Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FMIPA UII mengadakan kegiatan diskusi publik dengan mengambil topik terkait dengan wabah corona yang saat ini menjadi perhatian masyarakat dunia. Acara yang diadakan pada hari Sabu (7/02/20) menghadirkan dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc. dan Mutiara Herawati, M.Sc., Apt. yang keduanya masing-masing merupakan dosen dari Prodi Kedokteran dan Farmasi UII. Hadir juga pada kesempatan tersebut Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA UII. Diskusi yang diadakan di Hall FMIPA UII tersebut dimoderatori oleh Muhammad Reza Putra Mahardika yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Umum LEM FMIPA.
Kesempatan pertama untuk menyampaikan pengantar diskusi adalah dr. Sani yang menyoroti awal mula wabah Covid-19 yang terjadi di Kota Wuhan Provinsi Hubei China. Gejala terinfeksi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 mirip dengan seseorang terkena flu yaitu demam dan batuk. Menurut sani virus Corona dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan dan dapat berakibat pada komplikasi untuk penderita diabetes dan hipertensi atau darah tinggi. Sani menuturkan bahwa akan sulit membayangkan jika penyebaran virus Corona ini terjadi di Negara-negara yang tingkat kesadaran kesehatan maupun fasilitasnya belum memadai sepert negaran di benua afrika yang masih sangat minim fasilitas kesehatannya. “China mampu membangun fasilitas rumah sakit untuk isolasi penderita terinfeksi corona dalam waktu satu minggu”, ungkap Sani.
Sani juga menambahkan bahwa diawal wabah Covid-19 China belum bisa terbuka kepada masyarakat internasional ternasuk juga kepada world health organization (WHO). Adanya penyebaran virus corona tersebut dan yang paling banyak terjadi di China, maka negera tersebut akan dengan sigap melakukan riset untuk menemukan vaksin Covid-19. “Bisa jadi setelah Covid-19 mereda, China akan menjual vaksin corona keberbagai Negara dan secara ekonomi China dapat pulih dengan cepat karena berhasil mematenkan vaksin corona tersebut”, tutur Sani saat mengomentari pertanyaan dari mahasiswa FMIPA. Sani juga tidak yakin kalau penyebaran virus Corona adalah bagian dari konspirasi baik yang terjadi di dalam negeri China sendiri maupun Negara di luar China.
Usai dr. Sani menyampaikan paparan dan diskusinya dilanjutkan oleh Mutiara yang banyak mengupas tentang strategi untuk menghindari dan mencegah penyebaran virus corona. Menurut mutiara cara yang jitu untuk menghindari penyebaran virus corona yaitu dengan berperilaku sehat seperti sering mencuci tangan, mengkonsumsi buah-buahan dan vitamin serta rajin berolah raga. Pada kesempatan tersebut juga diperagakan teknik mencuci tangan dengan hand sanitizer yang dipandu langsung oleh Mutiara.
Prof. Riyanto sebagai Dekan pada kesempatan tersebut menyampaikan hal-hal terkait dengan kebijakan yang diambil oleh FMIPA UII untuk menyikapi perkembangan virus corona. Menurut Riyanto ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh FMIPA untuk mencegah virus corona di kalangan civitas akademika diantaranya dengan menyediakan hand sanitizer di setiap ruang kelas, menyebarluaskan surat edaran rector terkait dengan perkembangan virus corona melalui website dan media lainnya, melarang tamu dari luar negeri khususnya Negara-negara yang saat ini menjadi wabah penyebaran virus corona. “Saat ini ada mahasiswa dari Malaysia yang akan belajar selama enam bulan di FMIPA kami minta untuk tidak ke kampus terlebih dulu dan kami monitoring selama 14 hari”, tambah Riyanto saat menyampaikan hal-hal yang terkait dengan upaya FMIPA untuk mencegah penyebarluasan virus Corona.


Dua orang mahasiswa Prodi Statistika yaitu Kamaludin Simamora dan Muthia Dishanur Izzati berhasil memperoleh juara 2 pada ajang Gebyar Matematika ke-35 yang diselenggarakan di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Kamal dan Muthia keduanya merupakan mahasiswa Prodi Statistika FMIPA UII angkatan 2017 atau tepatnya sedang menempuh semester 6. Prestasi yang sangat membanggakan tersebut tidak hanya diperuntukkan keduanya tetapi juga merupakan capaian prestasi bagi Program Studi Statistika, Fakultas MIPA maupun Universitas Islam Indonesia.
Mahasiswa Fakultas MIPA angkatan 2018 dan 2019 yang berjumlah kurang lebih 1200 pada hari Rabu (26/02/20) mengikuti kegiatan Ta’lim Perdana yang diadakan di Gedung Auditorium Kahar Muzakir. Kegiatan tersebut merupakan yang kedua setelah pada semester genap tahun akademik 2018/2019 juga diselenggarakan di tempat yang sama. Peserta Ta’lim perdana terdiri dari mahasiswa dari 5 program studi yaitu Statistika, Kimia, Farmasi, Pendidikan Kimia dan D3 Analisis Kimia. Hadir pada acara tersebut adalah jajaran structural Dekanat dan Prodi yang ada di lingkungan FMIPA. Thorikul Huda selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni (Wadek KKA) yang mewakili Dekan FMIPA karena berhalangan hadir menyampaikan bahwa kegiatan ta’lim atau yang dikenal dengan Pengembangan Diri Qur’ani (PDQ) wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa selama 4 semester pertama.
Dalam sambutannya Thorik menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk dapat mengikuti pertemuan ta’lim sampai 12 kali pertemuan. “Khusus untuk angkatan 2018, semester ini merupakan periode ta’lim terakhir dan pada pertemuan ke-12 akan diadakan ujian kelulusan ta’lim” tutur Thorik pada saat menyampaikan sambutannya. Thorik menambahkan bahwa kelulusan ta’lim menjadi syarat bagi mahasiswa program sarjana untuk dapat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), sedangkan untuk mahasiswa D3 bisa digunakan untuk syarat PKL atau magang. Fakultas MIPA juga telah membuat kebijakan bahwa 20% nilai akhir untuk mata kuliah agama pada setiap semesternya.
menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. Menurut Zaky Al qur’an juga sebagai petunjuk dan nasehat bagi orang-orang yang bertakwa sebagaimana yang tercantum di dalam QS. Ali-Imran: 138. Ceramah yang disampaikan oleh Zaky sangat tidak membosankan karena diselingi dengan joke atau lelucon sehingga suasan menjadi sangat cair.
Orang tua atau wali juga harus mempunyai peran untuk memantau perkembangan studi mahasiswa selama menempuh kuliah di Fakultas MIPA UII. Upaya untuk menyampaikan peran tersebut yaitu dengan mengadakan forum pertemuan antara pengemban amanah di Fakultas dan Program Studi (Prodi) dengan orang tua atau wali yang bertempat di Ruang Auditorium FMIPA pada hari Rabu (25/2/20). Hadir orang tua atau wali dari mahasiswa Prodi Statistika, Kimia, Pendidikan Kimia dan D3 Analisis Kima. Adapun pertemuan orang tua/wali mahasiswa Prodi Farmasi telah dilaksanakan pada awal semester Ganjil tahun akademik 2019/2020. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Prof. Riyanto selaku Dekan FMIPA UII periode 2018-2022. Diawal sambutannya, Riyanto mengenalkan Dr. Edy Widodo dan Dr. Dwiarso Rubiyanto yang masing-masing merupakan Ketua Prodi (red. Kaprodi) Statistika dan Kimia. Tidak ketinggalan pula dikenalkan Kaprodi Pendidikan Kimia dan D3 Analisis Kimia yaitu Krisna Merdekawati, M.Pd dan Tri Esti Purbaningtias, M.Si. Riyanto mengucapkan selamat datang kepada orang tua atau wali yang hadir pada acara di awal semester genap tersebut. Seperti telah diketahui bahwa sekarang Fakultas MIPA UII sudah memiliki 7 Prodi dari tingkat D3 hingga S2. “Fakultas MIPA UII saat ini juga sedang mengusulkan untuk dibuka S2 Farmasi dan sedang mempersiapkan untuk berdirinya S2 Statistika”, tutur Riyanto pada saat memberikan sambutannya.
Fakultas MIPA UII merupakan salah satu fakultas yang berkembang cukup pesat dari jumlah Prodi dan mahasiswanya. Tercatat kurang lebih ada 3000 mahasiswa yang saat ini sedang menempuh kuliah di berbagai jenjang di Fakultas MIPA UII. Usai sambutan Dekan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing Kaprodi. Seluruh kaprodi menyampaikan terkait dengan perkembangan dimasing-masing Prodi serta layanan yang diberikannya. Pada kesempatan itu juga dipresentasikan layanan perkulliahan yang disampaikan oleh Achmad Rossy Cendana, A.Md. selaku Kepala Divisi Akademik Fakultas MIPA. Salah satu yang disampaikan oleh Kadiv Akademik yaitu terkait dengan pemantauan orang tua terhadap proses perkuliahan. Selain itu juga Rossy menyampaikan terkait dengan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) bagi lulusan mahasiswa UII. Menurut Rossy, mahasiswa S1 maksimal masa studinya selama 7 tahun untuk bisa memperoleh PIN sedangkan mahasiswa D3 maksimal selama 5 tahun atau 10 semester.
