Yandi Syukri adalah guru besar pertama di Jurusan Farmasi Fakultas MIPA UII. Pria yang lahir di Payakumbuh Sumatera Barat tersebut meraih professor untuk bidang Farmasetika pada usia yang ke empat puluh enam. Sebagai bentuk penghormatan kepada para guru besar baru di lingkungan UII, maka pada Kamis (3/12/20) Yandi Syukri memperoleh apresiasi dari Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. Penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Suwarsono Muhammad selaku Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII.  Profesor adalah jabatan akademik tertinggi dari seorang dosen, dan siapa saja yang menjadi dosen sudah sepatutnya untuk bercita-cita atau berangan-angan untuk meraihnya.

Turut hadir pada acara penyerahan apresiasi kepada para guru besar baru adalah Prof. Riyanto selaku Dekan Fakultas MIPA periode 2018 – 2022. Riyanto punya harapan besar kepada Yandi Syukri selaku Profesor pertama di Jurusan Farmasi untuk terus memotivasi diri dan kolega yang ada di jurusannya agar senantiasa menghasilkan karya-karya yang monumental. Keberadaan Yandi Syukri sebagai guru besar merupakan kebanggaan Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA dan Universitas Islam Indonesia. Riyanto menambahkan agar Yandi Syukri mampu mendorong kepada dosen-dosen yang ada di Jurusan Farmasi dan telah bergelar doktor untuk dapat dipacu sesegera mungkin untuk memiliki jabatan akademik tertinggi sebagai professor. “Keberadaan Yandi Syukri sebagai professor pertama di Jurusan Farmasi akan semakin memperkuat Jurusan apalagi sebentar lagi akan menerima mahasiswa pada jenjang S2 Farmasi”, ungkap Riyanto saat ditemu di Kantornya. Keberhasilan Yandi Syukri dalam meraih jabatan akademik tertinggi tersebut juga tidak terlepas dari support UII dalam program percepatan guru besar.

Pada kesempat itu juga Riyanto juga menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan jumlah Profesor yang ada di Fakultas MIPA. Dosen-dosen yang sudah berpendidikan S3 dan memiliki jabatan akademik lektor kepala dihimbau untuk mengikuti program percepatan guru besar yang diselenggaran oleh UII. Seperti diketahui juga bahwa saat ini sedang proses persetujuan DIKTI dua orang calon guru besar yaitu Drs. Allwar, M.Sc. Ph,D dari Jurusan Kimia dan Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.sI., Jurusan Statistika.