Ahad (17/11/19) dilangsung acara Puncak Milad FMIPA ke 24 dengan kegiatan jalan santai dan pembagian door prize. Acara yang dimulai pada pukul 07.00 diawali dengan jalan santai keliling kampus UII dengan dilepas secara langsung oleh Prof. Riyanto, Ph.D selaku Dekan FMIPA UII. Jalan santai yang dimulai dari Jalan Teknika dilanjutkan menelusuri jalan selatan kampus UII tersebut diakhir dengan memasukkan kupon jalan santai oleh peserta yang hadir sejak jam 6 pagi. Sebelum sampai pada petugas pengumpul undian door prize terlebih dahulu diadakan foto bersama oleh seluruh peserta jalan santai tepat di depan Gedung Laboratorium Terpadu. Finish jalan santai adalah di sebelah timur Gedung Prof. Zanzawi Soejoeti yang juga dijadikan lokasi untuk undian kartu door prize. Ikut serta dalam kegiatan puncak milad FMIPA adalah Prof. Chairil Anwar mantan Dekan FMIPA UII periode 1995 – 2001. Turut hadir pula para pioneer FMIPA diantaranya adalah Dra. Suparmi, M.Si. Apt mantan pembantu Dekan FMIPA dari Periode 1995-2001 dan 2001 – 2005 serta Drs. Basuki Abdurrahman yang juga terlibat dalam pendirian Prodi Statistika FMIPA UII. Riyanto menyembutkan bahwa hadirnya para pendiri FMIPA UII menjadi penyemangat generasi selanjutnya untuk mengembangkan FMIPA menjadi lebih baik lagi. “Dr. Imam Jati yang saat ini sebagai Wakil Rektor 1 UII juga salah satu orang yang berjasa dalam pendirian Fakultas MIPA”, tutur Riyanto dalam sambutannya.
Prof. Chairil Anwar yang hadir bersama istri juga dimintai sambutan pada acara puncak milad. Pada kesempatan tersebut Chairil Anwar menyampaikan rasa kekaguman yang luar biasa kepada FMIPA UII karena kemajuan yang sudah diraihnya. Salah satu contoh prestasi FMIPA UII yaitu bertambahkan guru besar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Chairil Anwar membandingkan dengan beberapa fakultas di UII yang lebih lama berdiri namun pertumbuhan profesornya dan pertumbuhan jumlah profesornya sangat lamban. “Alhamdulillah jumlah mahasiswa FMIPA saat ini telah setara dengan fakultas besar yang ada di UII”, ungkap Chairil Anwar yang saat ini juga masih aktif mengajar di Universitas Gadjah Mada. Usia sambutan Prof. Chairil Anwar dilanjutkan pengumuman pemenang tenaga kependidikan terbaik, divisi terbaik dan lomba yang diadakan secara khusus untuk menyambut Milad FMIPA ke 24.
Selesai pengumuman para pemenang dilanjutkan dengan pengundian door prize yang memang sejak awal sudah banyak ditunggu oleh keluarga FMIPA UII yang hadir pada saat jalan santai tersebut. Tercatat lebih dari 200 hadiah yang dihadirkan oleh panitia untuk dibagikan melalui undian door prize. Hadiah-hadiah tersebut selain disediakan secara khusus oleh FMIPA juga diperoleh dari berbagai sponsor. Kebanyakan sponsor adalah mitra-mitra yang selama ini bekerjasama dengan FMIPA seperti Bank Mandiri, Bank Muamalat, CyberTrend, PT Saka, dan beberapa perusahaan lain. Tidak ketinggalan juga dari masing-masing program studi juga turut serta menjadi sponsor hadiah dalam rangka memeriahkan Milad FMIPA. Berbagai macam hadoah yang disediakan diantaranay televise 42 inchi, kulkas dua pintu, spring bed, lap top, berbagai merk sepeda, emas dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa peserta yang hadir dalam juga mendapatkan door prize lebih dari satu karena berlebihnya hadiah yang disiapkan oleh panitia kali ini.

Abdullah Ibnu Mas’ud adalah orang yang sangat menjaga amanah meskipun beliau hanya seorang penggembala kambing dengah tubuh yang sangat kecil. Dengan kondisi fisik yang kecil, Abdullah Ibnu Mas’ud sering mendapatkan hinaan namun yang bersangkutan tidak pernah merasa malu bahkan selalu bersyukur dengan kondisi yang ada. Abdullah Ibnu Mas’ud adalah pribadi yang jujur yang memegang amanah. Suatu saat ketika Nabi Muhammad dan sahabat Umar Ibnu Khotob dikejar oleh orang kafir quraish hingga kelelahan dan bertemu dengan Abdullah Ibnu Mas’ud ynag sedang menggembala kambing. Pada saat itu sahabat Umar Ibnu Khotob memohon kepada Abdullah Ibnu Mas’ud untuk meminta susu dari kambing yang masih mengeleuarkan susu untuk diberikan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Namun Abdullah Ibnu Mas’ud tidak mengijinkan karena kambing yang digembalanya bukan miliknya melainkan punya majikannya. Namun, karena Nabi Muhammad SAW sudah merasa kelelahan maka tetap meminta kambing yang kurus dan atas ijin dari Allah SWT, maka kambing yang kurus tersebut kemudian dapat mengeluarkan air susu yang cukup banyak untuk diminum Nabi Muhammad, SAW dan Sahabat Umar Ibnu Khotob.
Outbound kali ini sengaja mengambil lokasi di sekitar kawasan wisata kaliurang karena lokasi yang tidak jauh dengan kampus UII juga tempatnya yang nyaman karena udara yang sejuk di daerah pegunungan. Nilai atau manfaat yang dapat diambil selama kegiatan outbound pertama, melatih diri untuk berani terbuka dan mengakui setiap bentuk kesalahan yang diperbuat, kedua bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi, ketiga membangun ide atau kreatifitas berau dalam bekerja, keempat mentaati segala peraturan atau regulasi yang telah ditetapkan oleh organisasi, kelima selalu fokus terhadap pekerjaan yang dilakoninya. Olla Nina Karona sebagai salah satu peserta mengatakan bahwa outbound kali ini meskipun permainan yang diberikan cukup sederhana, namun dapat menunjukkan profil pribadi dari masing-masing peserta. “Terlihat dari peserta yang berani untuk menanggung akibat dari kesalahan yang diperbuatnya” ungkap Olla yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Kepala urusan (red. Kaur) perkuliahan di FMIPA.
Usai Tatang memaparkan tentang biodiesel dilanjutkan dengan penjelasan teknologi penyulingan oleh Nur Agus Priambodo (Nora) yang juga salah satu laboran di Jurusan Kimia. Nora mengenalkan teknik penyulingan minyak cengkeh dengan menggunakan bahab baku daun cengkeh kering. Menurut Nora keunggulan dari daun cengkeh kering dapat dihasilkan minyak cengkeh dengan kualitas yang lebih baik karena kadar airnya yang rendah. Selain itu juga pada umumnya daun cengkeh kering juga merupakan daun jatuh karena pohon dan hanya diajdikan sampah, sehingga pemanfaatan sampah daun kering juga merupakan satu keunggulan. Pada kesempatan tersebut Nora juga mempraktikkan bagaimana cara memperoleh minyak cengkeh dengan cara penyulingan.
Selesai penandatanganan kerjasama selanjutnya disampaikan pelatihan untuk guru-guru kimia dengan materi pengenalan pendidikan kimia di perguruan tinggi, aplikasi pengajaran humanis dan rekreatif, dan metode pengambilan minyak atsiri. Menurut Prof. Riyanto strategi dalam menyampaikan materi kimia diawal perlu dikenalkan tentang aplikasi kimia terlebih dahulu sehingga siswa akan senang mengikuti pelajaran kimia. Contoh aplikasi ilmu kimia diantaranya adalah pemurnian kimia sehingga bangsa Indonesia tidak perlu lagi impor dari Negara lain. “Fakta saat ini Indonesia masih impor garam, padahal pulau Madura merupakan penghasil garam terbanyak di Indonesia”, ungkap Prof. Riyanto. Factor utama yang menyebabkan Indonesia masih impor garam karena kualitas garam di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas produksi garam-garam di Indonesia termasuk produksi garam di Madura, sehingga guru-guru kimia harus mampu mentransformasikan tentang pemurnian garam.
Selain itu juga Prof. Riyanto juga banyak mengenalkan fasilitas yang digunakan untuk praktikum maupun penelitian dosen dan mahasiswa di Jurusan Kimia FMIPA UII. Beberapa perlatan yang dikenalkan diantarannya adalah GC-MS, SEM-EDX, HPLC, FTIR, spektrofotometer UV-Vis, AAS dan lain-lain. Diakhir pengenalannya Prof. Riyanto menyampaikan metode penerimaan mahasiswa baru di Universitas Islam Indonesia. Materi kedua dan ketiga disampaikan oleh Dr. Dwiarso Rubiyanto dan Krisna Merdekawati, M.Pd yang masing-masing adalah Ketua Prodi S1 Kimia dan Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII.
Usia sambutan Prof. Riyanto kemudian dilanjutkan penjelasan teknis kegiatan audit oleh Lead Audit. Sri Kusumadewi selaku Lead Auditor terlebih dahulu memperkenalkan seluruh auditor yang akan melaksanakan audit di FMIPA tahun 2019. Kesempatan tersebut juga digunakan oleh Sri Kusamadewi memaparkan konsep PPEPP (penetapan, pelaksanaan, evaluasi (pelaksanaan), pengendalian (pelaksanaan), dan peningkatan) dalam rangka penjaminan mutu seluruh unit pertanggungjawaban di lingkungan FMIPA.
Jurusan kimia FMIPA UII mengadakan kegiatan smart outbond yang dilaksanakan di komples Hotel Puri Asri Kota Magelang. Acara yang diadakan hari Sabtu 6 Juli 2019 diikuti oleh sebagian besar dosen dan tenaga kependidikan yang ada di Jurusan Kimia. Malam hari sebelum kegiatan smart outbound terlebih dahulu dibuka oleh Prof. Riyanto selaku Dekan sekaligus dosen di Jurusan Kimia dan dilanjutkan dengan kegiatan training kecerdasan hati yang dibawakan oleh Ustadz Basuki AR. Prof. Riyanto dalam sambutannya berharap kegiatan training kecerdasan hati dapat membentuk pribadi yang baik, khususnya dosen dan tenaga kependidikan yang ada di Jurusan Kimia. Prof. Riyanto mencontohkan bahwa pribadi muslim yang baik salah satu cirinya adalah memiliki kedisplinan yang tinggi terhadap apapun juga termasuk pekerjaan yang ditekuni saat ini.
Minggu 16 Juni 2019 bertempat di kompleks Hotel Mambruk Anyer Cilegon telah dilaksanakan kegiatan pelantikan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Prodi D3 Analisis Kimia. Rizky Maulana yang merupakan panitia acara tersebut menjelaskan bahwa pemilihan tempat didasari banyaknya alumni dari D3 Analisis Kimia FMIPA UII yang saat ini bekerja disekitar kawasan Cilegon seperti PT Krakatau Steel, PT Candra Asri dan perusahaan-perusahaan lainnya. Selain itu juga, dengan lokasi di sekitar kawasan wisata Pantai Anyer akan menjadi daya tarik tersendiri bagi alumni untuk hadir di acara tersebut. Pengurus IKA D3 Analisis Kimia dilantik oleh Totok Purwanto, SH selaku sekretaris yang mewakili Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) IKA UII Yogyakarta. Hadir pada acara pelantikan adalah Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaa dan Alumni (Wadek KKA) FMIPA UII, Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA), Ketua Program Studi (Ka.Prodi) D3 Analisis Kimia.