Southeast Asia Global Innovation Challenge (SEA-GIC) 2019 merupakan ajang untuk berkompetisi bagi mahasiswa Kimia di Asia Tenggara. SEA-GIC 2019 diselanggarakan di University of Malaya Malaysia dengan peserta berasal dari Thailand, Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia. Universitas Islam Indonesia mengirimkan 5 kontingen yang berasal dari Jurusan Kimia khususnya Program Studi (red. Prodi) Kimia dan D3 Analisis Kimia. Ajang SEA-GIC 2019 yang diselenggarakan pada hari Sabtu (7-12-19) terdiri dari dua jenis kompetisi yaitu video dan poster. Rombongan Jurusan Kimia dipimpin langsung oleh Rudy Syahputra, Ph.D yang juga merupakan salah satu pembimbing tim yang ikut lomba di Negeri Jiran tersebut
Lomba yang setiap tahun diselenggarakan di Malasysia tersebut mengambil tema “Chemistry in IR 4.0 (SEA-GIC 2019)” and “Design Your Periodic Table of Chemical Elements Poster Competition” dan didukung oleh American Chemical Society (ACS), Royal Society of Chemistry (RSC), Microsoft, dan beberapa lembaga lainnya. Tim mahasiswa yang ikut ajang kompetisi masing-masing diketua oleh Khoirunisa, Sarkawi dan Fernanda yang masing-masing merupakan mahasiswa Prodi S1 Kimia dan satu tim mahasiswa Prodi D3 Analisis Kimia yang diketua oleh Siti Fatonah. Keempat tim yang berangkat ke Malaysia semuanya mendapatkan penghargaan diantaranya adalah:
- Ketua Tim Khoirunisa, Penghargaan : Best Spirit dan 2nd runner up in Microsoft Choice Award
- Ketua Tim Sarkawi, Penghargaan : 1st Winner SEA-GIC 2019 dan 2nd Runner Up Periodic Table Poster
- Ketua Tim Siti Fatonah, Penghargaan : 1st Winner Periodic Table Poster
- Ketua Tim Fernanda, Penghargaan : Video Winner
Menurut Rudy Syahputra hal tersebut merupakan capaian yang positif untuk mahasiswa di Jurusan Kimia khususnya dan UII pada umumnya. Penghargaan tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa di Jurusan Kimia baik dari Prodi S1 Kimia maupun D3 Analisis Kimia mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional. Capaian mahasiswa Jurusan Kimia semakin menambah deretan penghargaan bergengsi di tingkat internasional untuk mahasiswa di lingkungan FMIPA UII.

Beberapa layanan yang sudah mengalami perubahan secara drastis di FMIPA UII diantaranya adalah kecepatan dalam memperoleh surat keterangan aktif kuliah, permohonan legalisasir yang tidak lebih dari 10 menit, perbaikan ruang lembaga mahasiswa, pemberian tempat diskusi yang nyaman di kantin dan sekitar taman di FMIPA. Lingkungan eksternal FMIPA lebih diperindah dengan keberadaan taman-taman, mempercantik mushola dengan penempelan wall paper, pengecatan Gedung Laboratorium Terpadu dan masih banyak lagi yang lainnya. Usai Riyanto menyampaikan sambutan dilanjutkan sarasehan melalui diskusi yang dipandu oleh seorang moderator. Pimpinan Fakultas yang hadir pada saat itu dimintai tanggapannya terkait dengan pandangannya mengenai lembaga kemahasiswaan yang ada di FMIPA. Semua pimpinan FMIPA memiliki pemahaman yang sama terkait dengan sistem kelembagaan mahasiswa yang ada di FMIPA UII yaitu sebagai kolega atau patner bukan sebagai atasan maupun bawahan. “Di UII dikenal dengan konsep Student Government, hal itulah yang sejak lama mahasiswa UII memiliki kekhasan yang berbeda dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain”, tutur Thorikul Huda yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni (Wadek KKA).
Prof. Chairil Anwar yang hadir bersama istri juga dimintai sambutan pada acara puncak milad. Pada kesempatan tersebut Chairil Anwar menyampaikan rasa kekaguman yang luar biasa kepada FMIPA UII karena kemajuan yang sudah diraihnya. Salah satu contoh prestasi FMIPA UII yaitu bertambahkan guru besar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Chairil Anwar membandingkan dengan beberapa fakultas di UII yang lebih lama berdiri namun pertumbuhan profesornya dan pertumbuhan jumlah profesornya sangat lamban. “Alhamdulillah jumlah mahasiswa FMIPA saat ini telah setara dengan fakultas besar yang ada di UII”, ungkap Chairil Anwar yang saat ini juga masih aktif mengajar di Universitas Gadjah Mada. Usia sambutan Prof. Chairil Anwar dilanjutkan pengumuman pemenang tenaga kependidikan terbaik, divisi terbaik dan lomba yang diadakan secara khusus untuk menyambut Milad FMIPA ke 24.
Selesai pengumuman para pemenang dilanjutkan dengan pengundian door prize yang memang sejak awal sudah banyak ditunggu oleh keluarga FMIPA UII yang hadir pada saat jalan santai tersebut. Tercatat lebih dari 200 hadiah yang dihadirkan oleh panitia untuk dibagikan melalui undian door prize. Hadiah-hadiah tersebut selain disediakan secara khusus oleh FMIPA juga diperoleh dari berbagai sponsor. Kebanyakan sponsor adalah mitra-mitra yang selama ini bekerjasama dengan FMIPA seperti Bank Mandiri, Bank Muamalat, CyberTrend, PT Saka, dan beberapa perusahaan lain. Tidak ketinggalan juga dari masing-masing program studi juga turut serta menjadi sponsor hadiah dalam rangka memeriahkan Milad FMIPA. Berbagai macam hadoah yang disediakan diantaranay televise 42 inchi, kulkas dua pintu, spring bed, lap top, berbagai merk sepeda, emas dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa peserta yang hadir dalam juga mendapatkan door prize lebih dari satu karena berlebihnya hadiah yang disiapkan oleh panitia kali ini.
Abdullah Ibnu Mas’ud adalah orang yang sangat menjaga amanah meskipun beliau hanya seorang penggembala kambing dengah tubuh yang sangat kecil. Dengan kondisi fisik yang kecil, Abdullah Ibnu Mas’ud sering mendapatkan hinaan namun yang bersangkutan tidak pernah merasa malu bahkan selalu bersyukur dengan kondisi yang ada. Abdullah Ibnu Mas’ud adalah pribadi yang jujur yang memegang amanah. Suatu saat ketika Nabi Muhammad dan sahabat Umar Ibnu Khotob dikejar oleh orang kafir quraish hingga kelelahan dan bertemu dengan Abdullah Ibnu Mas’ud ynag sedang menggembala kambing. Pada saat itu sahabat Umar Ibnu Khotob memohon kepada Abdullah Ibnu Mas’ud untuk meminta susu dari kambing yang masih mengeleuarkan susu untuk diberikan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Namun Abdullah Ibnu Mas’ud tidak mengijinkan karena kambing yang digembalanya bukan miliknya melainkan punya majikannya. Namun, karena Nabi Muhammad SAW sudah merasa kelelahan maka tetap meminta kambing yang kurus dan atas ijin dari Allah SWT, maka kambing yang kurus tersebut kemudian dapat mengeluarkan air susu yang cukup banyak untuk diminum Nabi Muhammad, SAW dan Sahabat Umar Ibnu Khotob.
Outbound kali ini sengaja mengambil lokasi di sekitar kawasan wisata kaliurang karena lokasi yang tidak jauh dengan kampus UII juga tempatnya yang nyaman karena udara yang sejuk di daerah pegunungan. Nilai atau manfaat yang dapat diambil selama kegiatan outbound pertama, melatih diri untuk berani terbuka dan mengakui setiap bentuk kesalahan yang diperbuat, kedua bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi, ketiga membangun ide atau kreatifitas berau dalam bekerja, keempat mentaati segala peraturan atau regulasi yang telah ditetapkan oleh organisasi, kelima selalu fokus terhadap pekerjaan yang dilakoninya. Olla Nina Karona sebagai salah satu peserta mengatakan bahwa outbound kali ini meskipun permainan yang diberikan cukup sederhana, namun dapat menunjukkan profil pribadi dari masing-masing peserta. “Terlihat dari peserta yang berani untuk menanggung akibat dari kesalahan yang diperbuatnya” ungkap Olla yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Kepala urusan (red. Kaur) perkuliahan di FMIPA.
Usai Tatang memaparkan tentang biodiesel dilanjutkan dengan penjelasan teknologi penyulingan oleh Nur Agus Priambodo (Nora) yang juga salah satu laboran di Jurusan Kimia. Nora mengenalkan teknik penyulingan minyak cengkeh dengan menggunakan bahab baku daun cengkeh kering. Menurut Nora keunggulan dari daun cengkeh kering dapat dihasilkan minyak cengkeh dengan kualitas yang lebih baik karena kadar airnya yang rendah. Selain itu juga pada umumnya daun cengkeh kering juga merupakan daun jatuh karena pohon dan hanya diajdikan sampah, sehingga pemanfaatan sampah daun kering juga merupakan satu keunggulan. Pada kesempatan tersebut Nora juga mempraktikkan bagaimana cara memperoleh minyak cengkeh dengan cara penyulingan.