Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) melaksanakan acara Pelepasan Wisudawan/Wati dan Seminar Persiapan Karir pada Senin, 22 Februari 2021 secara daring. Kali ini FMIPA UII melepas 117 calon wisudawan, yang terdiri dari Prodi Statistika 31 mahasiswa, Prodi Kimia 28 mahasiswa, Prodi Farmasi 37 mahasiswa, Prodi Pendidikan Kimia 10 mahasiswa dan Prodi DIII Analisis Kimia 11 mahasiswa.  

Dalam sambutannya Dekan Fakultas MIPA UII Prof. Riyanto, M.Si., Ph.D menyampaikan untuk selalu menjaga iman, amal dan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta selalu melakukan continous improvement. Wisuda bukan akhir dari segalanya, belajar harus dilakukan terus menerus sepanjang hidup sampai akhir hayat. Serta harus selalu mendoakan orang tua dan meminta doa dan ridho orang tua supaya perjalanan dalam menggapai cita  dimudahkan oleh Allah SWT.

Sebelum seminar karir, terlebih dahulu diisi materi dari DPKA UII, Annisa Miranty, S.Psi., M.Psi. yang menjelaskan terkait wisudawan yang telah menyelesaikan studinya harus mempersiapkan diri sebagai future leader untuk menghadapi Industri 4.0. Beliau juga menyampaikan bagaimana menjadi seseorang yang berlaku adil, amar ma’ruf nahi munkar sehingga sebagai manusia bisa menjadi suri tauladan bagi sesama. Ibu Annisa pun menyampaikan bahwa DPKA UII memiliki beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh alumni untuk pengembangan karir serta career counseling. 

Seminar persiapan karir pada kali ini diisi oleh alumni UII yaitu Apt. Cahyono Suryo Dewo, S.Farm. Dengan tema Keep Survive On Unpredictable Life beliau menyampaikan tentang sebuah teori tentang ketidakpastian yang dikenal dengan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Bahwa dalam hidup banyak yang tidak pasti, tidak tetap atau berubah-ubah, kompleks, dan ambigu atau menimbulkan keraguan. Seperti contohnya pada perusahaan-perusahaan besar yang dulu berjaya tiba-tiba menjadi bangkrut karena tergeser perkembangan dan inovasi yang lebih baru. Situasi pandemi juga merupakan salah satu contoh dari ketidakpastian. Banyak pekerja yang tiba-tiba dipecat sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Untuk itu, kita sebagai pemuda yang masih mampu untuk berpikir, terus belajar dan menciptakan inovasi-inovasi baru harus selalu siap untuk bersaing di dunia kerja.

Mempersiapkan kondisi tersebut Dewo menyampaikan pentingnya Growth Mindset sebagai bekal utama. Dengan adanya growth mindset kita dapat selalu berpikir positif dan memaknai kegagalan sebagai tantangan untuk terus belajar dan mencoba lagi sampai berhasil. Beliau juga menyampaikan bahwa untuk sukses dalam meniti karir kita harus menetapkan tujuan dan fokus terhadap hal yang ingin dituju. Serta menerapkan prinsip Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaborasi. 

Diketahui pada pelaksanaan pelepasan kali ini, dari Program Studi Statistika peraih Indeks Prestasi tertinggi periode II diraih oleh Aisyah Ummi Mu’minin mendapatkan IPK 3,77 sedangkan periode III didapatkan oleh Safira Khoirunnisa dengan IPK 3,91. Untuk Prodi Kimia Periode II didapatkan oleh Yanti Apriani dengan IPK 3,70 sedangkan untuk periode III diraih oleh Renaldi Daffa Hutama dengan IPK 3,87. Lulusan terbaik dari prodi Pendidikan Kimia periode II diraih oleh Nisrina Zahira Putri Irawan mendapatkan IPK 3,97 dan periode III didapatkan oleh  Fatma Agustina dengan IPK 3,95. Lulusan dari prodi DIII Analisis Kimia indeks prestasi tertinggi periode II diraih oleh Fensa Alifia Hasna dengan IPK 3,94 dan periode III didapatkan oleh Yuliana Pitri dengan IPK 3,82.