
Sejumlah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil mengembangkan alat bernama Reducer of Glycemic Index in Rice (Roger). Alat ini berfungsi untuk menurunkan kandungan glukosa nasi putih sehingga aman dikonsumsi penderita Deabetes Millitus (DM).
Roger dikembangkan lima mahasiswa Nurul Hidayah (Fakultas Kedokteran), David Arohman dan Damas Reza Pramuditya (Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri), Istnaini ‘Ainur Rohmah (Program Studi Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya), dan Desi Nasriyanti (Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Mereka adalah Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerepan Tekhnologi (PKMT)di bawah bimbingan dosen FMIPA, Dhina Fitriastuti.
“Kita bisa berkolaborasi karena bertemu di Excellance Community UII. Komunitas penerima beasiswa dari UII. Alhamdulillah Roger berhasil meraih medali perak di Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional-Red) 2018,” kata Nurul Hidayah yang didampingi keempat anggota Tim Roger di Kampus FMIPA UII, Rabu (5/9).
Lebih lanjut Nurul mengatakan mekanisme Roger memadukan sistematika kerja penanak nasi dan peniris minyak. Selain itu, juga memanfaatkan sistem pemanas dan termostat yang dapat menanak nasi serta gaya sentrifugal untuk merubah tekanan dalam ruangan dengan kecepatan putaran tertentu.
Roger ini memiliki kapasitas menanak nasi dan menurunkan glukosa nasi putih 3 kilogram dan membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit. Roger telah terbukti menurunkan indeks glikemik nasi putih dengan penurunan sebesar 27 persen.
Selanjutnya, nasi tersebut diujikan terhadap pasien penderita Diabetes Mellitus (DM). Ada dua kelompok orang yang dijadikan uji coba nasi yang dihasilkan Roger. Sebanyak 10 orang penderita DM mengonsumsi nasi Roger, dan 10 orang tidak diberi nasi Roger.
“Hasil penurunan nilai glukosa darah kapiler sebesar 75 persen pada pasien DM yang sebelumnya dilakukan intervensi berupa konsumsi nasi roger 10 gram, dibandingkan dengan pasien yang mengonsumsi nasi reguler 10 gram,” kata Nurul yang juga calon dokter ini.
Ide membuat Roger, kata Nurul, jumlah penderita DM di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010, terdapat 285 juta orang mengalami DM dan akan meningkat menjadi 439 juta pada tahun 2030. “Kunci utama pengobatan DM adalah mencegah progresifitas penyakit. Karena itu, dikembangkan Roger, penurun glukosa nasi putih,” ujarnya.
Ditambahkan Dhina Fitriastuti, Roger penurun glukosa nasi putih ini telah diterapkan pada perusahaan katering sehat ‘My Heartbeat Company.’ Respons mitra kerja tersebut sangat positif. Ada peningkatan efektivitas dalam memproduksi nasi putih rendah glukosa untuk penderita DM. Sehingga ini menjadi salah satu keunggulan katering tersebut untuk memperluas pemasaran.
“Diharapkan Roger, penurun glukosa nasi putih ini dapat membantu bisnis makanan sehat. Sehingga upaya hidup sehat dapat diterapkan lebih maksimal. Kini Roger tengah diajukan untuk mendapatkan hak paten,” kata Dhina.








Selain itu juga Thorikul Huda menyampaikan bahwa UII merupakan perguruan tinggi nasional pertama di Indonesai yang didirikan oleh tokoh nasional diantaranya Moh. Hatta, M. Nasir, Mr. Moh. Roem, Kahar Muzakir Wahid Hasim yang mereka semua adalah tokoh BPUPKI. “UII didirikan pada tanggal 8 Juli 1945 dan saat ini memiliki 8 Fakultas”, ungkap Thorikul Huda. Menurut Thorikul Huda, capaian UII terbaru yaitu Apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Ristek dan Perguruan Tinggi terkait dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dilaksanakan di UII. “Terdapat 4 universitas yang mendapatkan apresiasi dari kemenristek dikti dan salah satunya UII”, tambah Thorik.
Usai pembukaan oleh Wakil Dekan dilanjutkan dengan sambutan dan penjelasan Jurusan Farmasi oleh Dr. Yandi Syukri, M.Si., Apt selaku Ketua Jurusan (Kajur) Farmasi. Yandi Syukri menyambut baik kehadiran orang tua atau wali dan berharap dapat bersinergi dengan Jurusan Farmasi FMIPA UII. Saat ini di Jurusan Farmasi UII ada dua Program Studi yaitu S1 Farmasi dan Profesi Apoteker. Keunggulan Jurusan Farmasi UII diantaranya adalah jumlah dosen yang sudah banyak bergelar doctor (S3) dan peralatan laboratorium yang sangat lengkap dibandingkan dengan prodi sejenis di kampus lain.
FMIPA UII bergerak cepat dengan membentuk tim dari semua unsur seperti dosen, karyawan dan mahasiswa untuk menggalang bantuan bagi korban bencana gempa di pulau Lombok. Tim bertugas mengumpulkan, mengidentifikasi dan menyalurkan bantuan kepada korban. Bantuan yang dikumpulkan berupa obat-obatan, makanan, pakaian dan uang. Dua hari paska gempa, tim berhasil mengumpulkan bantuan yang dibawa kelokasi pengungsian secara langsung dan berkoordinasi dengan tim Fakultas Kedokteran UII yang berangkat terlebih dahulu.
Santunan juga diberikan kepada Kelurga dari mahasiswa Haris Bagas Wira yang merupakan mahasiswa Farmasi karena bapaknya meninggal saat gempa terjadi. Didampingi oleh Yulianto yang akrab dipanggil Lek Sukir langsung menyerahkan santunan ke keluarga Haris di daerah Lombok Timur.
Ketua dan Sekretaris Jurusan telah dilantik oleh Rektor UII pada tanggal 8 Agustus 2018. Jurusan saat ini membawahi beberapa prodi sebagaimana kimia dibawahnya terdapat tiga Prodi yaitu S1 Kimia, S1 Pendidikan Kimia dan DIII Analisis Kimia, adapun Jurusan Farmasi ada dua prodi yaitu S1 Farmasi dan Profesi Apoteker. Sehari setelah pelantikan Ketua dan Sekretaris Jurusan dilaksanakan pemilihan Kaprodi dan Sekprodi di seluruh di lingkungan FMIPA UII.
Ketua Jurusan yang telah dilantik memimpin pemilihan Ketua dan Sekretaris Prodi yang ada di bawahnya. Sedangkan Prodi Statistika dipimpin langsung oleh Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA UII, hal tersebut dilakukan karena di Statistika hanya ada satu prodi. Pemilihan Ketua dan Sekretaris Prodi dilaksanakan di Ruang Auditorium FMIPA dengan urutan waktu pemilihan adalah Prodi Farmasi, Kimia dan Statistika. Seluruh hasil pemilihan Kaprodi dan Sekprodi di FMIPA UII dilangsung dengan musyawarah mufakat dari seluruh dosen di jurusan masing-masing. Daftar ketua dan Sekretaris Prodi yang terpilih melalui musyawarah mufakat adalah:





