Dosen Jurusan Kimia FMIPA melakukan kunjungan ke SMA An Nuqayah Kabupaten Sumenep pada hari Sabtu tanggal 2 November 2019. Pada kesempatan tersebut dikenalkan cara pembuatan atau produksi biodiesel dan minyak atsiri kepada guru dan siswa SMA An Nuqayah. Penjelasan tentang biofuel dan biodiesel disampaikan oleh Dr. Tatang Shabur Juliyanto yang saat ini juga sedang mengemban amanah sebagai DIrektur Layanan Akademik (DLA) UII. Tatang menjelaskan bahwa proses transformasi biuofuel saat ini sudah masuk pada generasi kedua yaitu menggunakan bahan baku yang berasal dari non pangan. Generasi kedua ini menggunakan bahan biomassa ligoselulosa melalui proses hidrolisis dan fermentasi untuk menghasilkan etanol yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Adapun pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan memanfaatkan minyak jelantah (red. minyak yang sudah digunakan untuk menggoreng) yang direaksikan dengan NaOH atau KOH atau yang dikenal dengan proses esterifikasi.
Usai Tatang memaparkan tentang biodiesel dilanjutkan dengan penjelasan teknologi penyulingan oleh Nur Agus Priambodo (Nora) yang juga salah satu laboran di Jurusan Kimia. Nora mengenalkan teknik penyulingan minyak cengkeh dengan menggunakan bahab baku daun cengkeh kering. Menurut Nora keunggulan dari daun cengkeh kering dapat dihasilkan minyak cengkeh dengan kualitas yang lebih baik karena kadar airnya yang rendah. Selain itu juga pada umumnya daun cengkeh kering juga merupakan daun jatuh karena pohon dan hanya diajdikan sampah, sehingga pemanfaatan sampah daun kering juga merupakan satu keunggulan. Pada kesempatan tersebut Nora juga mempraktikkan bagaimana cara memperoleh minyak cengkeh dengan cara penyulingan.
Hadir pejabat di lingkungan Jurusan Kimia UII diantaranya adalah Prof. Dr. Is Fatimah sebagai Ketua Jurusan Kimia, Dr. Allwar, M.Sc. selaku Ketua Prodi Magister Kimia, Dr. Dwiarso Rubiyanto, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Ketua Prodi S1 Kimia. Prof. Riyanto, M.Si selaku dosen yang juga dosen di Jurusan Kimia menyerahkan secara bantuan alat penyulingan yang diterimakan langsung oleh Pengasuh Ponpes An Nuqayah Sumenep. Perwakilan dosen Prodi D3 Analisis Kimia yang turut menyaksikan penyerahan bantuan alat penyulingan adalah Thorikul Huda

Selesai penandatanganan kerjasama selanjutnya disampaikan pelatihan untuk guru-guru kimia dengan materi pengenalan pendidikan kimia di perguruan tinggi, aplikasi pengajaran humanis dan rekreatif, dan metode pengambilan minyak atsiri. Menurut Prof. Riyanto strategi dalam menyampaikan materi kimia diawal perlu dikenalkan tentang aplikasi kimia terlebih dahulu sehingga siswa akan senang mengikuti pelajaran kimia. Contoh aplikasi ilmu kimia diantaranya adalah pemurnian kimia sehingga bangsa Indonesia tidak perlu lagi impor dari Negara lain. “Fakta saat ini Indonesia masih impor garam, padahal pulau Madura merupakan penghasil garam terbanyak di Indonesia”, ungkap Prof. Riyanto. Factor utama yang menyebabkan Indonesia masih impor garam karena kualitas garam di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas produksi garam-garam di Indonesia termasuk produksi garam di Madura, sehingga guru-guru kimia harus mampu mentransformasikan tentang pemurnian garam.
Selain itu juga Prof. Riyanto juga banyak mengenalkan fasilitas yang digunakan untuk praktikum maupun penelitian dosen dan mahasiswa di Jurusan Kimia FMIPA UII. Beberapa perlatan yang dikenalkan diantarannya adalah GC-MS, SEM-EDX, HPLC, FTIR, spektrofotometer UV-Vis, AAS dan lain-lain. Diakhir pengenalannya Prof. Riyanto menyampaikan metode penerimaan mahasiswa baru di Universitas Islam Indonesia. Materi kedua dan ketiga disampaikan oleh Dr. Dwiarso Rubiyanto dan Krisna Merdekawati, M.Pd yang masing-masing adalah Ketua Prodi S1 Kimia dan Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII.
Usia sambutan Prof. Riyanto kemudian dilanjutkan penjelasan teknis kegiatan audit oleh Lead Audit. Sri Kusumadewi selaku Lead Auditor terlebih dahulu memperkenalkan seluruh auditor yang akan melaksanakan audit di FMIPA tahun 2019. Kesempatan tersebut juga digunakan oleh Sri Kusamadewi memaparkan konsep PPEPP (penetapan, pelaksanaan, evaluasi (pelaksanaan), pengendalian (pelaksanaan), dan peningkatan) dalam rangka penjaminan mutu seluruh unit pertanggungjawaban di lingkungan FMIPA.

