Joglo Amirta di Kawasan obyek wisata Kaliurang Sleman pada hari Sabtu (7-12-19) dijadikan untuk kegiatan upgrading kelompok Marketing and Communication (Marcom) Fakultas MIPA UII. Kepala Bidang Humas FMIPA UII, Tutik Purwaningsih menyampaikan bahwa kegiatan upgrading kali ini diperuntukkan semua anggota baik yang baru maupun yang sudah lama bergabung di komunitas Marcom FMIPA. Acara upgrading dibuka secara langsung oleh Prof. Riyanto, Ph.D selaku Dekan FMIPA periode 2018 – 2022. Capaian FMIPA ditahun 2019 diantaranya adalah perolehan akreditasi A pada Prodi Farmasi, S2 Kimia mulai menerima mahasiswa baru, salah satu laboran di FMIPA meraih peringkat terbaik kedua tingkat nasional. Disisi lain, masyarakat juga perlu mengetahui capaian UII pada tahun 2019 misalnya UII menjadi universitas dengan peringkat kinerja penelitian dan pengabdian terbaik untuk perguruan tinggi swasta. Di tahun 2019, UII juga memperoleh predikat sebagai kampus swasta paling lestari dan lain sebagainya.
Dekan FMIPA UII menyampaikan bahwa UII telah membukan kran untuk beasiswa bagi mahasiswa asing untuk setiap prodi. Oleh karena itu, promosi untuk mahasiswa asing perlu dilakukan sehingga tidak menutupkemungkinan mahasiswa yang tergabung di dalam Marcom dapat berkunjung ke luar negeri untuk mempromosikan prodi yang ada di FMIPA. Seperti diketahui bahwa Prodi di FMIPA saat ini ada 7 diantaranya adalah Statistika, Kimia, Farmasi, Profesi Apoteker, D3 Analisis Kimia, Pendidikan Kimia dan Magister Kimia. “Insya Allah satu tahun mendatang FMIPA akan segera memiliki S2 Farmasi dan S2 Kimia”, tambah Riyanto saat membuka acara upgrading.
Usai Riyanto menyampaikan sambutan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Thorikul Huda yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan tentang beberapa strategi yang promosi dengan memanfaatkan internet termasuk website dan media sosial. Anggota marcom dapat dilibatkan sebagai salah satu contributor berita untuk dipublish di website fakultas. “Anggota marcom perlu mendapatkan training sebagai wartawan kampus”, ungkap Thorik sapaan Wadek KKA. Keanggotaan marcom yang terdiri dari masing-masing Prodi yang berperan sebagai wartawan kampus dan beritanya diunggah di website fakultas dan disebarkan melalui social media akan memudahkan masyarakat mengetahui berbagai aktifitas di lingkungan FMIPA.
Menurut Thorik, metode promosi lain yang bisa dikembangkan yaitu dengan membuat content video testimony mahasiswa ataupun pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan pada FMIPA. Selain itu juga Thorik mengusulkan agar program ditahun sebelumnya yang sudah berjalan dengan baik perlu diteruskan dan ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya. Aktivitas marcom yang sudah dijalankan pada tahun 2018 adalah program Alumni Goes to School yaitu dengan menghadirkan mahasiswa FMIPA ke sekolah asal sebelum jadi mahasiswa UII.
Setelah Dekan dan Wadek KKA menyampaikan materi dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Tema diskusi adalah usulan bentuk atau pola promosi yang dapat dilakukan pada tahun 2020. Pagi harinya yaitu Minggu (8-12-19) diadakan acara outbound untuk menguatkan kebersamaan antar anggota komunitas Marcom FMIPA UII.

Beberapa layanan yang sudah mengalami perubahan secara drastis di FMIPA UII diantaranya adalah kecepatan dalam memperoleh surat keterangan aktif kuliah, permohonan legalisasir yang tidak lebih dari 10 menit, perbaikan ruang lembaga mahasiswa, pemberian tempat diskusi yang nyaman di kantin dan sekitar taman di FMIPA. Lingkungan eksternal FMIPA lebih diperindah dengan keberadaan taman-taman, mempercantik mushola dengan penempelan wall paper, pengecatan Gedung Laboratorium Terpadu dan masih banyak lagi yang lainnya. Usai Riyanto menyampaikan sambutan dilanjutkan sarasehan melalui diskusi yang dipandu oleh seorang moderator. Pimpinan Fakultas yang hadir pada saat itu dimintai tanggapannya terkait dengan pandangannya mengenai lembaga kemahasiswaan yang ada di FMIPA. Semua pimpinan FMIPA memiliki pemahaman yang sama terkait dengan sistem kelembagaan mahasiswa yang ada di FMIPA UII yaitu sebagai kolega atau patner bukan sebagai atasan maupun bawahan. “Di UII dikenal dengan konsep Student Government, hal itulah yang sejak lama mahasiswa UII memiliki kekhasan yang berbeda dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain”, tutur Thorikul Huda yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni (Wadek KKA).
Prof. Chairil Anwar yang hadir bersama istri juga dimintai sambutan pada acara puncak milad. Pada kesempatan tersebut Chairil Anwar menyampaikan rasa kekaguman yang luar biasa kepada FMIPA UII karena kemajuan yang sudah diraihnya. Salah satu contoh prestasi FMIPA UII yaitu bertambahkan guru besar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Chairil Anwar membandingkan dengan beberapa fakultas di UII yang lebih lama berdiri namun pertumbuhan profesornya dan pertumbuhan jumlah profesornya sangat lamban. “Alhamdulillah jumlah mahasiswa FMIPA saat ini telah setara dengan fakultas besar yang ada di UII”, ungkap Chairil Anwar yang saat ini juga masih aktif mengajar di Universitas Gadjah Mada. Usia sambutan Prof. Chairil Anwar dilanjutkan pengumuman pemenang tenaga kependidikan terbaik, divisi terbaik dan lomba yang diadakan secara khusus untuk menyambut Milad FMIPA ke 24.
Selesai pengumuman para pemenang dilanjutkan dengan pengundian door prize yang memang sejak awal sudah banyak ditunggu oleh keluarga FMIPA UII yang hadir pada saat jalan santai tersebut. Tercatat lebih dari 200 hadiah yang dihadirkan oleh panitia untuk dibagikan melalui undian door prize. Hadiah-hadiah tersebut selain disediakan secara khusus oleh FMIPA juga diperoleh dari berbagai sponsor. Kebanyakan sponsor adalah mitra-mitra yang selama ini bekerjasama dengan FMIPA seperti Bank Mandiri, Bank Muamalat, CyberTrend, PT Saka, dan beberapa perusahaan lain. Tidak ketinggalan juga dari masing-masing program studi juga turut serta menjadi sponsor hadiah dalam rangka memeriahkan Milad FMIPA. Berbagai macam hadoah yang disediakan diantaranay televise 42 inchi, kulkas dua pintu, spring bed, lap top, berbagai merk sepeda, emas dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa peserta yang hadir dalam juga mendapatkan door prize lebih dari satu karena berlebihnya hadiah yang disiapkan oleh panitia kali ini.
Abdullah Ibnu Mas’ud adalah orang yang sangat menjaga amanah meskipun beliau hanya seorang penggembala kambing dengah tubuh yang sangat kecil. Dengan kondisi fisik yang kecil, Abdullah Ibnu Mas’ud sering mendapatkan hinaan namun yang bersangkutan tidak pernah merasa malu bahkan selalu bersyukur dengan kondisi yang ada. Abdullah Ibnu Mas’ud adalah pribadi yang jujur yang memegang amanah. Suatu saat ketika Nabi Muhammad dan sahabat Umar Ibnu Khotob dikejar oleh orang kafir quraish hingga kelelahan dan bertemu dengan Abdullah Ibnu Mas’ud ynag sedang menggembala kambing. Pada saat itu sahabat Umar Ibnu Khotob memohon kepada Abdullah Ibnu Mas’ud untuk meminta susu dari kambing yang masih mengeleuarkan susu untuk diberikan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Namun Abdullah Ibnu Mas’ud tidak mengijinkan karena kambing yang digembalanya bukan miliknya melainkan punya majikannya. Namun, karena Nabi Muhammad SAW sudah merasa kelelahan maka tetap meminta kambing yang kurus dan atas ijin dari Allah SWT, maka kambing yang kurus tersebut kemudian dapat mengeluarkan air susu yang cukup banyak untuk diminum Nabi Muhammad, SAW dan Sahabat Umar Ibnu Khotob.
Outbound kali ini sengaja mengambil lokasi di sekitar kawasan wisata kaliurang karena lokasi yang tidak jauh dengan kampus UII juga tempatnya yang nyaman karena udara yang sejuk di daerah pegunungan. Nilai atau manfaat yang dapat diambil selama kegiatan outbound pertama, melatih diri untuk berani terbuka dan mengakui setiap bentuk kesalahan yang diperbuat, kedua bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi, ketiga membangun ide atau kreatifitas berau dalam bekerja, keempat mentaati segala peraturan atau regulasi yang telah ditetapkan oleh organisasi, kelima selalu fokus terhadap pekerjaan yang dilakoninya. Olla Nina Karona sebagai salah satu peserta mengatakan bahwa outbound kali ini meskipun permainan yang diberikan cukup sederhana, namun dapat menunjukkan profil pribadi dari masing-masing peserta. “Terlihat dari peserta yang berani untuk menanggung akibat dari kesalahan yang diperbuatnya” ungkap Olla yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Kepala urusan (red. Kaur) perkuliahan di FMIPA.
