprilia.
Sedang katagori SMA/K Juara II diraih tim SMKN 1 Cangkringan yaitu Habib Aulia Hakim, Yuliana Farhani, dan Rafika Fajar Ismawati. Juara III juga diraih tim SMKN 1 Cangkringan yang terdiri dari Maulid Fajar Nugroho, Nugi Triyovi Yanto, dan Budi Stiyawan. Juara Harapan I tim SMKN 1 Cangkringan yaitu Nira Dwi Ariska, Dwi Novida, dan Qoirul Amanati. Juara Harapan II tim SMKN 1 Cangkringan terdiri dari Fajar Agus Saputro, Fitria Puspitawati, dan Yuniantin.

Ketua Prodi DIII Analisis Kimia FMIPA UII, Dr Tri Esti Purbaningtyas mengatakan Prodi D III Analisis Kimia merupakan program pendidikan profesional yang diharapkan dapat melahirkan profesional muda setingkat ahli madya yang kompeten sebagai penguji laboratorium di bidang analisis kimia. Karena itu, kurikulumnya berorientasi pada keterampilan kerja di laboratorium.
“OSML dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman manajemen laboratorium. Selama ini, baru dua kali dilakukan OSML. Pertama, tahun 2016 dilakukan Laboratorium Mania di Jakarta. Kedua, dilaksanakan Prodi DIII Analisis Kimia UII,” kata Tri Esti Purbaningtyas.
Sementara guru SMKN 1 Cangkringan, Sriyati SPd mengatakan sangat menyambut baik OSML. Sebab olimpiade ini bisa memberikan pengetahuan dan wawasan manajemen laboratorium.

“Saat ini, untuk tingkat SMA/K manajemen laboratorium belum sesuai dengan ISO yang internasional. Insya Allah kami akan membekali anak-anak agar bisa mengelola laboratorium lebih baik lagi,” kata Sriyati, guru pendamping siswa mengikuti lomba.
(By: Heri Purwata)

Program Studi (Prodi) Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) mendapat visiting profesor selama sepekan, Senin-Sabtu (26/11-1/12/2018). Associate Profesor Juliana Jumal yang berasal dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) mengajar tentang kimia organik sintesis menggunakan bahan alam yang berguna sebagai bahan anti kanker dan anti oksidan.

“Visiting Professor ini bagian dari kurikulum Program Studi Kimia. Bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa diajar oleh dosen asing yang minimal bergelar profesor. Kuliah yang diajar oleh dosen dari luar negeri ini agar mahasiswa mempunyai nuansa diajar dosen asing dengan pengantar Bahasa Inggris,” kata Dr Dwiarso Rubiyanto, MSi, Ketua Program Studi Kimia kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/11/2018).

Lebih lanjut Dwiarso mengatakan mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang sama tentang ilmu kimia yang disampaikan dosen asing. Prodi Kimia UII sudah terakreditasi Royal Society of Chemistry (RSC) sejak tahun 2015, sehingga visiting professor menjadi keharusan.

“Untuk satu semester, minimal satu orang profesor mengajar di UII. Mengajar di kelas, kuliah tamu atau stadium general, diskusi yang bersifat kolaborasi untuk menjalin kerjasama dan tukar pengetahuan. Beliau memiliki indek yang tinggi dan pengalaman publikasi banyak,” kata Dwiarso.

Prof Juliana Jumal saat memberikan kuliah kepada mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UII Yogyakarta, Senin (26/11/2018). (foto : istimewa)

Selain Juliana Jumal, terang Dwiarso, ada satu lagi dosen dari USIM untuk mengikuti workshop minyak atsiri yaitu Dr Teuku Shafazila, Kamis-Sabtu (29/11-1/12/2018). Ia akan belajar minyak atsiri dan sharing riset yang telah dilakukan tentang minyak atsiri. Periode ini ada dua orang yang berbeda tujuan, tetapi dalam satu kesatuan dengan acara visiting professor.

Menurut Dwiarso, visiting professor ini sudah sering dilakukan sehingga mahasiswa sudah terbiasa mendengarkan kuliah dengan pengantar Bahasa Inggris. Kuliah ini juga dimaksudkan untuk memantapkan kebiasaan mahasiswa mendengarkan kuliah dengan Bahasa Inggris.

Mahasiswa juga didorong untuk aktif di dalam kelas dengan bertanya atau mengemukakan pendapatnya dalam bahasa Inggris. “Anak-anak itu lebih suka bertanya dengan bahasa Inggris. Penguasaan Bahasa Inggris juga menjadi persyaratan lulus,” ujarnya.

Dwiarso menilai ada beberapa keuntungan mendatangkan profesor dari luar negeri. Pertama, mahasiswa tidak mengalami kesulitan ketika melanjutkan studi di luar negeri. Kedua, kepercayaan diri mahasiswa menggunakan Bahasa Inggris meningkat. Sehingga setelah lulus, mereka bisa bersaing dengan tenaga asing.